Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Gatot tolak pemekaran Sumteng?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Pasca dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), kinerja Gatot Pujo Nugroho selaku pucuk pimpinan di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), kerap menuai kritik.

Mulai dari minus komunikasi, hingga beragam kebijakan Gatot yang dinilai menyalah dan arogan, karena tidak berdasarkan atas mekanisme yang semestinya. Salah satunya yakni, terkait tidak masuknya Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) dalam daftar 65 Daerah Otonomi Baru (DOB) usulan inisiatif DPR RI.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga mengatakan, penyebab kegagalan ini karena Gatot tidak berkenan menandatangani rekomendasi yang disampaikan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri), dan DPR RI. Disebutkannya ini merupakan informasi yang diperolehnya dari tokoh masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Mahadan Harahap, selaku Sekretaris Forum Masyarakat Tapanuli Selatan.

“Ini saya sedang di Jakarta menuju DPR RI, mau jumpa dengan Chairuman Harahap dan tokoh-tokoh Tabagsel di sini, untuk menanykan apa alasan yang mendas, sehingga Sumatera Tenggara tidak lolos. Jawaban semetara mereka, Gatot tidak meneken rekomendasi Depdagri dan DPR RI. Saya, masih akan mengklarifikasi ini. Kalau karena itu alasannya saya sangat kecewa kepada Gatot,” ujarnya hari ini.

Chaidir menyatakan, Sumatera Tenggara merupakan daerah yang paling memenuhi syarat untuk dimekarkan, bila dibandingkan dengan dua provinsi lainnya.

Pernyataan politisi asal Partai Golongan Karya ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diucapkan Gatot. Bahkan Gatot mengaku kaget ketika ia mengetahui Sumatera Tenggara tidak terdaftar.

“Jawaban saya kaget. Bentuknya kekagetan saya telepon salah satu anggota komisi II DPR RI daerah pemilihan Sumut. Ini cerintanya gimana, kan pansus sudah merekomendasikan tiga provinsi dan saya sebagai gubernur juga sudah melanjutkan kepada pemerintah melalui Kemendagri dan komisi II saya serahkan. Kok cuma ceritanya dua,” sebutnya.

Gatot menjelaskan, anggota Komisi II DPR RI mengatakan bahwa itu adalah inisiatif dari DPR, dan akan diusulkan untuk kembali dibahas oleh Badan Legistatif (Baleg), agar rekomendasi pansus DPRD provinsi tercapai, yakni terbentuknya Provinsi Sumatera Tenggara.

Cahiruman mengatakan, ia juga telah mendengar pernyataan dan sikap Gatot yang menyatakan terkejut mengenai keputusan ini. Maka dari itu, ia akan berusaha untuk membuktikan fakta dibalik semua ini.

“Kalau bohong, kita akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk itu. Menurut saya Gatot dengan seluruh permasalahan yang terjadi di Sumut saat ini. Makanya saya datang untuk bukan hanya konfirmasi, mau ngusut ibaratnya mau melakukan penyidikan. Saya jadi curiga juga, saya pelajari la dulu,” pungkasnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi

    Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Petugas Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu memburu pria berinisial RS yang merupakan anak Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, terkait penggerebekan rumah pribadi Ellya yang diduga dijadikan markas perjudian jenis toto gelap (togel). Pengganti Sementara Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Komisaris Besar (Kombes) Pol Herry Subiansauri mengimbau agar RS segera […]

  • Produser  Penentu Masa Depan Musik Mandailing

    Produser Penentu Masa Depan Musik Mandailing

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Dalam sebuah wawanacara dengan pemerhati musik Mandailing yang juga penulis sekaligus sutradara film “Biola na Mabugang”, Askolani Nasution mengatakan, produser menjadi faktor utama penentu masa depan musik etnik Mandailing. Menurutnya, produser musik Mandailing belum mau mengoptimalkan kualitas produksinya, terutama dalam hal kemasan baik dalam sampul maupun faktor ekstrinsiknya. Jika dicermati lebih jauh, lanjut Askolani, tidak […]

  • IYE Madina Sabut Ada Dugaan” Kong Kalikong” Penanganan Kasus Stanting di Kejatisu

    IYE Madina Sabut Ada Dugaan” Kong Kalikong” Penanganan Kasus Stanting di Kejatisu

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN-Mandailing Online:  Dengan rentang waktu bulan Desember 2024 hingga Juli 2025, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) belum memberikan kejelasan tentang status pihak-pihak yang telah mereka periksa terkait kasus dugaan korupsi stunting Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022-2023. Lambannya pergerakan dari Kejati Sumut ini menyisakan banyak pertanyaan di publik bahkan pertanyaan tersebut menjurus kearah curiga. […]

  • Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

    Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa […]

  • Siswa Disiapkan Hadapi UN

    Siswa Disiapkan Hadapi UN

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah Siswa SLTA yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebanyak 6.673 orang, terdiri dari 4.622 murid SMA/Aliyah. 2051 murid SMK. UN akan dilaksanakan secara serentak mulai 15 hingga 19 April mendatang. Sejauh ini pihak Dinas Pendidikan Madina mengaku sudah melakukan pembinaan terhadap para murid menghadapi UN […]

  • Layakkah Pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” Diucapkan?

    Layakkah Pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” Diucapkan?

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Diam itu adalah emas! Mungkin inilah nasehat yang cocok disampaikan kepada Bapak KSAD Dudung Abdurrahman. Sebab tidak punya kepabilitas menyampaikan sesuatu namun memaksakan diri untuk menjelaskan demi pembelaan dan pembenaran. Apalagi jika pernyataan tersebut dimaksudkan untuk bercanda. Layakkah ajaran agama sendiri dibawa untuk bersenda gurau? Terlebih urusan […]

expand_less