Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pengadaan Buku Baru, Kepala Sekolah Perlu Diawasi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
  • print Cetak

SIANTAR – Pengamat pendidikan Armaya Siregar berpendapat bahwa hal yang paling rawan dalam perubahan kurikulum ini adalah perihal pengadaan buku.

"Yang kita lihat paling rawan itu soal buku. Kita sepakat memang dengan apa yang dinyatakan menteri bahwa kita belum siap dengan Kurikulum 2013. Cuma antisipasinya untuk semester depan ini kurang. Buku Kurikulum 2006 ini sudah sulit didapat. Sudah langka. Kalaupun mau dicetak baru apa mungkin dalam waktu dekat ini. Belum lagi anggarannya, kan gak mungkin dibebankan ke siswa," ujarnya, melalui sambungan ponsel, Senin (15/12/2014).

Armaya mengatakan, sangat sulit jika buku Kurikulum 2006 harus diadakan dalam kurun waktu singkat.

"Penyediaan buku ini sulit. Harga buku-buku Kurikulum 2006 ini pun lebih mahal. Jauh lebih mahal daripada buku-buku Kurikulum 2013," katanya.

Ia menyebut, yang paling patut diawasi dalam pengadaan buku adalah kepala sekolah. Kepala sekolah, katanya, kerap menerima tawaran menggiurkan dari penerbit sehingga harus mengadakan buku.

"Kalau soal permainan, yang rawan itu di Kepala Sekolah dengan penerbit. Itu biasanya bermain. Jadi penerbit itu sering memberikan rabat ke kepala sekolah. Ada kesan pemaksaan juga ini nanti dengan janji rabat itu," katanya.

Armaya menganjurkan agar pemerintah membuat buku versi online yang dapat diunduh oleh sekolah-sekolah.

"Harapan kita ya, pemerintah harus cepat tanggap soal buku ini. Perlu pemerintah membeli hak cipta langsung. Lalu diletak di internet, jadi sekolah tinggal mengunduh. Jadi biar cepat. Dananya juga jadi lebih murah. Dananya nanti bisa diambil dari Dana BOS. Kalau dicetak lagi oleh penerbit, apa sanggup? Gak mungkin. Dananya pasti besar dan itu pasti lambat. Yang resah sekarang orang tua. Mereka gak mungkin mau beli buku lagi sampe Rp 800 ribu atau Rp 700 ribu. Dan kita harap guru dan kepala sekolah konsisten. Kalau buku abangnya atau kakaknya dulu ada bisa digunakan. Nah, sekarang persoalannya bujuk rayu penerbit ke kepala sekolah. Jangan sampe buku setiap tahun tukar. Guru pun sebetulnya kesal kalau tiap tahun buku ganti. Jadi di samping memudahkan guru, juga tidak akan memberatkan siswa," katanya.

"Komite Sekolah harus mengawasi ini. Komite harus tegas. Kepala sekolah juga harus bijak. Jangan mudah terbujuk iming-iming rabat dari penerbit," katanya.

Di sisi lain, Komite SMA Negeri Pematangsiantar Jansen Napitupulu mengatakan, pihaknya akan tetap mengawasi kebijakan Kepala Sekolah. Namun, menurutnya, Kepala Sekolah hanyalah korban kebijakan dari atas.

"Tapi sebetulnya Kepala Sekolah ini korban. Ada keharusan datang dari pemerintah. Jadi seakan-akan kepsek yang bermain," katanya. Jansen memastikan pihaknya akan mengawasi setiap tawaran yang datag dari penerbit. "Memang penerbit ini sering menawarkan. Ujungnya dana BOS kita bengkak. Habis," katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pematangsiantar Tolopan Doloksaribu mengatakan, sekolah diperbolehkan menggunakan buku Kurikulum 2013 hingga akhir semester genap.

"Gak apa-apa dengan buku Kurikulum 2013. Gak harus yang baru. Setelah itu nanti kita juga sembari menunggu petunjuk baru. Apakah ada dananya dari BOS atau enggak," katanya.

Tolopan pun mengatakan bahwa buku Kurikulum 2006 yang lama dapat dimanfaatkan sepanjang relevan. "Boleh saja kalau masih sesuai. Karena materinya banyak yang berubah," ujarnya.(tribun medan)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis (almarhum) Bahasa Daun-daunan Di samping kelima macam ragam bahasa yang telah dikemukakan di atas, pada masa lalu masyarakat Mandailing juga memiliki satu ragam bahasa yang lain yang dinamakan hata bulung-bullung (ertinya daun-daunan). Ch. A. van Ophuysen menamakannya bladerentaal. Berbeda dari bahasa yang biasa, yang digunakan sebagai kata-kata dalam hata bulung-bulung […]

  • Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Sekretaris Komisi I DPRD Madina Iskandar Hasibuan meminta Bupati HM Hidayat Batubara mencopot Mhd Idris Batubara sebagai Sekretaris Camat Panyabungan Kota dengan mencabut SK pengangkatannya. Pasalnya, eks PNS Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) itu diduga memalsukan surat rekomendasi persetujuan pindah Bupati Labura ke Pemkab Madina. “Saya melihat Bupati Madina harus segera menuntaskan persoalan ini, meskipun […]

  • Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam sebulan terakhir hama tikus melantak sejumlah kawasan persawahan di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Akibatnya, sekitar 20 hektar tanaman padi rusak dengan rincian 13 hektar kerusakan ringan, 5 hektar kerusakan sedang, dan 2 hektar kerusakan berat. Penyusutan produksi padi di kawasan Panyabungan musim ini diperkirakan 2 ton akibat serangan […]

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • Wow!!! Bibir Obama Dapat 12 Jahitan Setelah Disikut

    Wow!!! Bibir Obama Dapat 12 Jahitan Setelah Disikut

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    WASHINGTON – President Barack Obama mendapat 12 jahitan di bibir saat bermain bola basket. Demikian keterangan yang dilansir Gedung Putih dan dikutip ESPN, Sabtu (27/11/2010). Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, Rey Decerega yang bekerja di Institut Kaukus Kongresional Hispanik, secara tak sengaja menyikut sang presiden dalam pertandingan tersebut. Sang presiden mendapat jahitan di […]

  • Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu. Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza […]

expand_less