Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Gatot tolak pemekaran Sumteng?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Pasca dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), kinerja Gatot Pujo Nugroho selaku pucuk pimpinan di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), kerap menuai kritik.

Mulai dari minus komunikasi, hingga beragam kebijakan Gatot yang dinilai menyalah dan arogan, karena tidak berdasarkan atas mekanisme yang semestinya. Salah satunya yakni, terkait tidak masuknya Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) dalam daftar 65 Daerah Otonomi Baru (DOB) usulan inisiatif DPR RI.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga mengatakan, penyebab kegagalan ini karena Gatot tidak berkenan menandatangani rekomendasi yang disampaikan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri), dan DPR RI. Disebutkannya ini merupakan informasi yang diperolehnya dari tokoh masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Mahadan Harahap, selaku Sekretaris Forum Masyarakat Tapanuli Selatan.

“Ini saya sedang di Jakarta menuju DPR RI, mau jumpa dengan Chairuman Harahap dan tokoh-tokoh Tabagsel di sini, untuk menanykan apa alasan yang mendas, sehingga Sumatera Tenggara tidak lolos. Jawaban semetara mereka, Gatot tidak meneken rekomendasi Depdagri dan DPR RI. Saya, masih akan mengklarifikasi ini. Kalau karena itu alasannya saya sangat kecewa kepada Gatot,” ujarnya hari ini.

Chaidir menyatakan, Sumatera Tenggara merupakan daerah yang paling memenuhi syarat untuk dimekarkan, bila dibandingkan dengan dua provinsi lainnya.

Pernyataan politisi asal Partai Golongan Karya ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diucapkan Gatot. Bahkan Gatot mengaku kaget ketika ia mengetahui Sumatera Tenggara tidak terdaftar.

“Jawaban saya kaget. Bentuknya kekagetan saya telepon salah satu anggota komisi II DPR RI daerah pemilihan Sumut. Ini cerintanya gimana, kan pansus sudah merekomendasikan tiga provinsi dan saya sebagai gubernur juga sudah melanjutkan kepada pemerintah melalui Kemendagri dan komisi II saya serahkan. Kok cuma ceritanya dua,” sebutnya.

Gatot menjelaskan, anggota Komisi II DPR RI mengatakan bahwa itu adalah inisiatif dari DPR, dan akan diusulkan untuk kembali dibahas oleh Badan Legistatif (Baleg), agar rekomendasi pansus DPRD provinsi tercapai, yakni terbentuknya Provinsi Sumatera Tenggara.

Cahiruman mengatakan, ia juga telah mendengar pernyataan dan sikap Gatot yang menyatakan terkejut mengenai keputusan ini. Maka dari itu, ia akan berusaha untuk membuktikan fakta dibalik semua ini.

“Kalau bohong, kita akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk itu. Menurut saya Gatot dengan seluruh permasalahan yang terjadi di Sumut saat ini. Makanya saya datang untuk bukan hanya konfirmasi, mau ngusut ibaratnya mau melakukan penyidikan. Saya jadi curiga juga, saya pelajari la dulu,” pungkasnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Sebanyak 49 ribu honorer kategori satu (K1) jangan gembira dulu. Pasalnya, meski sudah dinyatakan memenuhi kriteria (MK) oleh tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan sudah mendapatkan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bukan jaminan lantas bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Terbukti hingga Selasa (10/9) sudah ribuan […]

  • Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meraih juara Lomba Video Edukasi “Cegah Kanker Dengan Cerdik” berbahasa daerah se-Sumatera Utara (Sumut). Pemenang itu diumumkan pada peringatan Hari Kanker Sedunia oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumut, Sabtu (4/2/2023). Peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman 41 […]

  • 3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus politik uang Pilkada Madina yang melibatkan tim pemenangan pasangan Dahlan-Suheri terus bergulir. Polres Mandailing Natal (Madina) telah menatapkan 3 orang tersangka dari kubu pasangan calon bupati/wakil bupati Dahlan-Suheri. Ketiga orang itu masing-masing : Khoiruddin Nasution Alias Barko (51) warga Desa Sarak Matua Panyabungan, Kasiruddin Nasution  (37) warga Kelurahan Simangambat Kecamatan […]

  • Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

    Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin lalu, saat ini sedang menjalani pemulihan trauma dan pengobatan. (19/7). Pelayanan kesehatan dihentikan, seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. Namun hingga […]

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

  • Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution Meminta para petani di wilayah Madina agar tak berlama lama untuk segera melakukan tanam ulang guna menghindari dampak Fenemona El Nino. El Nino kata Kadis dapat berdampak terhadap sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah, kekeringan, gangguan musim tanam, banyaknya penyakit dan hama tanaman, penurunan […]

expand_less