Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 30 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan.

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka pilih organisasi yang cenderung dekat dengan pelaksanaan teknis pendidikan. “Misalnya organisasi pendidikan yang memiliki atau menaungi langsung sekolah-sekolah,” katanya.

Menteri asal Surabaya itu mencontohkan organisasi pendidikan yang bakal diajak bergabung adalah dibawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Seperti diketahui dua ormas Islam itu memiliki badan otonom yang khusus mengelola pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi.

Organisasi pendidikan lain yang akan dilibatkan adalah Persatuan Guru Republik Indonesia yang juga memiliki unit pengelola sekolah. Kemudian organisasi pendidikan seperti Majelis Pendidikan Kristen, Majelis Pendidikan Konghucu, Hundu, dan Budha. “Implementasi kurikulum baru ini adalah kebutuhan bersama,” kata Nuh.

Nuh menegaskan bahwa realitas di lapangan guru yang mengajar kurikulum baru tidak hanya yang berstatus sebagai PNS. Tetapi sebagian lagi juga ada guru swasta. Dia mengatakan Majelis Pendidikan Kristen bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru yang berada di provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara teknis pelatihan kurikulum baru ini berjalan selama 52 jam dan dilaksanakan selama satu minggu.

Meskipun melibatkan banyak pihak, Nuh mengatakan Kemendikbud tetap berwenang memberikan standar pelatihan, penyiapan instruktur nasional, dan pembiayaan. Dia mengatakan Kemendikbud akan menyiapkan pola laporan pelaksanaan pelatihan guru untuk implementasi kurikulum baru yang dilaksanakan sejumlah organisasi pendidikan.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, implementasi kurikulum 2013 bakal digenjot habis-habisan tahun depan. Untuk itu dia meminta Kemendikbud benar-benar mempersiapkan dengan matang. “Jika tidak, Kurikulum 2013 terlihat gagah padahal di dalamnya bolong-bolong,” katanya.

Sejumlah aspek dalam perubahan kurikulum ini disorot PGRI. Mulai dari kondisi kekurangan guru di sejumlah daerah. Kemudian perubahan paradigma penilaian siswa untuk jenjang SD dan sederajat. “Bagaimana guru bisa melakukan penilaian yang menyeluruh, jika rombongan belajarnya gemuk,” ujarnya. Di sejumlah daerah, Sulistyo mengatakan ada rombongan belajar yang berisi hingga 60 siswa.

PGRI juga menyoroti kesiapan pelatihan guru karena sampai saat ini data pokok pendidikan (dapodik) masih belum beres. Dia menyebutkan Kemendikbud mengklaim guru-guru yang direkrut dalam pelatihan itu sudah siap karena disaring dari dapodik. Tetapi nyatanya saat pelatihan banyak guru yang bingung karena disaring dengan cara “asal tunjuk”. “Pelatihan guru tahun depan harus lebih baik,” pungkasnya. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (4)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (4)

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Mandailing dan Perang Paderi Pada tanggal 13 agustus 1814, Inggris dan Belanda melakukan perjanjian yang isinya menyatakan bahwa jajahan Belanda di Kepulauan Nusantara yang telah diambil Inggris harus dikembalikan kepada Belanda. Dengan dijalankan perjanjian itu pada tahun 1816, maka Belanda kembali berkuasa di Padang. Pada masa itu peperangan antara kaum […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • Harga Naik di Panyabungan

    Harga Naik di Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua hari terakhir harga kebutuhan merangkak naik di pasar Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pantaun wartawan di pasar lama Panyabungan, Rabu (19/6/2013) harga beras yang seharga 240.000 per sak menjadi 250.000 rupiah. Minyak goreng curah dari 10.000 menjadi 11.000 rupiah per kilo gram. Telur ayam ras dari 28.000 rupiah menjadi […]

  • Pemuda LIRA Madina Gelar Aksi Peduli dan Berbagi

    Pemuda LIRA Madina Gelar Aksi Peduli dan Berbagi

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di masa pandemi covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berbagai upaya sosial dilakukan sejumlah kalangan untuk membantu masyarakat yang terdampak, sekaligus melakukan himbauan pentingnya menjaga kesehatan. Seperti yang dilakukan pengurus DPD Pemuda LIRA Kabupaten Mandailing Natu (Madina), Kamis (03/09/2021) di Panyabungan. Pemuda LIRA turun ke jalan di bawah teriknya sinar […]

  • Ingin Nagih “Hutang Pilkada” TGSC Datangi Kantor Saipullah Nasution di Kantor Bupati Madina

    Ingin Nagih “Hutang Pilkada” TGSC Datangi Kantor Saipullah Nasution di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online –Pemandangan tak biasa terjadi di Kantor Bupati Mandailing Natal, Bukit Payaloting, Kamis (30/4/2026). Rombongan mengatasnamakan Tim Gordang Sambilan Canter (TGSC) mendatangi ruang kerja Bupati Saipullah Nasution. Tujuan mereka satu” menagih utang Pilkada”. Ketua TGSC Miswaruddin Daulay memimpin langsung rombongan itu. Namun upaya mereka kandas. Bupati Saipullah tak ada di kantor. “Harus dijadwalkan dulu […]

  • FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) “Semakin rancu” adalah dua kata yang menggambarkan mereka yang mencoba menyudutkan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024, Erwin Efendi Lubis (EEL). Kerancuan ini terlihat ketika mereka mengomentari tentang keterkaitan EEL dalam seleksi PPPK Madina tahun 2023 tanpa memahami regulasi.”demikian dikatakan Alwinsyah Nasution Ketua Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) dalam […]

expand_less