Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

BAHASA MANDAILING (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
  • print Cetak

Oleh : Z Pengaduan Lubis

Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing.

Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang dipakainya, sudah pasti orang yang bersangkutan akan menjawab bahwa bahasa yang dipakainya ialah bahasa Mandailing. Dia tidak akan mengatakan bahasa Angkola Mandailing.

Dan kalau kita tanyakan kepada orang Angkola, bahasa apa yang dipakainya, sudah tentu ia akan menjawab bahasa Angkola. Keadaan yang demikian itu membuktikan bahwa tidak ada bahasa Angkola Mandailing.

Kenyataan memang menunjukkan bahwa orang Mandailing dan orang Angkola menggunakan satu bahasa yang sama. Tapi orang Angkola mengakui bahwa bahasa yang dipakainya atau bahasa ibunya ialah bahasa Angkola dan orang Mandailing mengakui bahwa bahasa ibunya ialah bahasa Mandailing.

Dalam hal ini dapat kita gunakan pendapat pakar bahasa H.N. Van Der Tuuk untuk menjelaskan persoalannya. Van Der Tuuk pernah melakukan penelitian mengenai bahasa Mandailing dan beberapa bahasa etnis lainnya yang terdapat di Sumatera Utara.

Dari hasil penelitiannya mengenai bahasa Mandailing, Van Der Tuuk mengemukakan (1971: XLVII), “Dengan mengacu ke pantai barat Sumatera, dengan aman dapat dikatakan bahwa bahasa Mandailing meluas dari Ophir atau pegunungan Pasaman di sebelah selatan sampai ke perbatasan bagian utara dari Sipirok dan Batang Toru. Bahasa Mandailing terbagi menjadi bahasa Mandailing utara (juga disebut bahasa Angkola) dan bahasa Mandailing selatan. Belum mungkin untuk merumuskan batas-batas yang pasti di antara keduanya”.

Keterangan atau pendapat Van Der Tuuk ini menunjukkan dengan jelas sekali bahwa bahasa orang Mandailing dan bahasa orang Angkola ialah bahasa Mandailing. Tetapi bahasa Mandailing yang digunakan oleh orang Angkola disebut juga bahasa Angkola.

Dengan demikian jelas pulalah bahwa sebenarnya tida ada bahasa Angkola Mandailing seperti yang belakangan ini mulai disebut-sebut oleh orang-orang tertentu. Perbuatan yang demikian itu benar-benar merupakan suatu kekeliruan (untuk tidak menyebut manipulasi) yang seharusnya tidak dilakukan oleh sarjana bahasa, yang seharusnya mengetahui tentang prinsip dan sikap emik dan etik dalam mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan, termasuk mengenai bahasa sebagai salah satu unsure kebudayaan yang sangat penting.

Bahasa Mandailing (khususnya yang digunakan oleh kelompok etnis atau masyarakat Mandailing pada masa yang lalu) atau yang disebut oleh Van Der Tuuk sebagai bahasa Mandailing utara, terdiri dari lima ragam. Masing-masing dinamakan oleh orang Mandailing sebagai:

1. Hata Somal
2. Hata Andung
3. Hata Teas Dohot Jampolak
4. Hata Sibaso
5. Hata Parkapur

“Hata Somal” ialah ragam bahasa Mandailing yang dipergunakan oleh orang-orang Mandailing dalam percakapan sehari-hari sampai pada saat ini.

“Hata Andung” ialah semacam ragam bahasa sastra, yang pada masa dahulu khusus digunakan oleh orang-orang Mandailing pada waktu meratapi jenasah dalam upacara kematian. Juga digunakan oleh gadis ketika ia meratap di hadapan orang tuanya pada saat akan berangkat meninggalkan mereka untuk selanjutnya dibawa ke rumah keluarga calon suaminya.

“Hata Taes Dohot Jampolak” ialah ragam bahasa caci-maki yang khusus digunakan ketika terjadi hal-hal yang tidak baik (pertengkaran atau perkelahian).

“Hata Sibaso” ialah ragam bahasa yang khusus digunakan oleh tokoh Sibaso (medium perantara alam nyata dan alam gaib) ketika berada dalam keadaan kesurupan (kerasokan) dan juga digunakan oleh Datu (penyembuh tradisional) pada waktu melakukan pengobatan.

“Hata Parkapur” ialah ragam bahasa sirkumlokusi yang khusus digunakan ketika orang berada di tengah hutan. Pada masa yang lalu digunakan oleh orang-orang Mandailing pencari kapur barus ketika berada dalam hutan. Itulah sebabnya maka ragam bahasa tersebut dinamakan hata parkapur. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMGP dan Rakyat Puncak Sorik Marapi

    SMGP dan Rakyat Puncak Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Menerobos Jalan Buntu)     Rakyat termasuk dalam bahasa klasik. Sehingga mendengar kata rakyat, bagi bangsa ini pasti akan selalu membatin pada sebuah rentetan dari kemelaratan, perjuangan, semangat, keteguhan, bela negara dan hal lainnya yang berhubungan dengan kesetiaan berbangsa dan bernegara. Dia merupakan objek yang harus dibangun menjadi subjek yang dapat menikmati kebahagaian dan kenyamanan […]

  • Progres Pematangan Lahan Bandara Madina 86 Persen

    Progres Pematangan Lahan Bandara Madina 86 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Pematangan lahan  bandar udara (bandara) Madina sudah mecapai 86 persen. Pematangan lahan dan gali uruk itu merupakan kegiatan konstruksi tahap 1 pembangunan badara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Konstruksi tahap 1 ini berupa konstruksi lahan untuk runway sepanjang 1400 meter, lahan untuk pendirian terminal […]

  • Bullying Gagal Teratasi, Islam Kaffah Hadir Jadi Solusi

    Bullying Gagal Teratasi, Islam Kaffah Hadir Jadi Solusi

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Dhea Rahma Artika
    • 0Komentar

    Oleh: Dhea Rahmah Artika, A.Md.Keb Praktisi Kesehatan, Aktivis Dakwah Remaja  Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem Pemalang, berusia tujuh tahun meninggal dunia pada 30 September 2026. Sebelumnya ia diduga mengalami kekerasan oleh kakak kelas. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari. Polisi kemudian memeriksa keluarga, pihak sekolah, dan teman korban serta melibatkan […]

  • Masjid di Amerika Serikat Diduga Dibakar

    Masjid di Amerika Serikat Diduga Dibakar

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran ini. Sebuah masjid di Joplin, Missouri, Amerika Serikat rusak total setelah terbakar, Senin 6 Agustus 2012. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah insiden ini disengaja atau tidak. Laman CNN memberitakan, otoritas setempat sedang menginvestigasi penyebab munculnya api. Kamera keamanan hancur karena kebakaran ini. Seorang saksi mata menuturkan api membakar masjid […]

  • Hari Ibu Menjadi Kelabu

    Hari Ibu Menjadi Kelabu

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Enni Etika Mardia, S.Pd Aktivis Peduli Ummat / tinggal di Padangsidempuan Bulan  Desember dikenal dengan hari Ibu. Sebuah kebiasaan yaitu tepat tanggal 22 Desember diperingati hari ibu setiap tahunnya. Pada peringatan hari ibu adalah momen untuk mengingat kembali bagaimana peran penting seorang ibu dalam kehidupan. Dengan bimbingan ibu, setiap anak menjadi lebih memahami kehidupan. Dengan […]

  • 11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pada Kamis (27/2/2014) lalu dilakukan pertemuan tiga pihak di aula kantor bupati Mandailing Natal (Madina) antara Muspida, PT.Sorikmas Mining dan perwakilan Naga Juang. Dalam pertemuan itu dilahirkan 11 poin penyelesaian masalah yang diyakini menjadi titik awal membangun formula-formula baru dalam menyelesaikan masalah kontrak karya pertambangan yang menguntungkan semua pihak. Ke- 11 […]

expand_less