Minggu, 1 Nov 2026
light_mode

Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar telah solid mengarah pada satu calon yaitu pasangan nomor 5 yakni pasangan Arsyad-Azwar yang notabene-nya bukanlah sebagai penggerak dan yang berkecimpung dalam wilayah politik golkar di Madina. Lalu kemana suara pendukung setia Golkar selama ini?
Membaca peta politik seperti berhitung matematika kuadrat, hasil yang akan dihitung tetap berdasar pada hasil persamaan dan hasil pembagi. Dari kebanyakan yang terjadi dalam sebuah internal partai faktor dominan persamaan adalah karena keberhasilan dominasi pada pemerintahan. Suka atau tidak nama besar partai golkar di madina adalah bukan hanya karena nama “besar” bupatinya sebagai ketua umumnya.Hasil pembagi-nya adalah kepercayaan pemilih yang mulai beranjak “cerdas” tidak lagi sekedar ikut ikutan. Seterusnya aspek kepentingan yang utama menjadi stagnan dan fragmatis, golkar tidak bisa berjalan tanpa didukung secara internal dan dana yang cukup untuk bisa memenangkan hasil pilkada madina 2010. Para pendukung partai golkar yang selama ini didukung penuh oleh kekuasaan menjadi seperti kebingungan. Di satu sisi mendukung arsyad-azwar sebagai bupati pilhan dan sisi lain terdorong ke pasangan lain yang memanfaatkan ketidak tahuan(kurang sosialisasi) subjektif pilihannya
Kembali lagi ke kenyataan metamorfosis opportunis dari masyarakat madina yang cenderung memilih kekuatan politik”nama besar” sebagai pilihan utama dan tidak terlepas juga dari tujuan uang sebagai asaz pendorong. Dan sementara para politisi menganggap kekuasaan sebagai tujuan utama pencapaian pribadi, bukan atas nama rakyat seperti yang didengung-dengungkan ketika kampanye. Saya tidak heran dengan politik opportunis ini, setiap ada kesempatan harus bisa dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Ada pencalonan menjadi anggota dewan, banyak yang bisa menang karena kecukupan modal. Ada pencalonan menjadi bupati, mencari jaring kesempatan dengan uang, lalu yang tidak punya uang tinggalkan saja.
Sulit dipungkiri, Madina yang semestinya madani ini tengah menghadapi persoalan serius terkait merosotnya moralitas dan tanggung jawab para elite hampir di semua tingkat. Ironisnya, para elite yang memperoleh mandat politik cenderung ”masa bodoh” karena mata hatinya tertutup kekuasaan meskipun ada juga yang ingin berubah menjadi lebih baik.
Yang jelas Golkar sebagai partai besar jika tidak ingin “ngadat” harus segara berbenah diri menjadi ‘saudara tua” yang bijak untuk menjaring aspirasi dan mungkin harus menjadi oposisi bukan menjadi oportunis.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Harga Cabe Merah Tembus 40 Ribu/Kg

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam empat hari terakhir harga cabe merah di Mandailing Natal (Madina) terus mengalami kenaikan. Penjualan pada Jum’at (17/5/2013) menembus 40.000 rupiah dari sebelumnya 30.000 rupiah per kilo gram. Pengakuan para pedagang, kenaikan harga cabe merah akibat pasokan dari petani sedang turun, sehingga harga cendrung naik. “Pasokan cabe merah kita terima dari […]

  • Pelaku Pembacok Siswa SD di Tambangan Ternyata Dalam Pantauan Puskesmas

    Pelaku Pembacok Siswa SD di Tambangan Ternyata Dalam Pantauan Puskesmas

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Terkait  pelaku yang bacok pelajar SD di Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal pada Minggu 23/7/2023 kemaren, pihak Puskesmas Tambangan mengaku pelaku adalah salah satu dalam pantauan Puskesmas karena masuk kategori Orang Dalam Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Kepala Puskesmas Tambangan, dr.Sofyan mengatakan, ada 3 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) […]

  • Oknum Suruhan Ketua OKP Aniaya Wartawan di Madina

    Oknum Suruhan Ketua OKP Aniaya Wartawan di Madina

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Oknum suruhan salah satu Ketua OKP menganiaya seorang wartawan di Madina. Akibat penganiayaan tersebut korban atas nama Jefry Barata Lubis (42 tahun) mengalami luka di bagian wajah. Wartawan Topmetronews tersebut dianiaya di salah satu Lopo Mandheling Coffee yang ada di SPBU Aek Galoga, Panyabungan, Jumat (4/3). Berdasarkan keterangan yang diterima Mandailing […]

  • Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Petani di Mandailing Natal (Madina) bisa bergembira. Saat ini sudah ada varietas padi yang mampu menghasilkan gabah 12 ton per hektar. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) yang memperkenalkan varietas padi unggul IF (Indonesian Farmers) 16. AB2TI adalah asosiasi yang didirikan petani. Selain disebut tahan hama penyakit seperti wereng batang cokelat, penggerak […]

  • Ini Biangkerok Lemahnya Tindakan Terhadap Perhotelan yang Langgar Aturan di Madina

    Ini Biangkerok Lemahnya Tindakan Terhadap Perhotelan yang Langgar Aturan di Madina

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Natal: Untuk menjamin tidak terjadi nya lagi pelanggaran norma di lingkungan sosial Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) nampaknya masih jauh dari posisi ideal. Mengapa, sebab persoalan tekhnis Peraturan Daerah terukur lemah. Seperti hal nya, penyakit masyarakat pasangan yang bukan muhrim ditangkap di hotel saat razia pekat. Hal tersebut Kata Salamuddin Nasution Kepala Dinas […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (4)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (4)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DARI ANGKOLA KE MINANGKABAU Disunting: Dame Ambarita Di tepi Danau Toba, Singamangaraja X pura-pura melakukan pemeriksaan terakhir. Tetapi dengan menggunakan keris pusaka Gajah Dompak ia melonggarkan tali yang mengikat Pongkinangolngolan, sambil menyelipkan satu kantong kulit berisi mata uang perak ke balik pakaian Pongkinangolngolan. Perbuatan ini tidak diketahui oleh para Datu, karena selain tertutup tubuhnya, juga […]

expand_less