Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Irwan Daulay : Madina Harus Melakukan Terobosan Terkait Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
  • print Cetak

Irwan H Daulay

 

MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sudah waktunya melakukan terobosan penting dalam upaya menurunkan angka kemiskina dan menaikkan IPM yang  masih rendah.

Salah satu upayanya melalui pembentukan Tim Ekonomi yang kuat. Berikan mereka kewenangan penuh untuk bekerja,” ujar tokoh masyarakat Madina, Irwan H. Daulay dalam akun fecebook-nya, Rabu (19/7/2017).

Seiring dengan pembentukan Tim Ekonomi itu, lantas Pemkab Madina seterusnya menyiapkan Sumber Daya Manusia lokal melalui pelatihan dan pendidikan berbasis saintek.

Di sisi lain, Irwan juga mendesak agar Pemkab Madina melakukan langkah-langkah yang mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang bervisi jauh ke depan.

Mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah, diperlukan juga menyiapakan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Madina.

“Mulailah membentuk badan-badan usaha setingkat PT untuk mengelola secara langsung SDA Madina, share sahamnya kepada swasta agar PT-nya semakin prospektif dan efisien,” katanya.

Untuk mempermudah titik prioritas per wilayah, diperlukan pemetaan potensi Madina untuk menetapkan zona pengembangan ekonomi. Misalnya, zona pengembangan kopi, padi, palawija, karet, tambang, energi, pariwisata, perikanan dan kawasan industri.

Di samping itu, juga harus dilakukan renegosiasi seluruh perizinan investasi agar Pemkab Madina serbagai representasi rakyat memperoleh manfaat yang adil.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dalam website resminya melaporkan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan dalam 2 tahun terakhir.

Tahun 2016 ini jumlah penduduk miskin di Madina sebesar 10.98 %. Angka itu merangkak naik sejak tahun 2015.

Sebab, pada tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Madina masih sebesar 9.62 %. Tahun 2014 sebesar 9.28 %. Kemudian tahun 2015 naik ke level 11.13 %, turun sedikit di tahun 2016 menjadi 10.98 %.

Sementara itu, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari 10 kabupaten yang dilaporkan BPS Sumut, Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2016 berada di posisi nomor urut 2 paling terakhir, yakni di angka 64,55 %. Hanya berada di atas Nias sebagai kabupaten nomor urut akhir yang berangka 59,75 %.

Kabupaten Toba Samosir, sebagai kabupatan yang sama-sama lahir dengan Mandailing Natal justru saat ini berada di posisi teratas yakni 73,61 %.

Tapanuli Utara berada di posisi nomor 2 tertinggi, yakni 71,96 %, disusul Simalungun 71,48 %. Kemudian Asahan 68.71 %, lalu Tapanuli Selatan 68.04 % dan Tapanuli Tengah 67.27 %.

 

Sumber tambahan : sumut.bps.go.id

Editor : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Terkait Kepala Desa Batang Gadis yang masih ber status honorer di Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Madina Anjur Brutu mengatakan. Tidak ada aturan yang melanggar hal tersebut selagi Kades itu diberhentikan dari statusnya tenaga honorer apabila ia menang dalam pemilihan […]

  • Gara-gara Parkir Sepeda Motor, Mahasiswa UMSU Bentrok

    Gara-gara Parkir Sepeda Motor, Mahasiswa UMSU Bentrok

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sesama Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU) terlibat bentrok, gara-gara parkir sepeda motor di pelataran parkir Kampus UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (02/03/2011) sore. Salah seorang pemilik warung yang dekat dengan pelataran parkir mengatakan, tawuran antar mahasiswa terjadi pada saat mahasiswa sore masuk ke kampus sekitar pukul 15.00 WIB. “Awalnya seorang mahasiswa memakirkan […]

  • Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani. “Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk […]

  • FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Akhirnya nasib pembahasan LKPJ Bupati Madina terkatung-katung. DPRD Madina telah menetapkan penundaan pembahasannya sampai waktu yang tak ditentukan. Beredar kabar bahwa keengganan pihak DPRD bersedia membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati tahun 2013 akibat belum tuntasanya negosiasi jatah borongan proyek fisik pemerintah untuk para anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Penetapan penundaan pembahasan […]

  • Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Desa Sikara-kara IV diperkirakan sebagai banjir terparah di Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Desa yang diapit dua sungai besar dan dihuni sekitar 400-an kepala keluarga ini terendam banjir dengan ketinggian sekitar dada orang dewasa. Akses jalan terputus total. Warga minta untuk dievakuasi dan kiriman bantuan pangan segera. Kawasan desa ini digenangi […]

expand_less