Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Sumut Wajar Dimerkarkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online)- Pengamat hukum tata negara Universitas Sumatera Utara (USU) Faisal Akbar, menilai wajar Sumut melepas beberapa daerahnya. Dilihat dari sisi pelayanan pemerintahan, kesenjangan pembangunan yang terjadi, maka selayaknya, kata Faisal, Sumut dipecah menjadi provinsi baru.

“Sebenarnya juga kan sudah pernah ada rencana pembentukan provinsi dan kabupaten yang ada di Sumut. Dan rencana itu sudah dibahas di tingkat lokal, yang menjadi aspirasi dari masyarakat. Coba bayangkan dari Medan sampai ke Madina, Medan sampai Teluk Dalam (Nias) kan terlalu jauh,” ujarnya di Medan, Minggu (27/10).

Selain itu, Faisal menilai Nias yang menjadi sebuah kepulauan, sudah memenuhi kriteria untuk membentuk pemerintahan sendiri keluar dari Sumut. “Saya pikir karena begitu jauh rentang jarak satu dengan lainya, wajar adanya tindakan supaya Sumut dimekarkan dengan beberapa daerah yang ada di sini,” terangnya.

Sementara itu, Faisal yang disinggung prihal tidak lolosnya Sumatera Tenggara (Sumtra) masuk dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Otonomi Baru yang dibahas DPR RI beberapa waktu lalu, menurut pendapatnya terdapat ketidak ngototan pihak-pihak di sana.

Sebab katanya, DPRD daerah maupun DPRD Provinsi sudah merekomendasikan pembentukan tiga provinsi keluar dari Sumut (Provinsi Kepulauan Nias, Provinsi Tapanuli (Protap) dan Provinsi Sumatera Tenggara). Selain itu, pemerintah provinsi pun sudah menyetujui pembentukan tersebut dengan mengusulkannya ke DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kalau kita lihat tata caranya, itu ada persetujuan dan mekanisme penelitian yang kemudian adanya aspirasi masyarakat. Adanya persetujuan kabupaten dan kota, dan ada persetujuan DPRD Sumut serta Gubernur. Jadi sebenarnya menurut prosedural di daerah tidak ada masalah. Masalahnya usulan itu masuk ke pusat. Ini pendapat saya, mungkin dari tiga provinsi yang kemudian ngotot dan terjadi lobi-lobi politik kepada DPR hanya dua calon provinsi (Nias dan Tapanuli),” ujarnya.

Dijelaskan Faisal, anggota dewan baik yang berada di provinsi dan pusat daerah pemilihan Sumatera Tenggara, harusnya menanyakan dan berusaha menjalin komunikasi dengan pusat menanyakan Sumatera Tenggara kenapa tidak lolos dalam RUU DOB.

Sebelumnya, RUU pembentukan Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hataran dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing disahkan DPR dalam sidang paripurna, di gedung DPR, Senayan, Kamis (24/10). Namun dalam sidang tersebut, usulan Provinsi Sumatera Tenggara urung disahkan.

Padahal, DPRD Sumut merekomendasikan pembentukan tiga provinsi baru, hasil pemekaran Provinsi Sumut dalam sidang paripurna, yang digelar pada 9 Mei 2011. Dalam sidang itu, DPRD Provinsi mengusulkan Provinsi Tapanuli, Sumatera Tenggara dan Kepulauan Nias keluar dari Sumut.

Diketahui pula, dua usulan pemekaran Provinsi Tapanuli dan Kepulauan Nias, lolos masuk dalam daftar prioritas pemekaran yang akan dibahas DPR bersama pemerintah. Empat daerah di Sumut tadi (Provinsi Tapanuli, Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hantaran dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing), merupakan bagian dari 65 daerah yang segera menjadi DOB.

Sementara rencana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra) tidak masuk 65 DOB usulan inisiatif DPR. Nantinya, jika pemekaran terjadi, Kabupaten Simalungun Hataran akan tersah dari Kabupaten Simalungun. Sementara wilayah Kecamatan yang masuk Kabupaten Simalungun Hataran, yakni Kecamatan Siantar, Gunung Malela, Gunung Maligas, Bandar Huluan, Bandar Marsilam, Bandar, Bosar Mali – gas, Kecamatan Ujung Padang, Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Haton Duhan, Dolok Batu Nanggar, Tapian Dolok, dan Jawa Mara Bah Jambi.

Sedangkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing jika berhasil dimekarkan, akan terpisah dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kecamatan yang masuk dalam kabupaten pemekaran, yakni Kecamatan Natal, Muara Batang Gadis, Batahan, Lingga Bayu, Sinunukan, dan Kecamatan Ranto Baek.

Sementara Provinsi Tapanuli akan terpisah dari provinsi Sumut yang nanti memiliki enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, dan Kota Sibolga. Sedangkan Provinsi Kepulauan Nias akan memiliki komposisi seperti Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.(tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! LGBT Makin Eksis

    Waspada! LGBT Makin Eksis

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Beberapa hari terakhir dunia maya tengah dihebohkan dengan berita tentang diundangnya pasangan gay oleh Deddy Corbuzier diacara podcast YouTube-nya. Dilansir dari Sindo News.com (Minggu, 08/05/22). Ragil Mahardika dan Frederik Vollert adalah pasangan gay yang saat ini tinggal di Jerman. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy Corbuzier banyak membahas seputar […]

  • Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun antri selama berjam jam, tidak menyurutkan niat Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )  untuk mendapatkan bantuan beras jenis bulog 10 kg. Bantuan beras tersebut merupakan Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) untuk keluarga miskin yang dilakukan pendistribusiannya melalui kantor Pos Indonesia. Kata Husein, Branch Manajer Kantor Pos Cabang Panyabungan Kota Jum’at 17/2/2024. […]

  • Karyawan PT RMM Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati Madina

    Karyawan PT RMM Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ratusan karyawan dan karyawati kembali melakukan unjukrasa di halaman Kantor Bupati Madina, Jumat, (17/4). Pengunjuk rasa menuntut agar hak-hak para karyawan dan karyawati yang selama ini  telah dikangkangi oleh pihak perusahaan sebagaimana diatur pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan segera dikembalikan.  Para Pengunjuk rasa ini juga  menuntut penghentian mutasi dan PHK karyawan secara […]

  • Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tidak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun syaratnya, harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan. “Kita […]

  • Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun
    Tak Berkategori

    Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gaji PNS Disarankan Tidak Naik Tiap Tahun Anggaram Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 tidak pro poor. Terbukti, pemerintah lebih senang menutupi jebolnya APBN dengan cara mengurangi subsidi BBM ketimbang melakukan efisiensi dan mengurangi ongkos yang sangat layak untuk dipotong. “Anggaran yang paling layak untuk dipotong adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS),” kata Koordinator […]

  • Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan tenaga medis terdiri dari perawat, bidan, apoteker dan pegawai lainnya mengadakan aksi unjukrasa dan mengancam mogok kerja, sebab dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) mereka selama 5 bulan tidak cair. Aksi demo mereka lakukan di depan RSUD Panyabungan, Rabu pagi (9/5/2018). Para tenaga medis itu meninggalkan pekerjaan mereka dan berkumpul di […]

expand_less