Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Madina Harus Seriusi Sektor Pendidikan Agama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mendorong semakin berkembangnya pondok pesantren dan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah), pendidikan keagamaan dan kejuruan terkait dalam upaya lebih membumikan religiusitas dalam sendi-sendi kehidupan di Madina.

Itu dikatakan Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina, Irwansyah Lubis SH yang juga anggota DPRD Madina, Kamis (2/1/2014.

PPP sendiri dalam APBD Madina 2014, telah memperjuangkan penambahan anggaran untuk pendidikan keagamaan berupa upaya menaikkan insentif guru Pontren dan MDA. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkab Madina menjanjikan akan mengabulkan itu pada Perubahan APBD nantinya.

Setidaknya insentif guru Pontren dan MDA dari Pemkab Madina sama dengan insentif guru mengaji Magrib yaitu sebesar Rp200-250 ribu perbulan, dari selama ini hanya Rp 100 ribu per bulan.

“Ini sudah sering kita perjuangkan setiap pembahasan anggaran, namun mengingat keterbatasan anggaran, Pemkab Madina menjanjikan akan menampung itu pada perubahan APBD tahun ini juga. Harapan kami Pemkab Madina tidak menundanya lagi, karena kita sangat prihatin melihat gaji yang diperoleh para ulama dan ustadz-ustadzah kita,” ujarnya seperti dikutip Harian Metro Tabagsel.

“Bagaimana bisa mereka mengajar maksimal jika gaji yang diperoleh tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka, artinya ini demi perbaikan pendidikan keagamaan di Madina, sebab yang namanya lembaga pendidikan semuanya adalah sama,” ungkap Irwansyah yang juga Caleg DPRD Madina dari PPP Dapil 3 nomor urut 1 itu.

Selain pendidikan keagamaan, Pemkab Madina juga harus memperhatikan pendidikan kejuruan yaitu SMK baik negeri maupun swasta, dan saat ini memang yang paling urgen dan diprioritaskan bukan lagi pendidikan gratis tetapi peningkatan mutu pendidikan di sekolah kejuruan.

“Sekolah Kejuruan sebagai upaya mencetak tenaga ahli dan terampil, mengingat daerah kita memiliki potensi Sumber Daya Alam yang kaya dan sungguh luar biasa. Namun tidak bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat hanya disebabkan tidak adanya tenaga ahli dan terampil, misalnya potensi pertambangan, perkebunan dan pertanian yang luar biasa,” jelasnya.

“Ironisnya sampai sekarang kita belum mampu mendirikan sekolah khusus di bidang itu, meskipun tidak dengan mendirikan sekolah khusus setidaknya indikator dalam pemberdayaan potensi alam yang ada di daerah kita bisa disinkronkan dengan melengkapi sarana dan fasilitas di sekolah, sehingga ke depan lahir lulusan sekolah kejuruan di Madina yang siap kerja dan ahli di bidangnya untuk mengelola SDA yang ada di Madina agar benar-benar kekayaan alam itu bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya lagi.

Selain itu, sistem pelayanan kesehatan gratis yang dicanangkan Pemkab juga perlu dipertajam agar lebih objektif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, misalnya dengan program pelayanan kesehatan berbasis desa.

“Efektifnya adalah dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan di tingkat desa misalnya melengkapi alat kesehatan di Poskesdes, tenaga medis harus stand by 24 jam, sehingga tidak terjadi seperti selama ini, pelayanan kesehatan di tingkat desa seolah-olah tidak ada akibat seringnya petugas kesehatan merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum atau Puskesmas.

Yang berakibat program peningkatan pelayanan kesehatan pemerintah itu tidak berjalan, dan inilah yang akan kami perjuangkan ke depan, semoga paradigma dan program yang selama ini bisa lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Madina,” tambahnya.

Sumber: Metro Tabagsel (JPNN)
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa di Raorao Lombang Digunakan Bangun Jalan ke Perkebunan Kopi Rakyat

    Dana Desa di Raorao Lombang Digunakan Bangun Jalan ke Perkebunan Kopi Rakyat

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Dana Desa tahun ini dikucurkan bagi infrastruktur ekonomi di Desa Raorao Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Infrastruktur ekonomi itu berupa peningkatan jalan menuju sentra perkebunan warga jenis rabat beton sbenyak 4 jalur dengan total panjang sekitar 1.980 meter. Kepala Desa Raorao Lombang, Irpan Ismail menjawab wartawan pekan lalu menyebutkan upaya […]

  • Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Aparat kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambang emas ilegal yang beroperasi di lahan bekas tambang M3 Simpang Durian dan Kelurahan Tapus  di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Berikut adalah daftar inisial nama yang diduga pemilik tambang emas ilegal sekaligus alat berat yang beroperasi di lokasi: AM, AD, […]

  • Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oposisi Jangan Mencari Kelemahan, Tapi  Ikut Berperan   Panyabungan (MO)– Pemkab Madina perlu mendorong rangsangan mengalirnya arus investasi sektor swasta ke Madina. Disamping itu, juga perlu upaya merangsang meningkatkanya skil dan kemampuan penduduk usia kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan, kaitannya dengan strategi perluasan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif. Menarik investor baru ke […]

  • 3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Walaupun pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melangsungkan proses fit and proper test (uji kelayakan, red) terhadap 3 calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), namun hingga saat ini Sumatera Utara (Sumut) masih minus akan keberadaan Sekdaprovsu definitif. Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri menuturkan, tidak tertutup kemungkinan ketiga nama calon Sekdaprovsu […]

  • Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memaparkan hasil pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pantai barat Madina pada masa pemetintahan Sukhairi-Atika. Hal itu dia sampaikan dalam setiap pertemuan dengan warga di beberapa desa dalam lima hari kampanye di kawasan pantai barat, yakni Kecamatan Muara Batang Gadis, Sinunukan, […]

  • Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini pemerintah pusat hingga daerah, juga DPR hingga DPRD “memproklamirkan” bantuan langsung tunai (BLT) dan Sembako untuk rakyat mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Corona (Covid-19). Pertanyaannya: apakah BLT dan sembako itu cukup mengatasi krisis ekonomi rakyat? Berapa lama ketahanan sembako itu? Cukupkah untuk 3 bulan pertama? Lalu setelah 3 bulan pertama berlalu, apakah negara […]

expand_less