Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pejabat Berjudi Kok Bisa Bebas, Ya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
  • print Cetak

BERITA bebasnya enam pejabat Pemkab Simalungun yang kepergok main judi cukup membuat nai Hepppot merasa terpukul. Meski tak kenal dengan mereka tapi nai Heppot merasa harus atau wajib terpukul mau pun memukulkan diri. Saat membaca berita ‘bebas ooii…’ itu, tangannya sontak memukul jidatnya yang tampak mulai mengerut.

Mengapa demikian? Ia merasa sudah dilecehkan oleh yang namanya atas nama hukum di atas negeri yang gemah ripah loh jinawe ini. Beberapa waktu lalu, maennya, amani Carla, dijebloskan ke penjara akibat nulis Togel. Ia merengek-rengek kepada Hakim dan Jaksa agar maen kesayangannya itu jangan dimasukkan ke penjara. Sepetak sawah peninggalan almarhum suaminya, amani Heppot nahinan, rela ia gadaikan asal maennya itu bisa bebas menghirup udara segar. Tapi apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, ganjaran hukum tak bisa digugat. Enam bulan, amani Carla yang kerjanya kuli bangunan itu, terpaksa meringkuk di penjara. Padahal kegiatan tambahan yang bernuansa kelam itu hanya demi menambah perbaikan gizi gadis kecilnya si Carla. Sejak borongan bangunan mulai sepi, ‘Indomilk’ tak lagi bisa dicicipi anaknya itu saban berangkat ke sekolah.

Nai Heppot merasa dirinya terhina atas penjelasan pak Kapolres yang berdalih bahwa keenam pejabat tersebut sangat dibutuhkan tenaganya. Meski pun dulu ia ‘Singkola Sore’, dan rapornya selalu kebanyakan ikan mas, ia masih tahu bahwa hukum tak pernah membeda-bedakan siapa pun di muka bumi ini. Meski seorang Presiden pun.

Yang membuat nai Heppot menitikkan air mata, sebulan setelah menghuni lapas, maennya itu juga tak bisa menghadiri perkawinan adiknya. Terlalu banyak prosedur yang berbelit-belit. Masak hanya sehari saja tak bisa. Macam teroris aja. Lagi pula untuk apa melarikan diri. Bukankah maennya itu juga jalannya pincang akibat semasa SD jatuh memanjat pohon mangga?

“Bah, apa pula yang kau tangisi, nai Heppot?,” teguran amani Edu itu membuat nai Heppot sadar.

“Tak tahu lagi aku, amang. Rasanya orang hina-dina seperti kami ini sudah tak berarti lagi di mata hukum. Ah, andaikata si Heppot jadi pejabat mungkin nasib kami tak seperti ini. Masak enam pejabat di Pemkab Simalungun bisa bebas padahal sudah terbukti main judi. Di mana lagi keadilan kalau begini,” ujar nai Heppot makin tersedu-sedu.

“O, itu tak perlu kau pikiri, nanti bisa stress sendiri. Ingat kata orangtua dulu, lomo ni na gogo do di harangan. Artinya, macam di hutan, yang kuat seperti harimaulah yang berkuasa,” tanggap amani Edu.

“Tak bisa begitulah, bapauda. Besan Pak SBY aja dijebloskan meski tenaganya juga sangat dibutuhkan di negeri ini. Berarti kedudukan Pak Kapolres lebih tinggi ya dari Presiden?,” tanya amani Jumongkas yang hanya sempat mengenyam kelas tiga SD.

“Kalau soal itu, jelas tak tahulah aku. Seim-seimnya kita,” jawab amani Edu. Maksudnya, sama-sama tak ngerti.

“Yang aku tahu hanyalah, ijuk di para-para, hotang di parlabian. Nabisuk nampuna hata, na oto tu pargadisan. Yang artinya, yang bodoh tetap jadi makanan orang pintar. Maka itu aku jadi menyesal kenapa dulu aku tak sekolah. Habis uang bapakku kufoya-foyakan. Uang penggaris, belebas, rol, meter, sekali kuminta padahal semua sama. Nah, soal hukum, sebetulnya nurani yang bicara. Dulu tak ada fasal-fasal tapi keadilan tetap berjalan. Ratu Tribuana Tungga Dewi pada masa Kerajaan Majapahit dengan tegas memotong tangan anaknya yang mencuri. Juga Justice Bao sebagaimana yang kita tonton dalam film silat. Nah, ada kah nurani para pejabat kita seperti itu?,” lirih amani Edu
Sumber : Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miniatur Gordang Sambilan

    Miniatur Gordang Sambilan

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua gadis Mandailing memperlihatkan miniatur Gordang Sambilan di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Mandailing Natal. Kampoeng Kaos Madina terus memproduksi kerajinan aksesoris budaya Mandailing dalam upaya memperkenalkan lebih intens kebudayaan Mandailing di Indonesia dan luar negeri. (foto/naskah: Dahlan Batubara)

  • Ditakuti Akan Kena Sanksi, Warga Desa Jambur Baru Batangnatal Terpaksa Setor Material Batu dan Pasir untuk Bangun Jalan yang Dirusak Kades

    Ditakuti Akan Kena Sanksi, Warga Desa Jambur Baru Batangnatal Terpaksa Setor Material Batu dan Pasir untuk Bangun Jalan yang Dirusak Kades

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online- Warga Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Madina, Sumatera Utara, hidup dalam ketakutan. Kepala Desa (Kades) Riswan Haedy diduga memaksa mereka menyerahkan material pasir dan batu kali untuk membangun kembali jalan lingkungan yang dirusaknya sendiri. “Katanya kalau gak bawa, kena sanksi dari tokoh masyarakat dan desa,” kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya. […]

  • Ini Progres Pembangunan Jembatan Natal-Batahan

    Ini Progres Pembangunan Jembatan Natal-Batahan

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL( Mandailing Online )- Jemabatan Natal – Batahan dipastikan selesai Akhir November 2023 . Kondisi saat ini rangka baja sudah terpasang dan dipastikan belum ada kendala. Hal ini dijelaskan PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) 3.4 PJN III Sumut Rachmad, ST, MT kepada Bupati Mandailing ( Madina ) Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution saat meninjau progres […]

  • Bank Sumut Beri Hadiah Siswa Berprestasi SMPN 1 Panyabungan

    Bank Sumut Beri Hadiah Siswa Berprestasi SMPN 1 Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. PT Bank Sumut Panyabungan memberikan hadiah kepada siswa SMPN 1 Panyabungan yang meraih juara I-III di setiap kelas dengan total Rp 2 juta. Hadiah khusus diberikan kepada Muhammad Muhajir, siswa kelas IX yang meraih juara umum berupa tabungan Rp 250.000. Pemberian hadiah dilakukan Wakil Kepala Bank Sumut Cabang Panyabungan, Yani Nasution, di halaman SMPN […]

  • Ivan Iskandar Batubara Bicara ” Patujoloon Mandailing”

    Ivan Iskandar Batubara Bicara ” Patujoloon Mandailing”

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ivan Iskandar Batubara Bacalon Bupati Madina berbicara ” Patujoloon Mandailing Natal “. Patujoloon adalah hata andung. Bahasayang tingkatannya dipake kasta yang tinggi, bukan kata yang dipakai sehari hari. Hali ini dikatakan Ivan Iskandar didepan wartawan yang bergabung di SMSI Madina Selasa 21/5) 2024. “Patujoloon Mandailing ” kata Ivan Iskandar diawali […]

  • Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara merilis tausiyah menanggapi situasi siaga darurat Covid-19 di daerah ini. Lima poin disampaikan, termasuk mengharamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berada di tempat umum, termasuk masjid. Tausiyah itu diterbitkan tanggal 26 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut, Prof.Dr.H. Abdullah Syah, MA dan Sekretaris […]

expand_less