Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11).

Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak lama, Wehner inigin menjadi guru. Ia ingin memiliki kelas, tempat dia mendidik anak-anak.

“Kenakan jilbab dan berpakaian Islami memang hal yang asing. Yang saya pikirkan saat itu adalah, saya orang yang terbuka dengan apapun, dan bertekad ini akan menjadi pengalaman berharga bagi saya,” ucapnya.

Di hari pertama, semua berjalan lancar. Sikap gugup Wahner mencari ketika teman-teman sesama guru menciptakan suasana yang nyaman bagi Wehner. Sikap temannya inilah yang membekas di hati Wehner. “Saya pikir seorang Muslim itu kaku, tegas dan serius. Nyatanya, mereka terlihat santai. Jadi, selama ini stereotip yang berkembang itu tidak benar,” ucapnya.

Tak terasa, sudah setahun Wehner mengabdi. Tidak ada tekanan apalagi intimidasi. Wehner justru semakin menikmati, jauh lebih menikmati ketimbang ia dalam lingkungan gereja. “Yang membuat saya heran itu, mengapa anak didik saya sendiri, yang Muslim, tahu cerita-cerita di Injil. Lalu mereka mulai banyak bertanya soal agamaku,” ucapnya.

Wehner memang besar dalam tradisi Katolik. Namun, ia tidak merasa nyaman dengan itu. Itu sebabnya, banyak hal dilakukannya guna memberikan rasa nyaman ketika berkomunikasi dengan Tuhan. Ia ingin hatinya merasakan kehadiran Tuhan.

Sejak menjadi guru di sekolah Islam itulah, dan mendapatkan banyak pertanyaan tentang ajaran Kristen, mendorong Wehner lebih dalam mempelajari agamanya. Di luar itu, Wehner mulai membaca buku-buku tentang Islam yang ditinggalkan anak didiknya.

Mulailah Wehner bertanya tentang ajaran Islam kepada guru-guru lain. Dialog diantara Wehner dan temannya berlangsung intensif dan mendalam. Wehner begitu bersemangat menemukan banyak hal baru dalam Islam dan Muslim.

“Saya mulai membaca Alquran. Memang ini tidak membuat nyaman keluarga saya,” ucapnya.

Ketika membaca Alquran, Wehner begitu takjub, Bibirnya gemetar, tubuhnya mengigil. “Apa yang dituliskan seperti untuk saya. Saya menangis. Namun, ada yang menghambat saya menerimanya dalam hati,” ucap dia.

Bertahun-tahun membaca dan berdiskusi dengan banyak orang. Pada akhirnya, Wehner tak bisa menahan diri. Ia pergi ke kamar anaknya, lalu ia berdoa kepada Allah. “Untuk kali pertama, saya tidak berdoa kepada Yesus. Ini membuat saya sempat khawatir apakah telah melakukan hal yang benar. Saya takut Yesus marah kepada saya,” ucapnya.

“Saya hanya bisa menangis setelah itu. Saya belum pernah merasa dekat dengan Tuhan. Tapi Alhamdulillah, keputusan saya sudah bulat dan saya menjadi Muslim, Alhamdulillah,” kata dia.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tirta Madina: Air Keruh Karena Uji Coba SPC

    Tirta Madina: Air Keruh Karena Uji Coba SPC

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Direktur PDAM Tirta Madina yang juga Asisten III Pemkab Madina, Samad Lubis menyatakan Jum’at (13/6/2014) penyebab keruhnya air yang dipasok Tirta Madina karena pihanya masih melakukan uji coba SPC bantuan Provinsi Sumatera Utara. Itu dikatakan Samad menjawab wartawan terkait sepekan terakhir air bersih yang disalurkan PDAM Tirta Madina setiap pagi keruh, akibatnya […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • Pemkab Tapsel Bagi-bagi Mobil

    Pemkab Tapsel Bagi-bagi Mobil

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Walau keuangan daerah dalam keadaan “kolaps” sehingga harus melakukan pinjaman daerah untuk menutupi belanja mencapai Rp 30 miliar, namun Pemkab Tapanuli Selatan tetap mengalokasikan dan merealisasikan pengadaan kenderaan angkutan darat bermotor baik yang dialokasikan di Sekretariat DPRD maupun Sekretariat Daerah. Sukses pengadaan 12 unit mobil dinas baru kepada alat kelengkapan dan Fraksi DPRD dalam […]

  • Kementerian Datang, Nasib Pasar Baru Panyabungan Belum Jelas

    Kementerian Datang, Nasib Pasar Baru Panyabungan Belum Jelas

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat kementerian perdagangan Indonesia meninjau Pasar Baru Panyabungan, Rabu (27/3/2019). Pejabat yang datang ini adalah Sihar Hadjopan Pohan, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan. Ini kunjungan pejabat Kementerian Perdagangan RI kali pertama setelah pasar ini terbakar bulan Juni 2018 lalu. Dan, di depan Direktur […]

  • Bupati Buka Turnamen Futsal IMA Madina Cup

    Bupati Buka Turnamen Futsal IMA Madina Cup

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), HM Ja’far Sukhairi Nasution membuka pertandingan semi open olahraga futsal Ikatan Mahasiswa Madina STAIN Cup I di lapangan Nurin Futsal, Komplek Pinago Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan, Sabtu (12/11/2022). Bupati didampingi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Madina, Miswaruddin Daulay dan beberapa organisasi perangkat daerah.Kemudian dari […]

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

expand_less