Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
  • print Cetak

Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200.

Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan langsung ke tempat kejadian perkara di Jalan Amal daerah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Minggu.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan jurnalis korban kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU saat jatuhnya pesawat Hawk 200 pada 16 Oktober.

Anggota Komnas HAM meminta keterangan secara detail kepada semua korban penganiayaan yang dilakukan oleh TNI AU. Hadir pada saat itu korban jurnalis, yakni Didik Herwanto dari Riau Pos, Roby dari Riau Televisi, pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro, dan Dewo dari Riau Chanel.

Sedangkan, korban dari warga yang hadir yakni Cendra dan Manson alias Mancong. Selain itu, anggota Komnas HAM juga memintai keterangan dari warga dan jurnalis yang berada di lokasi saat insiden penganiayaan terjadi.

Menurut Eko Dahana, Komnas HAM mencoba merekonstruksi kembali kejadian itu dari keterangan korban dan saksi sekaligus melihat kondisi di tempat kejadian. Kedatangan Komnas HAM, lanjutnya, tujuannya untuk mendapatkan informasi yang akurat agar tidak mudah dibelokkan oleh pihak yang berkepentingan dengan kasus itu.

“Kita ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada saat jatuhnya itu dan kejadian apa saja yang dilakukan oleh oknum TNI AU kepada wartawan dan sejumlah warga yang menjadi korban tersebut,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Eka Dahana juga terlihat membuat gambar sketsa mengenai lokasi jatuhnya pesawat dan tempat insiden penganiayaan terjadi. Mereka menemukan sejumlah fakta penting, seperti terjadinya insiden pemukulan terhadap Cendra, warga, ternyata jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Pemukulan terhadap warga ada yang jauh dari lokasi jatuhnya pesawat, itu harus diselidiki kenapa bisa terjadi,” katanya.

Komnas HAM juga berusaha untuk meminta keterangan dari korban pemukulan lainnya yang belum melapor, termasuk sejumlah warga yang menurut informasi banyak juga mengalami pemukulan.

“Kalaupun tidak bisa mengidentifikasi nama, maka ciri-cirinya pelaku pemukulan sangat penting. Disini juga kita mencari data lengkapnya berapa banyak wartawan yang dipukul dan terkena saat dilapangan. Dan data ini nantinya bisa disampaikan kepada Mabes TNI di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan Komnas HAM pada 5 November akan menjadwalkan pertemuan dengan Irjen Mabes TNI. Pihaknya menargetkan kasus penganiayaan oleh TNI AU bisa diselesaikan secepatnya sebelum bulan Desember.

“Untuk hasil yang paling utama kami mendorong adanya perbaikan kepada instansi pemerintah agar tidak terjadi hal yang sama lagi yakni kekerasan yang dilakukan oleh TNI AU,” ujarnya.

Warga korban kekerasan aparat, Cendra, menceritakan dirinya dipukuli oknum TNI di gang Kampar, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

“Saya sempat tanya, kenapa saya dipukul, disini melapor tidak bisa, silahkan melapor ke kantor kata anggota provosnya,” ujar Cendra.

Sedangkan, Manson yang juga korban mengatakan dipukuli tiga petugas TNI saat mencoba mengabadikan pesawat dari telepon genggamnya (HP).

“Saat diminta saya berikan langsung, dan langsung dipukuli bertiga, kemudian saya lari ke rumah warga. Ketika saya mau minta HP saya balik lagi malah kembali dihajar,” ujarnya.(antara/F012)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Hutapuli dan Polsek Siabu Bantu Korban Muara Saladi

    Desa Hutapuli dan Polsek Siabu Bantu Korban Muara Saladi

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Hutapuli Kecamatan Siabu, Mandailing Natal bekerjasama dengan Polsek Siabu membantu korban musibah banjir bandang Desa Muara Saladi Kecamatan Ulupungkut. Sumbangan masyarakat yang terkumpul berupa pakaian layak pakai dan sejumlah uang. Kepala Desa Hutapuli, Hanafi menjawab wartawan, Senin (22/10/2018) mengungkapkan, bantuan yang telah dikumpulkan dari warga ini bentuk solidaritas kami […]

  • Di Madina, Ada Guru Tiga Bulan Tidak Masuk Mengajar

    Di Madina, Ada Guru Tiga Bulan Tidak Masuk Mengajar

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Komisi A DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan oknum guru yang tidak masuk mengajar selama 3 bulan. Hal ini ditemukan Komisi A saat inspeksi mendadak (Sidak) ke SMU Negeri 1 Panyabungan, Kamis (10/03/2011). Kehadiran Anggota dewan langsung diterima Kepala SMAN 1 Panyabungan Suaidah Lubis di ruang kerjanya. Sementara perwakilan Komisi A yang melakukan sidak […]

  • Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi – H. Imron Lubis,S.Pd.MM yang didaftarakan DPC Partai Hanura Madina dan PBB Madina pada tanggal 26 Juli 2015 ke KPU Madina sah menurut Undang-undang Nomor 08 Tahun 2015 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 sebagai mana telah diubah dengan Peraturan […]

  • Wabup Atika: Pemkab Madina Bercita-cita Jadi Pionir Inovasi di Sumut

    Wabup Atika: Pemkab Madina Bercita-cita Jadi Pionir Inovasi di Sumut

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan bahwa Pemkab Madina bercita-cita menjadi pionir inovasi di Sumatera Utara (Sumut). Hal itu disampaikan Atika usai berkunjung ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (22/2) kemarin. “Kami bercita-cita agar Mandailing Natal bisa jadi pionir inovasi di […]

  • Alat Berat Pelaku Tambang Emas Ilegal di Ampung Siala Bebas Beroperasi Disungai Batang Natal

    Alat Berat Pelaku Tambang Emas Ilegal di Ampung Siala Bebas Beroperasi Disungai Batang Natal

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): sungai batang natal di Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali dikeruk para pelaku tambang emas ilegal. Alat berat jenis excavator beroperasi melakukan pengerukan material tanah yang bercampur butiran emas. Aktifitas itupun membuat kondisi sungai batang natal tercemari. Pengakuan warga alat berat itu milik […]

  • Dadang Darmawan Salahkan Hendro Susanto Terkait Lolosnya 2 Petahana KPID Sumut yang Bermasalah

    Dadang Darmawan Salahkan Hendro Susanto Terkait Lolosnya 2 Petahana KPID Sumut yang Bermasalah

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Tim seleksi calon anggota KPID Sumut periode 2021-2024 meyesalkan tuduhan negatif Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto atas lolosnya 2 petahana dengan SK yang diduga cacat hukum. Bagi timsel, orang yang tepat disalahkan justru politisi dari PKS tersebut. “Saya kira demikian,” ungkap Dadang Darmawan selaku Timsel, menyambar pertanyaan wartawan, Senin […]

expand_less