Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
  • print Cetak


LANGKAT- Ingin jadi PNS, malah ditipu. Inilah yang dialami Supriyanti alias Yanti (35) dan rekan-rekannya, warga Dusun I, Desa Alur Gadung.

Mereka rela melakukan apa saja, termasuk menyerahkan uang tabungan mereka berjumlah Rp418,5 juta kepada Budiono (43) warga Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, selaku calo PNS yang menawari mereka menjadi PNS.

Informasi terkait penipuan CPNS ini, terungkap saat Supriyanti mengadukan Budiono ke Mapolres Langkat, Jumat (5/11) yang ditampung dalam surat dengan LP/284/XI/2010/SU/LKT.
Saat mengadu ke kantor polisi, warga Dusun I Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Langkat ini mengaku, waktu itu pelaku memberi jaminan kepadanya untuk bisa masuk menjadi PNS dengan catatan korban harus menyerahkan sejumlah uang pelican sebagai biaya pengurusan.

Uang yang diminta pelaku telah diserahkan. Tapi janji pelaku memasukkan korban menjadi PNS hingga sekarang tak juga terealisasi.

Janji menjadikan mereka PNS sudah berlangsung lama terhitung sejak Sabtu (18/9) lalu, di rumah korban di Dusun I, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang.

Saat itu, korban sedang berada di rumahnya. Lalu, pelaku datang menemui korban dengan menawarkan kerjasama kepada korban yang berniat ingin menjadi PNS.

Pelaku, menjamin dapat meluluskan korban untuk menjadi PNS di lingkungan Pemkab Langkat. Hanya saja, pelaku mengaku membutuhkan biaya pengurusan yang angkanya berpariasi.

Pelaku mematok biaya mulai Rp30 juta hingga Rp80 juta untuk masing-masing guru honor yang bersedia diuruskan oleh pelaku untuk masuk PNS. Bila ditotal, uang yang berhasil diraup pelaku mencapai Rp418,5 juta. Sedangkan, sampai saat ini, tak satu pun dari guru honor itu yang diangkat menjadi PNS.

Supriyanti (35) di kantor polisi bercerita, awalnya Ia tidak percaya begitu saja dengan janji pelaku yang mengaku dapat mengurus penggangkatannya menjadi PNS. Tapi, karena teman-temannya yang lain bersedia, Ia pun ikut saja.
Kasubbag Humas Polres Langkat Iptu Jauhari Aruan membenarkan kejadian tersebut.(ndi)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Dalam dua pekan terekhir harga ikan laut di pasar-pasar tradisional Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melonjak luar biasa. Di akhir Ramadan harga masih di kisaran Rp.18.000 per Kg menjadi Rp.35.000 per Kg. Para pedagang menjelaskan, lonjakan harga ikan laut tersebut akibat menurunnya jumlah tangkapan ikan oleh nelayan pengaruh musim badai dan terang bulan, […]

  • Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Dari data yang di dapat Mandailing Online tercatat kurung waktu Januari dan Pebruari 2024, anggaran untuk belanja obat obatan di Dinas Pertanian Pemkab Mandailing Natal ( Pemkab Madina) sudah mencapai Rp. 391.165.000 dengan rincian belanja obat obatan untuk bulan 125.550.000, kemudian bulan yang sama ada juga dialokasikan senilai Rp.137.210.000. Selain itu […]

  • Rombongan NNB Diamuk Massa

    Rombongan NNB Diamuk Massa

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tuntut Pelaku Ditangkap, Warga Sisipa Blokir Jalan Warga Desa Siloung, Sialang, dan Parindoan atau Sisipa, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, memblokir jalan dengan mendirikan tenda dan menanam pohon karet, Minggu (31/7) pagi. Aksi ini menyebabkan kemacetan sekitar 3 kilometer selama 6 jam. Menurut Kades Sisipa Ikhlas Rambe, pemblokiran jalan tersebut merupakan buntut dari aksi pengeroyokan yang […]

  • Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah sepuluh tahun menghilang, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan penanam ribuan batang Jeruk Keprok Maga di atas 50 hektare lahan di Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi. Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra baru-baru ini mengatakan, Jeruk Keprok Maga yang harum wanginya dan manis rasanya, menghilang akibat diserang […]

  • Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

    Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Risdanur, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Pemerintah resmi membuat aturan terkait dengan larangan mudik pada lebaran tahun 2021 dengan alasan menekan penularan virus Covid-19 di Indonesia. Larangan mudik ini dimulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 dengan memberlakukan beberapa penyekatan mudik di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pada beberapa titik penyekatan mudik tersebut […]

  • Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Ternyata selain  gaji aparat desa, insentif BPD, Guru Magrib mengaji, Kepala MDA, Bilal Mayit, serta insentif petugas Kesehatan desa yang diduga digelapkan Rahmad Parmonangan selaku Kepala Desa Hutajara Panyabungan Selatan, Madina. Uang kegiatan Program Keagamaan serta Kebudayaan juga di diduga diembat. Ratusan Juta Anggaran Dana Desa dan Dana Desa Tahun […]

expand_less