Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • print Cetak

M. Aswan Hasibuan. (foto:istimewa)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi dukungan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus bergulir. Kali ini dukungan datang dari M. Aswan Hasibuan, SH, kepala Bapeda Madina pada masa pemerintahan Bupati Amru Daulay.

Pensiunan yang juga pernah menjabat kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini menilai calon bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution merupakan sosok yang memiliki multitalenta.

“Dari jejak digital yang saya ikuti, Saipullah sosok seorang yang serba-bisa (multitalenta). Baca Al Qur’an dia bisa, jadi imam pun bisa, doa pun bisa, olahraga pun bisa. Memberikan kuliah di depan mahasiswa juga bisa,” sebut pria bergelar Baginda Batang Taris itu kepada wartawan, Senin (11/11/2024).

Selain mantan birokrat, menurut alumni USU ini, banyaknya kelebihan Paslon SAHATA membuat dirinya bergabung dengan tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua ini.

Dia menjelaskan, tagline yang diusung Paslon Saipullah-Atika (SAHATA) dalam perhelatan Pilkada Madina 2024, yakni Sahata, Madina Maju, Madina Madani, sangat pas untuk Madina saat ini dan singkron dengan program nasional.

Frasa SAHATA sendiri merupakan akronim Saipullah-Atika. Sedangkan ‘Madina Maju’ mengartikan pasangan Saipullah-Atika akan membawa kabupaten ini sejajar dengan daerah lainnya di Sumatera Utara dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

“Madina Madani diartikan Madina yang memiliki masyarakat sosial dalam kedudukannya yang bermartabat. Madani adalah bumi yang penuh dengan ibadah, islamiyah dan relijius,” katanya.

Mantan pejabat di sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Madina ini mengungkapkan, untuk membangun Kabupaten Madina diperlukan sosok yang memiliki ilmu pengetahuan dan berpengalaman dalam birokrasi.

“Saipullah merupakan birokrat murni. Dilihat dari perjalanan kariernya ini merupakan calon pemimpin duniawi dan ukhrowi. Selama kariernya, dia sudah beberapa kali menjabat kepala Kanwil Bea Cukai. Beliau bintang tiga menjadi direktur di Bea Cukai. Ini kan suatu hal pengalaman yang luar biasa,” jelasnya.

Dia juga mencontohkan semasa kepemimpinan Bupati Amru Daulay. Bupati pertama Madina itu merupakan birokrat senior dan pada masanya banyak yang dia torehkan prestasi dalam membangun kabupaten ini.

“Saat ini Kabupaten Madina sangat memerlukan hal yang demikian. Mengerti birokrasi. Saya anggap Paslon Saipullah-Atika yang saat ini mampu menata kabupaten ini sehingga lebih maju lagi kedepannya,” ujarnya.

Selain itu, Aswan juga melihat Atika Azmi Utammi sebagai sosok calon wakil bupati yang berhasil. Meski demikian, dia memaklumi jika Atika selama menjabat wakil bupati Madina belum selesai mewujudkan semua program pembangunan dalam waktu tiga tahun enam bulan, apalagi ada masa pandemi Covid-19 selama satu tahun enam bulan.

“Beliau sudah berhasil membangun infrastruktur jalan dan sebagainya,” katanya.

Aswan memaklumi bahwa seorang pemimipin tidak akan mampu memuaskan keinginan seluruh masyarakat. Namun, kata dia, Atika tetap berupaya peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan rajin membantu warga yang sakit. (rel/dahlan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Peredaran narkoba di Sumut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatikan bahkan Wakil Gubernur HT.Ery Nuradi dalam satu kesempatan pernah menyebutkan sudah berada di lampu merah. Pernyataan orang nomor dua ini bukan tanpa alasan mengingat peredaran narkoba sudah menyentuh seluruh sektor kehidupan masyarakat tanpa terkecuali. Mulai dari pejabat yang tertangkap mengkonsumsi narkoba […]

  • Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.315 orang guru Honor TKS tingkat SD dan SMP di Mandailing Natal (Madina) tak memperoleh gaji selama 7 bulan. Yakni sejak bulan September hingga Desember 2017 dan berlanjut Januari-Marer 2018. “Saya tak habis pikir, bagaimana kekacauan ini bisa terjadi di Mandailing Natal. Mengapa kinerja Dinas Pendidikan bisa kacau seperti ini,” […]

  • PLN dan KJPP Gagal Menghitung Resiko Kerugian Pemilik Lahan Yang Dilintasi Sutet

    PLN dan KJPP Gagal Menghitung Resiko Kerugian Pemilik Lahan Yang Dilintasi Sutet

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pihak PLN melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dinilai sudah mengabaikan azas keadilan bagi warga yang terkena lintasan SUTET di titik lintasan Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. KJPP selaku pihak yang bertanggungjawab dalam melakukan penafsiran harga pasaran tanah, dinilai tidak melakukan perhitungan terhadap resiko kerugian yang diderita pemilik tanah kawasan pemukiman […]

  • REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pada abad ke X Arkeologi memperkirakan bangsa Hindu (Hindia Belakang masuk e wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Termasuk Mandailing Natal saat ini) yang berpusat di 3 daerah sebagai bukti sejarah yaitu adanya candi bahal diportibi, biara dipijor koling, serta biara dipidoli dan artepak disimangambat (Mandailing Godang) dari polulasi masyarakat Hindu inilah beranak pinak dan berkembang […]

  • Sedikitnya 6 Rumah Rusak Akibat Banjir dan Angin Beliung di Mompang

    Sedikitnya 6 Rumah Rusak Akibat Banjir dan Angin Beliung di Mompang

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Banjir dan angin puting beliung yang melanda Desa Mompang Julu, Mompang Jae hingga Desa Sukaramai (dahulu Sibaung-baung), Selasa (7/2) menyebabkan banyak rumah penduduk rusak. Data sementara yang dihimpun Mandailing Online di Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Madina, Rabu (8/2) menyebutkan selain rumah, sawah dan kilang padi juga menjadi korban, yakni. Desa Mompang Julu: Rumah milik […]

  • TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Saya takut, tidak punya pilihan kecuali melayani ketiga polisi itu.” Seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKI perempuan berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. New Strait Times, Sabtu 10 November 2012, memberitakan, TKI itu mengaku sebelum diperkosa tengah berjalan-jalan di wilayah […]

expand_less