Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pelanggaran HAM Di Sumut Didominasi Oknum Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


Medan – Pelaku pelanggaran hak asasi manusia di Sumatera Utara masih didominasi kalangan oknum polisi dengan 249 kasus dari Januari hingga Novenber 2010.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera (Bakumsu) Benget Silitonga di Medan, Kamis, mengatakan, pelanggaran HAM yang dilakukan oknum aparat kepolisian masih belum berkurang setiap tahunnya.

Dia menjelaskan, tercatat pada tahun 2007 pelanggaran HAM sebanyak 137 kasus, tahun 2008 176 kasus dan meningkat 21,9 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan pada 2009 sebanyak 277 kasus dan 2010 sebanyak 249 kasus hingga November 2010.

“Berdasarkan data tersebut memang ada penurunan, namun secara umum jumlah pelanggaran HAM oleh oknum aparat kepolisian masih tetap tinggi baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pelanggaran,” jelasnya.

Dia mengakui, sedikitnya ada enam kasus yang mereka anggap tindakan paling krusial sepanjang tahun 2010, seperti peristiwa kekerasan dan penembakan terhadap delapan orang petani di Dusun Jati Mulya, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan oleh oknum Polisi Kehutanan pada 30 November 2010.

Pelaku adalah oknum Polisi Hutan Kabupaten Labuhan Batu Selatan, dibantu oleh sekelompok orang.

“Petani yang sedang berada di ladang sawit ditembaki dan dipukuli dan korban yang tertembak sebanyak delapan orang yang saat ini keadaannya masih kritis,” ujarnya.

Selain lembaga kepolisian, Polisi Hutan secara kualitas juga dinilai telah menunjukkan peran dominan dalam pelanggaran HAM pada tahun 2010.

“Kepolisian yang belum sepenuhnya berubah semakin demokratis dan ramah terhadap HAM disebabkan Kepolisian Sumut belum sepenuhnya lepas dari pengaruh dan bayang-bayang kekuasaan dan (modal) korporasi,” katanya.

Implikasinya, tammbah dia, kepolisian tidak optimal menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat, penegak hukum, dan penjaga ketertiban yang independen. Malah di beberapa kasus, kepolisian masih menjalankan peran sebagai “pemungut rente” atas kasus antara rakyat dengan korporasi, dan rakyat seperti petani, buruh, wartawan serta aktivis LSM tetap menjadi korban pelanggaran HAM.

“Kami berharap Kepolisian Sumut secara serius melakukan upaya peningkatan profesionalisme dan kompetensi agar semakin berdasar pada penguasaan konteks dan persoalan kontemporer lokal (HAM, hukum adat, hukum tanah, hukum perburuhan, hukum anak, hukum pers, perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga), sehingga terjadi peningkatan kapasitas reaksi kepolisian dan kepuasaan atas pelayanan kepolisian,” tambahnya.
Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution * Perbincangan tentang figur semakin mengemuka dikalangan masyarakat khususnya didaerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah tidak terkecuali di Mandailing Natal pasca revisi UU Pilkada. Dengan mudah kita bisa mengikuti perbincangan politik disemua tempat. Tidak hanya dikursi-kursi legislatif atau eksekutif namun juga yang tidak kalah menariknya hampir diseluruh “lopo” sudah mulai […]

  • Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Melihat grafik perkembangan ODP dan PDP yang terus naik, pemerintah daerah di Tabagsel harus totalitas menanggulangi covid-19. Pemerintah daerah tidak bisa lagi setengah-setengah. Kepala daerah melalui gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 yang dalam hal ini kepala BPBD harus mengintensifkan konsolidasi lintas sektoral agar informasi terkait dengan virus Corona harus up […]

  • Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami membantah bahwa mobil jenis Pajero yang di kontrak oleh Badan Keuangan dan aset Daerah bukan diperuntukkan khusu sebagai mobil kendaraan Dinas nya, melainkan hanya dipakai sementara. ” mobil ini dirental jauh jauh sebelum mobil palisade rusak, bukan dianggarkan untuk dipakai Wakil Bupati, tapi […]

  • 6 Rumah Tak Terselamatkan, Saatnya Mobil Pemadam Ada di Natal

    6 Rumah Tak Terselamatkan, Saatnya Mobil Pemadam Ada di Natal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 6 rumah di Pasar III Natal, Kecamatan Natal, Selasa (21/04) memberikan peringatan bahwa Pemkab Mandailing Natal sudah harus menyediakan mobil pemadam kebakaran di kawasan Pantai Barat Madina. Sekiranya ada mobil pemadam yang ber pos di Natal, maka jumlah rumah terbakar di peristiwa itu dapat diminimalisir. Sejauh […]

  • Bupati: Di Masa Kepemimpinan Saya Roda 4 Harus Masuk Sulangaling

    Bupati: Di Masa Kepemimpinan Saya Roda 4 Harus Masuk Sulangaling

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SULANGALING (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menyampaikan di masa kepemimpinannya roda 4 (empat) harus masuk ke wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis. Hal itu disampaikan Bupati ketika mengunjungi masyarakat di wilayah tersebut pada Kamis (20/1). “Terkait jalan menuju empat desa ini saya pastikan di era kepemimpinan saya kenderaan […]

  • Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diingatkan agar mewaspadai terjadinya banjir dan tanah longsor di bulan November dan Desember yang diprediksi akan terjadi hujan yang berlebihan. Drmikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizfan Juliardi, Rabu (29/10). Untuk kategori banjir berada di kawasan-kawasan yang dilintasi aliran sungai. Banjir bisa […]

expand_less