Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk Karo.

“Tortor Mandailing memiliki tempo gerakan dan aksesori pakaian yang teramat berbeda dengan tortor lain, termasuk prinsif-prinsif yang dikandungnya,” ungkap Ilham Nasution, penggiat seni dari Grup Gordang Sambilan Willem Iskander, Pidoli Lombang, Madina, menjawab Mandailing Online, pekan lalu.

Dijelaskannya, ada kondisi “mollop” di tortor Mandailing. Mollop adalah bahasa Mandailing yang berarti antara tidur dan terjaga, seperti mengantuk. Gerakan tari tortor Mandailing halus, lamban, mengalir pelan.

“Penari tortor mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop. Tubuhnya bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh tabuhan gordang sambilan. Makanya tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk. Pengaruh otak sangat berkurang terhadap gerakan karena penari sudah berada dalam situasi pengaruh perasaan. Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing lamban.

Sementara tortor di tanah Toba, gerakannya tidak lamban, relatif cepat dan kasar, terasa tidak sakral. Cendrung gerakan riang. Tidak sehalus dan se sakral tor-tor Mandailing.

Jika pendekatannya melalui etnomusikologi, gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan karena pengaruh jiwa terhadap fisik si penari, merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Gerakan-gerakan itu tercipta pada umumnya berkaitan dengan keyakinan masyarakat setempat dengan dunia gaib.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakanya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya, atau bisa diklaim sebagai tarian tiruan atau imitasi. Pendekatan ini juga bisa menjelaskan tor-tor Batak (Toba?) berinduk pada tor-tor Mandailing.

Bahkan, ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku Toba berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tor-tor itu ke wilayah baru mereka.

Selain itu, tortor Mandailing, lanjut Ilham, adalah tarian sakral yang beresensi Dalihan Na Tolu, yakni kahanggi, mora dan anak boru. Zaman dahulu, tortor Mandailing dilaksanakan dalam rangka kegiatan adat yang sakral. Di zaman sekarang tortor Mandailing sudah masuk ke wilayah entertain. Namun tetap saja gerakan dan penjiwaannya tidak berbeda.

Peliput: Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Terjun Langsung Bersihkan Parit

    Dahlan Terjun Langsung Bersihkan Parit

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution turun langsung membersihkan parit di jalan lintas Sumatera, tepatnya depan SPBU Pasar Baru, Panyabungan, Jumat (13/1). Parit tersebut sering menjadi sumber banjir. Keikutsertaan Wabub dalam pembersihan parit jalan mendapat tanggapan dari pemakai jalan yang sering melihat di lokasi itu memang langganan banjir akibat tersumbat.(medanbisnis)

  • Batan Kenalkan Hasil Litbang Bidang Pertanian di Madina

    Batan Kenalkan Hasil Litbang Bidang Pertanian di Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan pengenalan teknologi kegiatan pemanfaatan hasil litbangyasa Iptek Nuklir bidang pertanian dan peternakan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Sebagai putra daerah, saya punya beban dan tanggung jawab meningkatkan kegiatan pemanfaatan hasil litbang nuklir di bidang pertanian dan peternakan. Apalagi dari segi lahan dan petaninya, Madina sudah […]

  • Warga dan Polisi Grebek Rumah Terduga Sarang Narkoba di Parbangunan

    Warga dan Polisi Grebek Rumah Terduga Sarang Narkoba di Parbangunan

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar
  • Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANAI HILIR-Sebuah ruangan belajar dan ruangan kantor guru di SD Negeri 116914, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, roboh, Kamis (9/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Dua murid sekolah itu, Muhammad Riki (7) dan Armansyah (8) mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan. Informasi diperoleh, robohnya dua ruangan berdinding papan itu diduga akibat kondisi bangunan […]

  • Petani Batal Nginap di Simpang Jalan Napa

    Petani Batal Nginap di Simpang Jalan Napa

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tunggu Pertemuan Dimediasi Polres TAPSEL- Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Andalan Napa (KTAN), Angkola Selatan yang menggelar aksi demo dengan bertahan di pinggir jalan Simpang Jalan Napa, akhirnya membatalkan niatnya. Ini setelah adanya janji Polres Tapsel yang akan memediasi warga dengan pihak perusahaan dan pemerintah. Bendahara KTAN Baginda Harahap menuturkan mereka bersedia tidak […]

  • PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Longat OTP Geotermal, Jumat (10/4) lalu. Sebanyak 6 kepala keluarga memperoleh bantuan dalam bentuk renovasi rumah, diserahkan oleh Manager Sustainability PT. SMGP Apriadi Djamhurie Gani kepada Lurah Longat Abdul Kholid  didampingi Camat Panyabungan Barat Muhammad Amin. […]

expand_less