Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Kejatisu belum layak terbaik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung.

Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan.

“Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar kejati terbaik ke-3 se-Indonesia,” kata Kepala Divisi Advokasi, HAM dan Tipikor LBH Medan, Ahmad Irwandi Lubis kepada Waspada Online, hari ini.

Dia menjelaskan ketidaklayakan Kejati Sumut untuk mendapatkan kejati terbaik ke-3 di Indoonesia karena masih banyak kasus di Kejati Sumut yang tidak selesai bahkan mandek.

“Lihat saja kasus korupsi dengan tersangka, Rahudman Harahap hingga saat ini tidak ada ujung penyelesaiannya, kasus korupsi dana Bantuan sosial Pemprov Sumut yang sekarang ini hanya berani menjadikan tersangka kepada anak buahnya (Pegawai rendahan-Red). Sementara elitnya tidak tersentuh,” tambahnya.

Kalau terkait kebersihan dan kedisiplinan bisa jadi Sumut mendapatkan perhargaan itu. Tetapi kalau dilihat dalam penanganan kasus Kejati Sumut yang selama ini terkenal lamban dan gagal dalam menangani kasus-kasus korupsi.

Irwandi juga mempertanyakan kepada Kejaksaan Agung, apa yang menjadi penilaiannya sehingga Kejati Sumut mendapatkan penghargaan itu.

Dia mengharapkan kalau Kejaksaan Agung memberikan penghargaan harus meminta pendapat masyarakat Sumut dan LSM yang ada di Sumut. “Seharusnya penilaian jangan hanya datang dari instansinya, tetapi harus berdasarkan penilaian masyarakat,” tambahnya.

Kritik serupa juga dilontarkan aktivis antikorupsi dari Aliansi Sumatera Utara Bersih (ASUB ), Niko Silalahi. Niko menilai, Kejaksaan Tinggu Sumatear Utara (Kejatisu) yang menerima peringkat terbaik ke-3 di tingkat Kejati se-Indonesia oleh Kejaksaan Agung pada penghargaan Sidhakarya Adhyaksa tidak tepat.

“Aneh sekali, Kejatisu yang hampir setiap minggu didemo karena tidak tuntas melakukan tugasnya dalam kasus korupsi dapat penghargaan,” kata Niko kepada Waspada Online, hari ini.

Dia menambahkan, kalau Kejati Sumut mendapatkan penghargaan terbaik ke-3 di tingkatan Kejati se-Indonesia berarti Kejati di Indonesia sangat bobrok. “Kalau itu betul penilaiannya obyektif. Berarti disimpulkan kejati di Indonesia tidak beres,” tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa banyaknya penanganan kasus korupsi di Kejati Sumut yang belum tertangani. “Kasus Rahudman hingga saat ini belum ada ujungnya. Ini sudah termasuk bukti Kejatisu lamban menangani kasu korupsi,” sebutnya.

Selain itu, terlihat penanganan kasus bansos yang hingga saat ini hanya berani menahan anak buahnya. Sementara para pelaku yang memiliki jabatan tertinggi tidak ditindak.

“Darimana mana Kejatisu dinilai terbaik, hingga saat ini belum tau. Mungkin dari gedungnya yang mewah,” tambahnya.

Hari ini, Jaksa Agung, Basrief Arief menyerahkan penghargaan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kejaksaan Negeri (Kejari), jaksa dan pegawai terbaik.

Untuk level Kejati, Kejati Jawa Barat menjadi kejati terbaik se-Indonesia 2012. “Kejati Jawa Barat menjadi terbaik pertama dengan nilai 638,5. Di posisi kedua dan tiga, Kejati Jawa Tengah (624), dan Kejati Sumut (615),” kata Basrief.

Selain memberikan penghargaan ini kepada tiga kejati terbaik, Kejagung juga memberikan kejaksaan negeri (Kejari) tipe A, masing-masing Kejari Tangerang dengan nilai 638,1 sebagai peringkat pertama, disusul Kejari Jakarta Timur (637,8) di poisisi kedua, dan Kejari Palopo sebagai terbaik ketiga (634,5).

Pegawai dan jaksa berprestasi terbaik, yakni Bima Suprayoga dari Kejari Surakarta, Muhammad Zuhri dari Kejati Sulawesi Tenggara dan Aliansyah dari Kejari Yogyakarta.

Jaksa agung menyatakan penghargaan tersebut menjadi pendorong bagi kejati, kejari dan pegawai/jaksa untuk meningkatkan kinerja lebih baik lagi.

“Ini sebagai pendorong meningkatkan kerja lebih baik lagi, penilaian secara objektif dan ke depan memacu mereka agar lebih mendorong kinerjanya,” katanya.

Basrief menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para pimpinan dan jajaran yang telah membawa institusinya di daerah meraih kinerja terbaik.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudara, selaku pimpinan unit kerja kejaksaan di daerah yang telah membawa institusi yang saudara pimpin,” ucapnya.

Basrief menjelaskan, penilaian prestasi kerja terhadap kejati dititikberatkan kepada manajemen dan kepemimpinan, yakni baik tugas yustisia dan nonyustisia.(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Razia Kafe Dan Warung Maksiat

    Satpol PP Razia Kafe Dan Warung Maksiat

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita): Satpol Pamong Praja Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at (8/10) merazia kafe-kafe dan warung-warung yang di duga tempat maksiat. Sat Pol PP melakukan pembonghkaran di kafe-kafe dan waryng yang pondoknya tertutup Plt Kakan Satpol PP, Nur Kholis, saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (8/10) mengukapkan, razia ini di lakukan atas dasar perintah Bupati Madina Ir Aspan Sofian […]

  • Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NEW YORK (Mandailing Onlne) – Kalene Santana (19 tahun) masih tergolong muda saat berani memutuskan berpindah keyakinan dari Katolik menjadi seorang muslimah. Perempuan Hispanik keturunan Puerto Rico dan Dominika ini merasa kehidupannya kini lengkap. Lantaran ia hidup dan mencintai kehidupan khas Spanyol, berbahasa Inggris, namun beribadah dengan cara Islam. Santana pun meyakinkan dirinya […]

  • Salahkah Kami Mencintainya?

    Salahkah Kami Mencintainya?

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Imah Suganda Pattai Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia   Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu […]

  • Daerah Tidak Bisa Lepas dari Pers

    Daerah Tidak Bisa Lepas dari Pers

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengatakan semua daerah tidak bisa terlepas dari pers atau media. Hal itu disampaikan Erwin usai memberikan kejutan dengan mendatangi kantor PWI di Jl. Willem Iskander, Aek Galoga, Panyabungan pada Rabu (9/2). “Seperti yang saya sampaikan tadi, di semua daerah tidak bisa terlepas dari […]

  • Organik Terjal

    Organik Terjal

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Perusahaan yang Didirikan Petani (bagian 3) Oleh : Dahlan Iskan Ternyata Indonesia memang sudah bisa ekspor beras. Ironi tapi nyata. Dan ekspor itu ternyata dari Desa Kebon Agung, Sidoharjo, Wonogiri. ”Tadi malam kami kerja sampai larut malam. Menaikkan beras ke kontainer,” ujar Mahmudsyah dalam WA-nya kepada saya kemarin. Mahmudsyah adalah staf PT Pengayom Tani […]

  • Mencium Aroma Sereh dalam “Model Pembangunan Alternatif” Madina

    Mencium Aroma Sereh dalam “Model Pembangunan Alternatif” Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketika Pemerintah Belajar Sistem — Organisasi Tani Justru Tidak Diajak     Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada sesuatu yang menarik dari langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belakangan ini. Di tengah kebiasaan lama pembangunan daerah yang sering berhenti pada pembagian bibit dan proyek musiman, Pemkab Madina justru terlihat mulai bergerak ke arah yang lebih serius: […]

expand_less