Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Wanita Tak Dikenal Diamankan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Isu penculikan anak semakin merebak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Apalagi setelah Polsek Panyabungan Kota mengamankan seorang wanita tak dikenal di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Rabu (24/11/2010).

Informasi yang diperoleh dari warga, wanita yang diduga angota sindikat penculik anak ini awalnya mau masuk ke rumah warga di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan. Belum sempat masuk wanita ini sudah dipergoki.

Merasa curiga warga langsung mengamankan wanita tersebut. Bahkan warga sempat ingin menghajar wanita ini karena dicurigai anggota sindikat penculik anak. Belum sempat diamuk massa, anggota Polsek Panyabungan langsung mengamankan tersangka.

Setelah dibawa ke Kantor Polsek Panyabungan Kota, warga langsung mengerumuni kantor polsek untuk melihat langsung apakah wanita tersebut anggota sindikat penculik anak.

Dahlan (34), salah seorang warga yang datang ke Polsek Panyabungan Kota mengatakan, kedatangannya untuk memastikan apakah yang diamankan itu adalah sindikat penculik anak. Karena akhir-akhir ini isu penculikan anak sedang merebak di Madina.

“Saya sendiri menerima isu ini dari pesan singkat SMS, selain itu beberapa masjid juga sudah mengumumkan supaya berhati-hati menjaga anaknya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Rabu (24/11/2010) malam, Kapolsek Panyabungan Kota AKP Zalukhu membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan seorang wanita tak di kenal dari Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan.

“Kita mendapat laporan dari warga ada wanita yang mencurigakan mau masuk ke rumah warga. Karena sedang marak-maraknya isu penculikan anak, makanya warga langsung menangkapnya dan melaporkannya ke polsek,” ujarnya.

Lanjut Zalukhu, pihaknya belum bisa memastikan apakah wanita yang diamankan tersebut adalah angota sindikat penculik anak. Karena saat diperiksa, omongannya selalu ngelantur.

“Sementara kita menduga wanita ini tidak waras. Kita tidak menemukan tanda pengenal atau KTP, jadi kita kesulitan untuk mengetahui tempat tinggalnya. Pengakuannya dia berasal dari Bandung, umur 37 tahun dan namanya dia tidak tau,” papar Zalukhu.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada wanita tersebut. Mengenai merebaknya isu penculikan anak di Madina akhir-akhir ini, Kapolsek mengatakan sampai saat ini belum ada yang melapor kehilangan anak. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Orang Pingsan Saat Antri Sembako Gratis di Medan

    Tiga Orang Pingsan Saat Antri Sembako Gratis di Medan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ratusan warga berdesakan untuk mendapatkan paket sembako gratis di Masjid Muslimin, Jalan Turi, Medan, Sabtu (20/08/2011). Sebanyak tiga orang warga pingsan karena saling berdesakan. Pengajian Silaturahmi Sejuta Umat Medan membagikan paket sembako sebanyak 4 ribu kepada warga yang dianggap kurang mampu. Paket yang dibagikan panitia berupa beras, gula, minyak goreng dan uang. Untuk mengantisipasi warga […]

  • Tak Berkategori

    Cerita Penangkapan Bupati Mandiling Natal di Rumah Persembunyiannya

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (Mandailing Online) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Hidayat ditangkap di sebuah rumah persembunyian bersama tiga orang lainnya. Informasi yang dikumpulkan, setelah proses penangkapan Plt Kadis PU Kabupaten Mandailing Natal, Khairil Anwar dan seorang swasta berinisial Surung Panjaitan Selasa (14/5), penyidik mencari tahu keberadaan Hidayat. Bahkan KPK juga […]

  • Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – Masyarakat Desa Saba Balik dan Desa Simartolu Perbatasan Kabupaten Palas dan Paluta mengeluh harga karet yang turun sejak dua bulan terakhir. Harga yang sebelumnya berkisar Rp8.000 per kilogram (kg) turun Rp2000 menjadi Rp6.000 per kg. Masyarakat setempat yang keseharian rata-rata penderes karet mengeluh disebabkan harga yang menurut, sehingga mereka tidak bisa lagi mencukupi […]

  • Pemkab Godok Pengalihan PBB Menjadi Pajak Daerah

    Pemkab Godok Pengalihan PBB Menjadi Pajak Daerah

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai menyiapkan skema pengalihan pola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) menjadi Pajak Daerah. Ini merupakan tuntunan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dimana pemerintah pusat akan mengalihkan PBB P2 menjadi Pajak Daerah. “Mengingat waktu yang singkat, Pemkab […]

  • MASSA SEMPAT BENTROK DENGAN POLISI

    MASSA SEMPAT BENTROK DENGAN POLISI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      Tiga Unit Mobil Polisi Rusak PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi pemblokiran jalan lintas Sumatera oleh warga Kecamatan Naga Juang dan Kecamatan Panyabungan Utara, Jum’at 22 Maret 2013 di titik Desa Jambur Padang Matinggi sempat bentrok dengan aparat Polres Mandailing Natal (Madina). Aparat polres datang ke lokasi dalam rangka melancarkan arus lalulintas yang terhenti oleh […]

  • Arafah Diterjang Badai Pasir, Jemaah Madina Berzikir Berdoa

    Arafah Diterjang Badai Pasir, Jemaah Madina Berzikir Berdoa

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ARAFAH (Mandailing Online) – Badai pasir disertai angin kencang dan hujan deras melanda Arafah beberapa saat menjelang waktu shalat magrib, Minggu (19/8/2018). Sebahagian para jemaah banyak yang terkejut dengan kejadian ini, apalagi tahap berwukuf hanya menjelang hitungan jam. Badai pasir dan hujan ini, ditambah lagi padamnya listrik di tenda tenda para jemaah, membuat jemaah […]

expand_less