Minggu, 9 Agu 2026
light_mode

HB Buka Fakta: Pemprovsu Pernah Peras Bupati Madina 2,1 Miliar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
  • print Cetak

KETERLIBATAN PEMPROVSU KIAN TERLIHAT BIANG TERJADINYA SUAP

MEDAN – Bupati Mandailing Natal Non Aktif Muhammad Hidayat Batubara mengeluarkan pernyataan mengejutkan saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (5/12/2013).

Hidayat yang juga menjadi terdakwa kasus suap itu selama ini mengatakan tahu bahwa Pemerintah Provinsi meminta pungutan dalam pengurusan proyek bersumber dari Dana Bantuan Daerah Bawahan dari kabar selentingan. Namun, saat maju menjadi saksi kasus dengan terdakwa Plt Kadis Pekerjaan Umum Khairul Anwar Daulay siang tadi, Hidayat mengakui pernah dimintai uang secara langsung oleh pejabat Pemprov Sumut.

Pada sidang lanjutan di ruang sidang utama Rabu siang tadi, majelis hakim yang dipimpin Lebanus Sirait terus mengejar keterangan tentang kegiatan asistensi ke Pemprov yang disebut-sebut menyebabkan Hidayat dan Khairul meminta uang Rp 1 miliar kepada kontraktor Surung Panjaitan.

Di luar dugaan, Hidayat menceritakan tentang pertemuannya dengan Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Baharuddin Siagian pada sebuah acara konsolidasi Partai Hanura di Hotel Aryaduta Medan tahun 2012 silam. Menurutnya, pertemuan itu tidak direncanakan karena awalnya Hidayat ingin melobi Fraksi Hanura DPRD Madina untuk urusan pengesahan peraturan daerah.

“Memang betul saya dimintai uang Rp 2,1 miliar oleh Baharuddin Siagian,” katanya. Sebagai gantinya, lanjut Hidayat, Siagian menjajikan akan mengabulkan permohonan dana untuk proyek pembangunan RSUD Panyabungan.

Hidayat mengaku tidak mengabulkan permintaan Siagian. Saaat rehat sidang, ia mengaku justru tersinggung.

“Saya marahlah. Masa seorang Kabiro Keuangan memeras seorang Bupati?” katanya.

Jaksa penuntut Fitroh Rohcahyanto mengaku kaget mendengar pernyataan Hidayat. Pengakuan Hidayat itu, menurutnya, tidak ada di dalam Berita Acara Pemeriksaan.

“Tapi dia harus punya saksi juga,” katanya.

Burhanuddin Siagian pernah juga dipanggil sebagai saksi pada persidangan kasus ini. Dalam setiap kesaksiannya, ia menekankan bahwa dirinya dan Pemprov Sumut tidak pernah meminta uang dalam pengurusan dana Bantuan Daerah Bawahan.(tribun)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEJARAH KIAN KABUR

    SEJARAH KIAN KABUR

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Ranah pendidikan merupakan tempat menempa cikal bakal generasi, agar tercipta gambaran yang kuat pada peserta didik maka mata pelajaran (mapel) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu sarananya. Namun amat disayangkan bila mapel SKI ini ikut tergerus arus moderasi. Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata […]

  • Efisiensi Belanja Nasional Berdampak pada Pembangunan Infrastruktur Madina

    Efisiensi Belanja Nasional Berdampak pada Pembangunan Infrastruktur Madina

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penghematan belanja secara nasional tahun 2025 berdampak terhadap pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madina kini kehilangan Rp70,1 miliar. Hampir 95 persen kegiatan fisik yang telah direncanakan pembangunannya, tertunda akibat efisiensi ini. Penghematan menyusul Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto nomor 1 […]

  • Islam Meniadakan Perilaku Aborsi

    Islam Meniadakan Perilaku Aborsi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal   Anak merupakan amanah yang berasal dari Allah Swt. Tidak semua pasangan yang telah menikah langsung dikaruniai anak. Ada yang langsung diberikan amanah namun tak sedikit yang menunggu hingga puluhan tahun. Namun kapitalisme yang menjangkiti Negara ini telah membuat beberapa oknum untuk membuka klinik […]

  • MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Dr. Daud Batubara
    • 0Komentar

    (Refleksi Semangat Juang Ekonomi Rakyat Mandailing)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara Pegiat Ke-Mandailing-an pada Gerep Institute   Ironi Semangat Ke-Mandailing-an Setiap menjelang Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pemandangan yang hampir selalu hadir di berbagai sudut jalan Kota Kipang (Panyabungan), Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal, berderet pedagang musiman yang menjual bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga […]

  • Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Malintang Pos) :  Supir perlu waspada, sejumlah titik jalan Lintas Sumatera titik Tambangan-Muarasipongi saat ini dalam pelebaran. Pantauan, Selasa (28/9), ruas Jalinsum di sekitar Muara Mais Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) sedang pembangunan parit dan pelebaran badan jalan. Sejumlah alat berat terlihat sedang berada di badan jalan. Begitu juga tumpukan material memasuki sebagian […]

  • Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah. Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi […]

expand_less