Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Pejabat Berjudi Kok Bisa Bebas, Ya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
  • print Cetak

BERITA bebasnya enam pejabat Pemkab Simalungun yang kepergok main judi cukup membuat nai Hepppot merasa terpukul. Meski tak kenal dengan mereka tapi nai Heppot merasa harus atau wajib terpukul mau pun memukulkan diri. Saat membaca berita ‘bebas ooii…’ itu, tangannya sontak memukul jidatnya yang tampak mulai mengerut.

Mengapa demikian? Ia merasa sudah dilecehkan oleh yang namanya atas nama hukum di atas negeri yang gemah ripah loh jinawe ini. Beberapa waktu lalu, maennya, amani Carla, dijebloskan ke penjara akibat nulis Togel. Ia merengek-rengek kepada Hakim dan Jaksa agar maen kesayangannya itu jangan dimasukkan ke penjara. Sepetak sawah peninggalan almarhum suaminya, amani Heppot nahinan, rela ia gadaikan asal maennya itu bisa bebas menghirup udara segar. Tapi apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, ganjaran hukum tak bisa digugat. Enam bulan, amani Carla yang kerjanya kuli bangunan itu, terpaksa meringkuk di penjara. Padahal kegiatan tambahan yang bernuansa kelam itu hanya demi menambah perbaikan gizi gadis kecilnya si Carla. Sejak borongan bangunan mulai sepi, ‘Indomilk’ tak lagi bisa dicicipi anaknya itu saban berangkat ke sekolah.

Nai Heppot merasa dirinya terhina atas penjelasan pak Kapolres yang berdalih bahwa keenam pejabat tersebut sangat dibutuhkan tenaganya. Meski pun dulu ia ‘Singkola Sore’, dan rapornya selalu kebanyakan ikan mas, ia masih tahu bahwa hukum tak pernah membeda-bedakan siapa pun di muka bumi ini. Meski seorang Presiden pun.

Yang membuat nai Heppot menitikkan air mata, sebulan setelah menghuni lapas, maennya itu juga tak bisa menghadiri perkawinan adiknya. Terlalu banyak prosedur yang berbelit-belit. Masak hanya sehari saja tak bisa. Macam teroris aja. Lagi pula untuk apa melarikan diri. Bukankah maennya itu juga jalannya pincang akibat semasa SD jatuh memanjat pohon mangga?

“Bah, apa pula yang kau tangisi, nai Heppot?,” teguran amani Edu itu membuat nai Heppot sadar.

“Tak tahu lagi aku, amang. Rasanya orang hina-dina seperti kami ini sudah tak berarti lagi di mata hukum. Ah, andaikata si Heppot jadi pejabat mungkin nasib kami tak seperti ini. Masak enam pejabat di Pemkab Simalungun bisa bebas padahal sudah terbukti main judi. Di mana lagi keadilan kalau begini,” ujar nai Heppot makin tersedu-sedu.

“O, itu tak perlu kau pikiri, nanti bisa stress sendiri. Ingat kata orangtua dulu, lomo ni na gogo do di harangan. Artinya, macam di hutan, yang kuat seperti harimaulah yang berkuasa,” tanggap amani Edu.

“Tak bisa begitulah, bapauda. Besan Pak SBY aja dijebloskan meski tenaganya juga sangat dibutuhkan di negeri ini. Berarti kedudukan Pak Kapolres lebih tinggi ya dari Presiden?,” tanya amani Jumongkas yang hanya sempat mengenyam kelas tiga SD.

“Kalau soal itu, jelas tak tahulah aku. Seim-seimnya kita,” jawab amani Edu. Maksudnya, sama-sama tak ngerti.

“Yang aku tahu hanyalah, ijuk di para-para, hotang di parlabian. Nabisuk nampuna hata, na oto tu pargadisan. Yang artinya, yang bodoh tetap jadi makanan orang pintar. Maka itu aku jadi menyesal kenapa dulu aku tak sekolah. Habis uang bapakku kufoya-foyakan. Uang penggaris, belebas, rol, meter, sekali kuminta padahal semua sama. Nah, soal hukum, sebetulnya nurani yang bicara. Dulu tak ada fasal-fasal tapi keadilan tetap berjalan. Ratu Tribuana Tungga Dewi pada masa Kerajaan Majapahit dengan tegas memotong tangan anaknya yang mencuri. Juga Justice Bao sebagaimana yang kita tonton dalam film silat. Nah, ada kah nurani para pejabat kita seperti itu?,” lirih amani Edu
Sumber : Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partisipasi Pemuda Dalam Percepatan Pembangunan di Mandailing Natal

    Partisipasi Pemuda Dalam Percepatan Pembangunan di Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Maradotang Pulungan   Baik buruknya suatu bangsa dilihat dari kualitas pemudanya. Tergantung pada karakter dan moral pemudanya. Sampai-sampai untuk menggambarkan betapa berharganya pemuda sebagai aset suatu bangsa, Presiden Soekarno pernah mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Pemuda adalah simbol kekuatan, masa depan dan harapan suatu bangsa. Pemuda memiliki tipe […]

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Media adalah sarana atau alat yang menjadi wasilah untuk menyampaikan berbagai informasi  kepada masyarakat. Media juga memiliki peran penting untuk mengedukasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat. Sebab, dari media tersebut masyarakat akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan penting yang mereka butuhkan dan semakin memperluas cakrawala berpikir tentang segala sesuatu. Berbagai macam media bisa […]

  • Hamidah Janda Miskin Akhirnya Bisa Berobat Tumor ke Medan

    Hamidah Janda Miskin Akhirnya Bisa Berobat Tumor ke Medan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akhirnya Nur Hamidah (38) memperoleh rezeki berangkat ke Medan untuk operasi pengangkatan tumor. Janda miskin dari Desa Gunung Manaon, Panyabungan, Mandailing Natal itu memperoleh sumbangan dana dari berbagai pihak. Dia berangkat Rabu malam (8/7/2020) menuju Rumah Sakit Umum Pirngadi, Medan. “Alhamdulillah sejak kedatangan wartawan ke sini ada beberapa orang dermawan yang […]

  • Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi dukungan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus bergulir. Kali ini dukungan datang dari M. Aswan Hasibuan, SH, kepala Bapeda Madina pada masa pemerintahan Bupati Amru Daulay. Pensiunan yang juga pernah menjabat kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini menilai calon bupati […]

  • Sisi Pilkada : Terbentur dan Remuk

    Sisi Pilkada : Terbentur dan Remuk

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis   Manusia mati meninggalkan nama, merupakan adagium yang paling tepat menggambarkan eksistensi Sutan Ibrahim di bumi Nusantara. Pria yang punya nama kebangsaan Datuk Sutan Malaka ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari era kolonial, awal kemerdekaan bahkan sampai saat ini. Bahkan saking populernya, pernah satu masa ia dianggap […]

expand_less