Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Irwan Daulay : Madina Harus Melakukan Terobosan Terkait Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
  • print Cetak

Irwan H Daulay

 

MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sudah waktunya melakukan terobosan penting dalam upaya menurunkan angka kemiskina dan menaikkan IPM yang  masih rendah.

Salah satu upayanya melalui pembentukan Tim Ekonomi yang kuat. Berikan mereka kewenangan penuh untuk bekerja,” ujar tokoh masyarakat Madina, Irwan H. Daulay dalam akun fecebook-nya, Rabu (19/7/2017).

Seiring dengan pembentukan Tim Ekonomi itu, lantas Pemkab Madina seterusnya menyiapkan Sumber Daya Manusia lokal melalui pelatihan dan pendidikan berbasis saintek.

Di sisi lain, Irwan juga mendesak agar Pemkab Madina melakukan langkah-langkah yang mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang bervisi jauh ke depan.

Mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah, diperlukan juga menyiapakan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Madina.

“Mulailah membentuk badan-badan usaha setingkat PT untuk mengelola secara langsung SDA Madina, share sahamnya kepada swasta agar PT-nya semakin prospektif dan efisien,” katanya.

Untuk mempermudah titik prioritas per wilayah, diperlukan pemetaan potensi Madina untuk menetapkan zona pengembangan ekonomi. Misalnya, zona pengembangan kopi, padi, palawija, karet, tambang, energi, pariwisata, perikanan dan kawasan industri.

Di samping itu, juga harus dilakukan renegosiasi seluruh perizinan investasi agar Pemkab Madina serbagai representasi rakyat memperoleh manfaat yang adil.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dalam website resminya melaporkan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan dalam 2 tahun terakhir.

Tahun 2016 ini jumlah penduduk miskin di Madina sebesar 10.98 %. Angka itu merangkak naik sejak tahun 2015.

Sebab, pada tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Madina masih sebesar 9.62 %. Tahun 2014 sebesar 9.28 %. Kemudian tahun 2015 naik ke level 11.13 %, turun sedikit di tahun 2016 menjadi 10.98 %.

Sementara itu, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari 10 kabupaten yang dilaporkan BPS Sumut, Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2016 berada di posisi nomor urut 2 paling terakhir, yakni di angka 64,55 %. Hanya berada di atas Nias sebagai kabupaten nomor urut akhir yang berangka 59,75 %.

Kabupaten Toba Samosir, sebagai kabupatan yang sama-sama lahir dengan Mandailing Natal justru saat ini berada di posisi teratas yakni 73,61 %.

Tapanuli Utara berada di posisi nomor 2 tertinggi, yakni 71,96 %, disusul Simalungun 71,48 %. Kemudian Asahan 68.71 %, lalu Tapanuli Selatan 68.04 % dan Tapanuli Tengah 67.27 %.

 

Sumber tambahan : sumut.bps.go.id

Editor : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

    Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Labuhanbatu. Kasus siswa-siswi belajar tanpa dilengkapi sarana dan prasarana proses belajar mengajar (PBM) yang memadai, mulai terungkap di Kabupaten Labuhanbatu. Kalau siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Panai Hilir, belajar beralaskan tenda biru, di SMP Negeri 2 (satu atap) Dusun Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, harus belajar dengan beralaskan tikar. Siswa-siswi SMPN 2 sebanyak 44 orang terpaksa […]

  • Sarjana, Syarat CPNS Guru

    Sarjana, Syarat CPNS Guru

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemkab Tapanuli Selatan menerima 229 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 formasi untuk tenaga kependidikan, 51 tenaga kesehatan, dan 75 tenaga tekhnis. Untuk tenaga kependidikan atau guru, syaratnya harus sarjana (S1). “Kalau formasi guru mulai SD sampai SMA-sederajat, semuanya harus S1. Untuk tamatan DIII diterima seperti untuk tenaga keperawatan, […]

  • Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Muncul fenomena baru di dunia kerja yang disebut job hugging. Kalau dulu banyak orang sering pindah-pindah kerja atau job hopping demi mengejar tawaran gaji yang lebih tinggi. Kini, justru banyak pekerja memilih ‘memeluk’ pekerjaannya yang ada saat ini meskipun merasa merana dan tidak nyaman. Fenomena ini […]

  • TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Tenaga kerja wanita asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Nurmadaniyah (16) mengaku ditelantarkan di Malaysia, meski telah empat bulan berada di negara itu. Pengakuan tersebut disampaikan orang tua kandung Nurmadaniyah, Effendi penduduk Dusun 7 Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, di Medan, Senin 29 November 2010. Sebenarnya, kata Effendi, cukup banyak masalah dengan keberangkatan […]

  • Golkar Madina Salurkan Bantuan kepada Warga Muara Batang Angkola

    Golkar Madina Salurkan Bantuan kepada Warga Muara Batang Angkola

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Muara Batang Angkola (Mandailing Online) – DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kamis (23/12). Desa Muara Batang Angkola menjadi salah satu desa terdampak banjir akibat luapan Sungai Batang Gadis pada Sabtu (18/12) pekan lalu. Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Golkar […]

  • Pemalsu Pupuk Diciduk

    Pemalsu Pupuk Diciduk

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SERGAI- Dua orang tersangka pelaku pemalsu pupuk ditangkap Polres Sergai dari kediamannya masing masing. Dari lokasi penangkapan (TKP) petugas mengamankan 140 karung berisi pupuk palsu yang siap edar serta peralatan untuk produksi, Senin (18/4). Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini, awalnya polisi mendapat info bahwa tersangka Herianto alias Ateng (34), warga Dusun IV, Desa […]

expand_less