Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
  • print Cetak

URGENSI PELAKSANAAN KONGRES KEBUDAYAAN MANDAILING

Dengan pemahaman yang baik terhadap pokok-pokok pikiran yang diuraikan di atas, serta didorong pula oleh semangat dan harapan besar untuk dapat mengangkat harkat dan martabat kita orang Mandailing secara bersama-sama sebagaimana petuah leluhur kita: sahata saoloan boti salumpat saindege, sehingga akhirnya diyakini dapat mendorong dan memotivasi kita semua, khusunya Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing untuk segera menyelenggarakan “Kongres Kebudayaan Mandailing” dengan tema utama yaitu “Revitalisasi Kebudayaan Mandailing”.

Penyelengaraan Kongres Kebudayaan Mandailing dimaksud adalah suatu kegiatan yang dipandang urgen untuk sesegera mungkin dilaksanakan mengingat banyaknya bagian-bagian esensial dan substantif dari unsur-unsur kebudayaan tradisional Mandailing yang sudah hampir punah, bahkan sudah ada yang punah sama sekali. Adapun tujuan dari pelaksanaan kongres tersebut antara lain untuk:

Pertama, menggugah kesadaran warga masyarakat Mandailing akan kegunaan dan faedah dari nilai-nilai budaya tradisionalnya sendiri.

Kedua, merevitalisasi dan kemudian berupaya melestarikan nilai-nilai budaya tradisional (seperti yang terdapat dalam Hata Mandailing, Surat Tulak-tulak, dan Dalian Na Tolu, dan sebagainya) yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing pada saat sekarang dan masa mendatang.

Ketiga, memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda-pemudi Mandailing untuk lebih mengenal dan mendalami berbagai aspek penting dan esensial dari kebudayaan tradisionalnya sebagai warisan leluhur mereka.

Keempat, memanfaatkan budaya tradisional Mandailing guna memberdayakan warga masyarakat sehingga berpotensi untuk dapat memotivasi dan sekaligus ikut serta berperan aktif dalam upaya pelestarian kekeanekaragaman kebudayaan tradisional Mandailing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

PENUTUP

Akhir kata, Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing yang beranggotakan penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa-mahasiswi dan pemuda-pemudi (naposo nauli bulung) dengan bimbingan dan arahan pemuka dan tokoh (hatobangon) masyarakat Mandailing ini sepenuhnya menyadari bahwa Kongres Kebudayaan Mandailing tersebut tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat Mandailing, baik yang berada di kampung halaman maupun perantauan. Untuk itu Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sangat mengharapkan uluran tangan dan partisipasi aktif semua pihak baik moril maupun materil. ***

***Notulen ini disusun Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 18 Juni 2013. Dikutip dari blog Gondang Mandailing milik Edi Nasution)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

  • Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sedikitnya 700 warga Kecamatan Siabu, Mandailing Natal nonton bersama film G 30 S PKI di halaman kantor Koramil 12/Siabu, Jum’at malam (22/9/2017). Acara nonton bersama sejak pukul 21.00 WIB itu bukan saja memadati halaman kantor Koramil, tetapi meluber hingga ke pinggiran jalan raya menyebabkan kenderaan yang melintas harus melambat. […]

  • Korcam dan Kordes di Kecamatan Siabu Berikrar Dukung Paslon SAHATA

    Korcam dan Kordes di Kecamatan Siabu Berikrar Dukung Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan makin tak terbendung. Itulah kondisi yang saat ini dihadapi pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). Setelah alumni Ponpes Musthafawiyah mendeklarasikan dukungan, kini giliran ratusan Koordinator Relawan Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Siabu […]

  • 6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pasca keluarnya 21 nama yang lulus administrasi peserta lelang jabatan di 6 Dinas di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, diprediksi ada 6 nama kandidat kuat yang bakalan mendapatkan posisi jabatan Kepala Dinas tersebut. Ke enam nama itu adalah mereka yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas ( Plt ) di enam Dinas […]

  • Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 1)

    Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pernah Bernama Fort Elout Oleh : Basyral Hamidi Harahap Sejarahwan Mandailing Kupasan ini antara lain merupakan cuplikan dari sebuah buku kecil berjudul Panyabungan Ibukota Daerah Tingkat II Kabupaten Mandailing Natal, 40 halaman. Penulis menyusun buku tersebut sebagai upaya ikut membantu mengatasi kebuntuan dalam proses pembentukan Kabupaten Mandailing Natal di DPR RI. Buku tersebut khusus […]

  • RETAK DI LANGIT-LANGIT RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    RETAK DI LANGIT-LANGIT RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Garis Retak – Kondisi langit-langit di atas reruntuhan tempat korban tertimbun memiliki garis memanjang dan meliuk-liuk. Keretakan pada langit-langit ini berpotensi runtuh susulan jika material reruntuhan batuan yang menimbun korban disingkirkan, sebab tumpukan reruntuhan sudah berposisi menjadi penyangga langit-langit. Situasi ini menyebabkan tim Basarnas makin sulit melakukan evakuasi. Jika material reruntuhan disingkirkan dalam upaya menjangkau […]

expand_less