Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
  • print Cetak

Sulit buat Usaha karena Belum Bersertifikat

JAKARTA – Keamanan hukum tanah-tanah yang ditempati transmigran terancam. Sebab, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat, sekitar 360 ribu bidang tanah transmigran belum bersertifikat alias bodong.

Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2K-Trans) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, pihaknya terus mempercepat pembuatan sertifikat tanah hak milik bagi para transmigran. Caranya, Kemenakertrans terus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan DPR. “Seluruh tanah yang belum bersertifikat itu statusnya tidak jelas,” katanya di Jakarta, Kamis (14/11).

Menurutnya, Menakertrans Muhaimin Iskandar sudah menginstruksikan supaya mempercepat sertifikasi tanah para transmigran tersebut. Jamaluddien menambahkan, seorang kepala keluarga transmigran umumnya mendapatkan tiga bidang tanah minimal seluas 2 hektare. Tiga bidang tanah itu terdiri atas lahan pekarangan rumah dan dua lahan usaha. Berdasar data jumlah status bidang tanah yang belum bersertifikat itu, Jamaluddien mengatakan, seluruhnya dimiliki sekitar 130 KK transmigran.

Menurut dia, persoalan sertifikasi tanah itu sangat serius. Sebab, rata-rata para transmigran sudah menempati tanah tersebut selama 10 sampai 15 tahun. Kendala yang sering dihadapi pada proses sertifikasi tanah itu adalah banyak bidang tanah yang masih masuk kawasan hutan lindung. “Kemenakertrans meminta putusan agar lokasi-lokasi bidang tanah itu dikeluarkan dari kawasan hutan. Supaya bisa dibuatkan sertifikat,” paparnya.

Rencananya pengurusan sertifikat tanah para transmigran itu dibahas dalam rapat kabinet lintas kementerian pada Maret-April 2014. Menurut Jamaluddien, pemberian sertifikat itu otomatis menjamin kepastian hukum kepemilikan aset tanah secara sah dan diakui negara. Dengan kepastian hukum itu, para transmigran diharapkan bisa bekerja dengan lebih tenang dan aman di lahan-lahan mereka.

Perasaan tenang dan nyaman dalam mengolah lahan tersebut, bagi Jamaluddien, bisa memengaruhi produktivitas pengolahan lahan. Umumnya lahan para transmigran dipakai sebagai area pertanian dan perkebunan. “Produktivitas naik, otomatis mendongrak perekonomian mereka,” kata dia.

Sebelum sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi dikeluarkan, Jamaluddien mengatakan, sudah dilakukan verifikasi secara cermat. Upaya itu dilakukan untuk mencegah terjadinya sengketa. Upaya verifikasi, antara lain, lahan transmigrasi harus clear dan clean (2C). Juga, harus 4L (layak huni, layak berkembang, layak usaha, dan layak lingkungan).

Rekapitulasi saat ini, selama 63 tahun perjalanan transmigrasi, 2,2 juta keluarga sudah ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, 1.183 unit di antara 3.053 unit permukinan transmigrasi yang dibangun berkembang menjadi desa definitif.

Di sisi lain, 382 unit permukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 103 unit permukinan menjadi ibu kota kabupaten/kota, dan 1 unit permukiman transmigrasi menjadi ibu kota provinsi, yaitu Kota Mamuju (Sulawesi Barat). (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembajak KA Eksekutif Anggota Marinir

    Pembajak KA Eksekutif Anggota Marinir

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Salah seorang pelaku “pembajakan” kereta eksekutif Gajayana tujuan Malang-Jakarta, adalah seorang prajurit marinir TNI Angkatan Laut dan kini telah diamankan di Pomal Lanntamal II Jakarta. Juru Bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Surapati ketika dikonfirmasi mengatakan pelaku bernama Sertu Darso. “Ia bertugas sehari-hari di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, Lantamal III,” ujarnya […]

  • Pejabat Pemkab Madina Tidak Perlu Ke Jakarta

    Pejabat Pemkab Madina Tidak Perlu Ke Jakarta

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para pejabat di Pemkab Mandailing Natal (Madina) tidak perlu terlalu sering ke Jakarta untuk setorkan muka kepada Bupati Madina Hidayat Batubara yang saat ini menjadi tahanan KPK di rutan Guntur. “Pejabat Madina harus loyal kepada Madina, bukan loyal kepada individual. Terlalu seringnya pejabat Madina setor muka kepada Bupati Madina maka dikhawatirkan […]

  • Upaya Puskesmas Sihepeng Meraih Akreditas

    Upaya Puskesmas Sihepeng Meraih Akreditas

    • calendar_month Jumat, 2 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) –  Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu, Mandailing Natal saat ini berupaya mencapai posisi Puskesmas Terakreditasi. Langkah untuk menuju Terakreditasi itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen yang kuat oleh pimpinan manajemen, staf, tenaga medis serta komitmen pemerintahan kecamatan, desa juga seluruh masyarakat yang berada di kawasan jaringan kerja pusksemas. Sementara itu, Menteri Kesehatan RI […]

  • Penggeledahan Rumah Pelaku Bom di Palembang

    Penggeledahan Rumah Pelaku Bom di Palembang

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siang ini sekitar pukul 12 an siang saya mendapatkan kabar mengejutkan dari Si Bengal Liar (Cheptie), Kompasianer dari Palembang yang mendadak hari ini tidak bisa beraktivitas keluar rumah baik untuk Kuliah atau belajar menyetir mobil hadiah oprangtuanya. Saya fikir hanya masalah kemalasan biasa ala mahasiswa yang lagi kebanyakan tugas atau di desak Tugas Akhir. Tapi […]

  • Bupati Madina Resmikan Sumur Bor Program TNI Manunggal

    Bupati Madina Resmikan Sumur Bor Program TNI Manunggal

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Memenuhi keperluan air bersih sebagai solusi kesulitan akses masyarakat terhadap air bersih, TNI AD melalui program Manunggal Air membangun Sumur Bor Air Bersih di Desa Bonan Dolok. Pembangunan sumur bor ini diresmikan oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution dan Dandim 0212/TS Letkol Inf Amrizal Nasution, Kapolres Madina AKBP HM Reza […]

  • DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan mampu melindungi hak-hak rakyat di Batahan yang berhadapan dengan PTPN IV. Itu dikatakan kuasa hukum warga Desa Sikapas, Kecamatan Batahan, Ridwan Rangkuti, SH.MH menjawab Mandailing Online di gedung DPRD Madina usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (28/3/2022). Persoalan lahan-lahan warga yang ditengarai diserobot […]

expand_less