Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

DPR dorong pemerintah beri sanksi pada Australia-AS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online)- Penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, harus disikapi dengan keras oleh Indonesia. Tidak cukup hanya peringatan, tapi harus dengan sanksi tegas.

Anggota Komisi I DPR (membidangi luar negeri, hankam, kominfo) Susaningtyas mengatakan, sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap kedua negara, harus diberikan.

Apalagi, pada Kamis (7/11) hari ini Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith dijadwalkan ke Jakarta dan memberi klarifikasi.

“Siapapun yang mengganggu kedaulatan kita harus dengan tegas kita bersikap agar tidak mengganggu kedaulatan kita. Penyadapan itu harusnya diangkat sebagai isu utama dalam pertemuan tersebut. Seyogyanya pemerintah kita berani lakukan teguran tersebut,” jelas Susaningtyas kepada wartawan, tadi malam.

Kecaman-kecaman keras seperti teguran keras, tidak bisa memberikan efek. Indonesia terkesan selalu diintimidasi dan persoalan selesai hanya pada teguran keras. “Kecaman itu tanpa sanksi apa-apa ya sama dengan omong-omong kosong saja,” tegas Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

Sikap Australia dan AS yang menyadap aktivitas pemerintahan di Indonesia, membuktikan kalau mereka tidak menghargai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Secara multilateral maupun bilateral seharusnya negara lain hormati kedaulatan NKRI,” katanya.

Sydney Morning Herald pada tanggal 31 Oktober 2013 mengungkap keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Australia di Jakarta.

Surat kabar Australia itu mengutip bocornya laporan rahasia dari intelijen Australia soal Indonesia dan Timor-Timur (sekarang Timor Leste) pada 1999. Disebutkan pula Australia membaca kabel diplomatik Indonesia sejak pertengahan tahun 1950-an.

Selain Australia, fasilitas penyadapan juga berada di Kedubes Amerika Serikat untuk Indonesia. Kabar ini juga diberitakan harian Sydney Morning Herald pada tanggal 29 Oktober 2013.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan mempunyai fasilitas penyadapan. Alat penyadapan ini tersebar di seluruh kedutaan besarnya baik di Asia Timur maupun di AsiaTenggara. Untuk Asia Tenggara, termasuk dimiliki Kedubes AS di Jakarta.

Informasi ini pertama kali diungkapkan mantan agen intelejen AS yang kini menjadi seorang whistleblower, Edward Snowden. Dia membeberkan ini melalui surat kabar Australia Sydney Morning Herald. Surat kabar itu terbit pada Selasa (29/10).(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menunggu Perusahaan Daerah

    Menunggu Perusahaan Daerah

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pemerintah daerah terus didorong untuk mandiri dari sisi anggaran belanja dan secara berangsur meminimalkan ketergantungan dari pemerintah pusat. Dan, sudah lama pula diidamkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) sebagai salah satu mesin pengisi pundi-pundi pendapatan asli daerah. Namun, dilema BUMD juga ada, setidaknya terdapat dua sisi. Pertama, dari sisi eksternal, UU No. 5 Tahun 1962 […]

  • Pejabat Pamkab Madina Dimutasi

    Pejabat Pamkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah kepala dinas dan asisten di Pemkab Mandailing Natal (Madina) dimutasi pada pelantikan yang dipimpin Sekda Yusuf Nasution, Jum’at (22/8/2014) di aula kantor Bupati Madina. Sembilan pejabat eselon II yang dilantik adalah H.Samad Lubis,SE.MM diangkat menjadi Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab.Madina. Sedangkan kadis sebelumnya Murnady Pasaribu, AP diangkat […]

  • Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 200 juta dari total kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Dana Desa Tanjung Medan, Kecamatan Muara Sipongi, tahun anggaran 2023. Kegiatan ini diketahui dan diarahkan langsung oleh Plt. Kajari Madina, Yos A Tarigan, […]

  • Sampai Oktober Target PAD Madina baru 73,8%. Bapenda : Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja Masih Nihil

    Sampai Oktober Target PAD Madina baru 73,8%. Bapenda : Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja Masih Nihil

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Data dari Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) Pemkab Madina. Terhitung sampai bulan oktober target pendapatan asli daerah (PAD) baru 73,8% atau Rp.98 miliar dari target Rp.134 miliar. “Untuk target PAD Tahun 2024 di seluruh sektor itu senilai 134M, dan capaian yang telah terselesaikan di peroleh dari berbagai sumber hingga 31 […]

  • MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah dan DPR akan mengesahkan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dalam waktu dekat. Namun, keduanya dinilai otoriter karena tertutup dalam proses pembahasannya. Baik Pemerintah maupun DPR seperti menutup hak rakyat untuk memberikan saran atau mengkritik materi RKUHP tersebut. Apalagi dalam RKUHP tersebut terkandung pasal yang mengancam warga negara yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Pemerintah, […]

  • Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai Muhammad Yusuf angkat bicara soal dugaan penyelewengan gaji 1.574 pegawai honor di lingkungan Pemko Binjai Tahun 2007-2009. Yusuf meminta honorer yang merasa dirugikan, segera melapor dan membuat pengaduan. Permintaan tersebut disampaikan M Yusuf saat dihubungi via telepon, Rabu (02/03/2011). “Alokasi Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kota […]

expand_less