Jumat, 24 Apr 2026
light_mode

Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun.
Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di Kecamatan Batang Natal dari sebelumnya Rp16.000 turun menjadi Rp14.000 per kg.

Selain harga, produksi getah karet masyarakat kini juga mengalami penurunan drastis hingga 50 – 70%.

“Hujan dalam sepekan terakhir ini benar-benar telah membuat produksi petani karet di daerah ini menurun drastis, karena para petani karet kebanyakan tidak bias menderes dengan cuaca seperti ini” ujar Sahruddin, salah seorang pedagang pengumpul kepada MedanBisnis, Kamis (4/11), di Kelurahan Kota Siantar.

Dijelaskannya, karena musim penghujan saat ini, kadar air getah karet yang dijual petani menjadi lebih tinggi, dan inilah yang menyebabkan harganya menjadi turun.

Soleh Nasution (43), petani karet mengakui satu minggu ini hanya dua kali saja menderes karetnya, itu pun banyak getah hasil deresan yang terbawa oleh air hujan sehingga menurunkan produksinya.

“Biasa kalau musim penghujan, apalagi curah hujan dalam sepekan terakhir cukup tinggi terpaksa saya tidak menderes, kalaupun kita deres bisa mengakibatkan rusaknya pohon karet. Jadi mau tidak mau ditunggu pas waktu tidak hujan, itupun selesai di deres harus langsung disimpan menghindari agar tidak terbawa air hujan. Tidak seperti selama ini dibiarkan dalam beberapa hari baru kita simpan seterusnya dijual,” ujarnya yang mengakui hasil produksinya turun hingga 70%.

Sementara dari pantauan MedanBisnis di pasar lelang karet di Gunungtua, biasa dalam satu minggu bisa mengeluarkan 2 – 3 ton karet, namun saat ini hanya berkisar 1 ton saja.

“Kalau kita kalkulasikan dari seluruh pengumpul hasil getah karet pada minggu ini hanya berkisar 1 ton saja, padahal kalau cuaca lagi bagus bisa mencapai 3 ton. Ini karena musim hujan, banyak petani karet tidak menderes,” ujar Oji Nasution salah seorang pedagang penampung di sana. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: J. Simanjuntak (Anggota Ikatan Ahli Panas Bumi Indonesia)   Energi panas bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diekspor dan sangat ideal untuk mengurangi dan menggantikan peran bahan bakar fosil nasional (solar/diesel) dan juga batubara dan merupakan sumber energi yang ideal untuk pengembangan daerah setempat. Selain itu, energi panas bumi adalah energi terbarukan yang […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 6)

    MARSIDAO-DAO (episode 6)

    • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Tai, songonjia mantong ibaen, soni dope dompak hangoluan ni halak na mian i Indonesia on. Gonanan do pamarentah i tarida pature demokrasi ni halak Barat i umpado pature ekonomi. Pamilihan DPR pe nabahatan kehe epeng ni alai, santak mar milyar bahatna, dung juguk i karosi i manangko ma […]

  • Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Para kepala desa dan camat Tambangan sudah menggodok moment Tarutung Tambangan itu. Namanya: Pekan Raya Durian Tambangan. Pekan Raya ini akan berlangsung besok, Sabtu hingga Minggu, tanggal 12-13 Pebruari 2022. Lokasinya: pinggir Jalan Lintas Sumatera titik Laru Baringin, sekitar 1 km setelah pasar Laru jika kita datang dari arah Panyabungan. Momen ini kali […]

  • Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMA Madina) hari ini menyurati Menteri Dalam Negeri ( Mendari) Gamawan Fauzi meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara yang saat ini dipenjarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur Jakarta terkait kasus suap segera di nonaktifkan. Menurut Ketua DPP IMA Madina Ahmad […]

  • Golkar Harus Klarifikasi Mosi DPRD Madina

    Golkar Harus Klarifikasi Mosi DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan-MO Partai Golkar Sumut harus melakukan klarifikasi terhadap aksi mosi tidak percaya 26 anggota DPRD Madina kepada Ketua DPRD Madina, As Imran Khaytami Daulay SH. Resfon Golkar Sumut diperlukan karena As Imran Khaytami adalah ketua DPD Golkar Madina. Pamerhati politik Madina, Abdul Muis Pulungan kepada Mandailing Online, Senin (30/1) di Panyabungan menyatakan, ancaman 26 anggota […]

  • Bupati Madina: Pramuka Harus Dimasyarakatkan

    Bupati Madina: Pramuka Harus Dimasyarakatkan

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Mandailing Natal selaku Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Mandailing Natal Ir Aspan Sofyan Batubara mengharapkan kepada Saka Bhayangkara Polres Mandailing Natal untuk memasyarakatkan Pramuka dan membhayangkarakan Pramuka. Hal itu disampaikan Bupati Madina Ir. Aspan Sofyan Batubara MM selaku majelis Pembimbing cabang pada acara pelantikan Kapolres Mandailing Natal AKBP Hirbak Wahyu Setiawan menjadi Kamabisaka, di […]

expand_less