Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Polri masih mendalami otak pelaku di balik kebakaran hutan di Riau yang mengakibatkan bencana asap. Saat ini, Polri telah menetapkan 24 tersangka dari 17 laporan (LP) yang masuk.

“Polda Riau masih mencari pelaku yang menyuruh melakukan pembakaran. Pendalaman hasil pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat penyidikan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, saat ditemui seusai acara HUT Bhayangkara di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (1/7).

Menurut Ronny, dari 17 laporan itu, 12 LP tengah dalam sidik dan 5 LP dalam lidik. “Jumlah tersangka ada 24 orang, di mana di Bengkalis ada 6 tersangka, Dumai 2 tersangka, di Rokan Hilir ada 11 tersangka, di Siak ada 3 tersangka, dan di Pelalawan ada 2 tersangka,” jelas Ronny.

Terkait keterlibatan warga negara asing (WNA), Ronny meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan. “Nanti kita tunggu kemungkinan adanya keterlibatan WNA. Jadi sangat bergantung dari hasil pemeriksaan,” ujar Ronny.

Sementara itu, menurut Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli kebakaran hutanAmar, penyidik Polda Riau masih mendalami apakah pembakaran lahan yang dilakukan tersangka itu atas suruhan perusahaan ataukah atas inisiatif para pelaku sendiri. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari para tersangka,” ujar Boy.

Sebelumnya, penyidik Polda Riau juga telah memeriksa lima perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan tersebut.

Jerat Korporasi

Dosen hukum lingkungan Universitas Indonesia (UI), Andri Gunawan Wibisana, menilai Indonesia tidak pernah serius dalam menangani kasus pembakaran hutan yang dilakukan terkait pembukaan lahan baru. Pelaku-pelaku yang ditangkap baru sebatas perorangan tanpa berani menyentuh korporasi yang sebenarnya paling bertanggung jawab.

“Yang diseret hanya kroco-kroconya, paling hanya satu dua yang sampai ke pimpinannya. Padahal kita sudah sangat lama memiliki aturan hukum yang memungkinkan penghukuman sampai pada korporasinya,” kata Andri dalam diskusi bertema “Asap dan Jati Diri Bangsa” di Jakarta, Senin.

Dia juga menyesalkan perkembangan yang terjadi dalam kasus pembakaran hutan di Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Fokus yang dibahas adalah terlontarnya permintaan maaf oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Singapura dan Malayasia terkait asap yang dinilai sebagian orang merendahkan harga diri bangsa. Substansi terpenting adalah kenapa terjadi kebakaran berulang dan bagaimana penegakan hukumnya seakan dilupakan dalam perdebatan masyarakat.

“Seharusnya yang dikritik kegagalan pemerintah melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik. Bagaimana pemerintah melakukan pendekatan hukum dalam pembakaran hutan,” tandas dia.

Padahal, sambung Andri, pembakaran hutan merupakan persoalan yang sangat serius agar tidak sampai terus berulang. Dia mengatakan pembakaran hutan telah membuat Indonesia menjadi kontributor terbesar ketiga gas rumah kaca di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Apabila Amerika dan China melepaskan gas rumah kaca menjadi uang karena terkait energi, sementara Indonesia tidak menjadi apa-apa. “Dan itu juga kriminal,” tegas dia.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, menambahkan 52 persen kebakaran hutan itu memang untuk perluasan lahan baru yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dari Singapura dan Malaysia. Karena itu, sejak tahun 2009, dalam konvensi perubahan iklim, semua negara, khususnya Indonesia, diminta menguranginya dari efek rumah kaca dan kebakaran hutan itu. (koran-jakarta)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Juga Pemenang Tender RSU Panyabungan

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Juga Pemenang Tender RSU Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PT Betesda Mandiri yang saat ini mengerjakan pembangunan gedung Pasar Baru Panyabungan bisa dikata memperoleh durian runtuh di Mandailing Natal. Betapa tidak, selain bernasib mujur memproleh pekerjaan dalam pembangunan gedung Pasar Baru Panyabungan, perusahaan yang berkantor di Helvetia, Medan ini juga dikabarkan menjadi pemenang tender pembangunan gedung instlasi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan. Nilai […]

  • Kajari Madina Berganti

    Kajari Madina Berganti

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mandailing Natal (Madina), berganti. Kajari yang baru adalah Novan Hadian, SH. MH menggantikan Kajari yang lama Taufik Jalal yang pindah tugas ke Sulawesi. Novan Hadian disambut oleh Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution bersama pejabat-pejabat Forkopnda Madina di Sopo Godang […]

  • Cabup Madina Saipullah Saksi Akad Nikah Putri H. Wardan

    Cabup Madina Saipullah Saksi Akad Nikah Putri H. Wardan

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS – Calon bupati Mandailing Natal (Cabup Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution diminta menjadi saksi akad nikah putri tokoh masyarakat pantai barat Madina, H. Wardan Batubara. Akad nikah Sofia Wardani dan Anif Sucipta diadakan di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Kamis (17/10/2024) malam. Kedatangan Cabup Madina yang berpasangan […]

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

  • Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib lanjutan pembangunan RSU Madina di bukit Panatapan berakhir black list 2 tahun gara-gara pemkab Madina gagal menuntaskan tender. Akibatnya dana 14 milyar Rupiah ditarik pemerintah pusat tahun 2019 lalu. Padahal dana itu untuk pembangunan gedung radiologi dan gedung laboratorium. Ironisnya, Pemkab Madina tak juga bertaubat. Gagal tender juga terjadi pada […]

  • Aksara Mandailing Menyebar ke Toba

    Aksara Mandailing Menyebar ke Toba

    • calendar_month Sabtu, 4 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Aksara Mandailing dikenal dengan aksara Tulak-Tulak. Aksara ini merupakan metamorfosa dari huruf Pallawa. Berdasar penelitian para ahli sejarah dan antropolog, Aksara Tulak-Tulak ini menyebar dari selatan (Mandailing) kea rah utara (Toba). Harry Parkin dalam “Batak Fruit of Hindu Thought”, (1978:101) menyimpulkan, bahwa ”aksara tersebut masuk ke daerah Toba dari Mandailing. Dari Toba jalan yang […]

expand_less