Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Bupati Madina Harus Bisa Jadikan BUMD Traktor PAD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal, Ir Aspan Sofyan Batubara MM harus memutar balik keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Madina sebagai perusahaan plat merah yang di biayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun menjadi tractor Penghasilan Asli Daerah (PAD).

“BUMD Madina harus punya SOP (Standar Operasional Prosedur) dan punya pemimpin yang punya kualifikasi dan kemampuan dalam menjalankan perusahaan. Sebab sejak berdirinya Kabupaten Mandailing Natal selama 11 Tahun dengan terus mendapat kucuran dana APBD belum dapat memberikan deviden dan masih saja berinvestasi,” sebut Pengamat Ekonomi Madina Raden Saleh SE di Panyabungan, Minggu baru-baru ini.

Dikatakannya, Pemkab Madina harus melihat apa yang telah di hasilkan oleh BUMD miliknya selama ini. Mungkin terdapat segudang persoalan yang harus dirombak agar bias bekerja sesuai dengan tugasnya. BUMD harus mampu menghasilkan deviden terhadap daerah sehingga BUMD ini akan menjadi traktor PAD yang ikut membantu pembangunan Mandailing Natal.

“Pemkab Madina harus menghitung APBD Madina selama 11 tahun untuk menjadikan BUMD sebagai sarana untuk menghasilkan PAD sehingga harus ada timbale balik. Jangan uang rakyat tersebut hanyut begitu saja tanpa ada balasan, karena BUMD bertanggung jawab menghasilakan keuntungan bagi daerah,” sebutnya.

Menurutnya, BUMD yang diharapkan menopang PAD jauh dari harapan. Alih-alih untuk disetorkan ke kas, setiap tahun masih digelontorkan ratusan juta rupiah. Eksekutif dan legislative harus pokus dalam pengelolaan asset, melakukan inovasi dan kreatifitas meningkatkan PAD tanpa membebani uang rakyat yang akan meningkatkan APBD Madina.

“BUMD harus di kelola secara propesional, lazimnya seperti perusahaan yang menggunakan pendekatan korporasi. Bukan sebaliknya membebani APBD agar bermanfaat terhadap rakyat,” sebutnya.

Keberadaan BUMD harus di desain sama halnya seperti perusahaan swasta lainnya yakni dijalankan sesuai business to business agar bias untung, maju dan memberikan hasil kepada rakyat.

“Mengelolah BUMD gampang-gampang susah. Namun, faktor penentunya adalah manusia atau sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci faktor penentu maju mundurnya BUMD. Utamanya, manager yang ditunjuk pemerintah untuk mengelolah secara langsung.

Manager bersangkutan harus memiliki leadership atau enterpreneur yang baik serta terpecaya menentukan hitam diatas putih menjalankan BUMD. Intinya, dalam menjalankan penetapan harus diikuti dengan pemberian kewenangan yang luas sehingga manajemen bisa bekerja optimal,” sebutnya.

Keberadaan BUMD, selain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), ke depan harus ada upaya-upaya kreatif dan inovatif setiap kepala daerah untuk menemukan sumber-sumber alternatif bagi pemasukan pelayanan publik yang optimal, yang sebagian besar diantaranya tidak ditampung di dalam pos-pos anggaran APBD.

“Kepala Daerah harus bias menciptakan pelaku usaha dan mendinamisasi dunia usaha bisa saja lewat kerjasama operasional (KSO) atau melakukan sinergi dengan perusahaan inti rakyat yang tersebar di Pantai Barat. Melalui strategi ini, keberadaan BUMD sangat mungkin dapat mengembangkan pertumbuhan dunia usaha di daerah ini,” katanya.

Menurutnya, BUMD yang sehat jangan dilupakan mengenai persoalan kepemimpinan (leadership). Mengapa faktor leadership menjadi penting karena persoalan kebijakan yang langsung ataupun tidak langsung melahirkan para pelaku usaha baru atau pemula. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabe Merah di Madina Anjlok

    Harga Cabe Merah di Madina Anjlok

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MandailingOnline) – Dalam beberapa minggu terakhir harga cabe merah di  Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) terus merosot. Pantauan sejak Selasa hingga Rabu (3-4/3) di pasar baru Pasnyabungan, harga cabai merah mencapai Rp.18.000 hingga Rp.15.000 per kg. Putri (30) seorang pedagang cabe merah kepada wartawan mengakui trend penurunan harga mulai terjadi satu bulan terakhir, dari Rp.30.000 […]

  • Tender Renovasi Ruang Operasi RSU Natal Gagal

    Tender Renovasi Ruang Operasi RSU Natal Gagal

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tender Renovasi Ruang Operasi RSU Husni Thamrin, Natal, Madina mengalami kegagalan. Pasalnya hingga per 2 September 2020 tak ada penandatangan kontrak. Sedangkan batas akhir pengiriman dokumen kontrak ke Kementerian Keuangan adalah 31 Agustus 2020. Proyek itu adalah Renovasi Ruang Operasi (Pemasangan Peralatan MOT) bernilai Rp 4,6 milyar bersumber dari Dana Alokasi […]

  • 2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Dua PNS di lingkungan Pemkab Paluta menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanda kehormatan itu disematkan Wabup Paluta Riskon Hasibuan, di lapangan Merdeka, Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (17/8). Kedua PNS tersebut adalah H Mara Lobi Siregar yang menjabat Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu […]

  • Isak Tangis PNS Warnai Pelepasan Amru Daulay

    Isak Tangis PNS Warnai Pelepasan Amru Daulay

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Isak tangis sejumlah PNS Pemkab Mandailing Natal mewarnai acara pelepasan sekaligus perpisahan H Amru Daulay SH sebagai Bupati Madina selama 11 tahun sejak terbentuk tahun 1999 dari kabupaten induk Tapanuli Selatan. Acara perpisahan digelar di rumah dinas Bupati Madina, di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis pagi (16/9). Acara pelepasan H Amru Daulay SH yang berakhir […]

  • Dongkrak Elektabilitas, Cabup Madina Harun Mustafa Terus Lakukan Strategi Jemput Aspirasi Tanpa Batas

    Dongkrak Elektabilitas, Cabup Madina Harun Mustafa Terus Lakukan Strategi Jemput Aspirasi Tanpa Batas

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Elektabilitas calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution dan wakil Bupati Harun Ichwan Husein Nasution nampaknya terus melejit. Strategi jemput aspirasi tanpa batas dengan pemilih terus dilakukan. Setelah absen beberapa hari, Cabup Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution kembali ke akar rumput untuk serap aspirasi. Pagi ini ia makan lontong […]

  • Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Konsumen Tirta Madina di kawasan Parbangunan, Panyabungan, Madina, kecewa karena sudah 5 hari suplai air tak mengalir alias mati. “Sudah 5 hari,” ungkap Nasution kepada Mandailing Online di samping masjid Al-Muhajirin Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Jum’at (8/4/2022). Warga tak tahu mengapa aliran air mati. Mereka tidak memperoleh pemberitahuan dari […]

expand_less