Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham.
Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada sejumlah jalan lagi yang dipadati dengan kendaraan roda dua.

Sejumlah jalan di Kota Binjai, sudah terlihat padat sejak pukul 19.30 WIB. Untuk mengamankan arus lalu lintas, sejumlah petugas dari Sat Lantas Polres Binjai dan Dishub Binjai diturunkan ke sejumlah ruas jalan yang dianggap mengalami macat yang cukup parah.

Selain Sat Lantas dan Dishub sibuk dengan profesinya, sejumlah wartawan yang bekerja di harian terbitan Medan juga sibuk mencari informasi terkait kemeriahan malam Idul Adha di Kota Binjai.

Namun, kesibukan yang dialami pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai membuat ia kelelahan dan diduga tensi terus naik disebabkan melihat pengguna jalan yang susah diatur dan tidak ada hentinya sampai larut malam.

Hingga akhirnya, Aswin yang berprofesi sebagai wartawan Posmetro Medan yang malam itu sedang melakukan tugas jurnalistiknya terjebak macat di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Apotek Rosani.

Dari kejauhan, Aswin melihat sejumlah pegawai Dishub yang ditugaskan mengatur lalu lintas agar tidak terlalu macat. Namun menurut Aswin, pegawai Dishub tersebut bukannya mengatur lalu lintas malah membiarkan pengguna jalan mengendarai dengan sesuka hati, yang membuat kemacatan semakin parah.

Malam takbiran Aswin melintas dari tugu ingin ke tanah lapang guna melihat suasana malam takbir Idul Adha. Tapi, setelah Aswin sampai di Apotek Rosani, dia terjebak macat dan melihat dari kejauhan petugas dishub bukannya mengatur jalan malah membiarkan pengedara begitu saja.

“Saya malam itu memang sedikit berang dengan kinerja petugas Dishub itu, dan setelah berpapasan dengannya, saya menegur petugas Dishub tersebut, bang tolonglah atur jalan ini, nggak abang liat jalan ini macat,” ujar Aswin.

Mendengar ucapan Aswin, petugas dishub tersebut malah emosi, dan langsung mendatangi Aswin. Tak sampai di situ, Aswin langsung dicekik sampai susah bernafas. “Saya tidak menyangka petugas Dishub itu mencekiki leher saya, waktu saya didatanginya, ia langsung langsung mencekik leher saya sampai saya susah bernafas dan saya juga sempat terjatuh,” ujar Aswin.

Untuk selanjutnya, terjadi perkelahian cekcok mulut antara Aswin dengan petugas dishub tersebut dan sejumlah polisi yang berada di sekitar kejadian juga berdatangan. Namun, dalam masalah tersebut polisi malah menyudutkan Aswin. Sehingga, Aswin enggan berlama-lama cekcok dengan petugas Dishub dan polisi. Sambil menunjukan identitas, Aswin meninggalkan lokasi kejadian dan membuat laporan ke Polres Binjai, sekitar pukul 22.30 WIB, dengan nomor LP/ 879/ XI/ 2010SPK”C” Reskrim Polres Binjai 16 November 2010 dengan terlapor M Nur (Petugas Dishub-red).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, HT Fadlan, saat dikonfirmasi terkait kejadian ini meminta jangan diperpanjang. “Kita sama-sama mengerti sajalah, anggota saya malam itu juga sedang menjalankan tugas, jadi karena dari sore sampai malam anggota saya juga merasa capek. Ditambah lagi, wartawan itu mengeluarkan makian kepada anggota saya, makanya anggota saya marah,” katanya.(dan)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsistensi Pemda Madina Dipertanyakan.Publik Soroti Pernyataan Bupati Tentang Disiplin

    Konsistensi Pemda Madina Dipertanyakan.Publik Soroti Pernyataan Bupati Tentang Disiplin

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi lubuk larangan di Mandailing Natal menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi, mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN). “Pernyataan soal ketidakdisiplinan masyarakat itu sah-sah saja, tetapi publik juga berhak mempertanyakan […]

  • Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 300 warga Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal (Madina), Rabu (12/8) meminta pencabutan izin PT. Madinah Madani Mining (M3) yang melakukan usaha penambangan emas di kawasan Desa itu. Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tiba di gedung DPRD Madina sekira pukul 14.00 Wib […]

  • DCS Dapil 4 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 4 GERINDRA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 GERINDRA Madina

  • Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejak 16 Nopember 2010 lalu, Ahmad Patra Hutagalung (14), santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan meninggalkan ponpes dengan alasan tidak jelas. Bahkan, Ahmad Patra tidak mengantongi izin keluar dari wilayah ponpes. Direktur Ponpes KH Ahmad Dahlan Sipirok, Jalaluddin Pane SH melalui Wakil Direktur Bidang Kesiswaan, Kemis SPd […]

  • Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal. eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang mempuyai aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak. Tetapi ternayata orang-orang […]

expand_less