Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Fakta donasi Australia ke Aceh

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
  • print Cetak

JAKARTA – Manajer dana internasional Bank Dunia untuk bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, Joe Leitman, mengatakan dana bantuan yang dijanjikan Australia tidak sampai ke Aceh.

Pada wawancara radio yang dikutip laman ABC, 20 Agustus 2005 lalu, Leitman ketika itu mengatakan kontribusi pemerintah Australia hanya seperdelapan dari $1 miliar atau Rp12,8 triliun yang dijanjikan.

Pada Januari 2005, setelah terjadinya bencana tsunami pada 26 Desember 2004, pemerintah Australia mengumumkan keinginan memberi donasi, di bawah apa yang mereka sebut kemitraan Australia-Indonesia. Dana itu akan digunakan untuk membangun rumah-rumah bagi para korban bencana.

"Akan baik untuk melihat kontribusi Australia, dan mungkin bertanya kemana (dana) itu sampai," kata Leitman.

Leitman bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan dana sebesar $4 miliar yang didonasikan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Belanda dan Norwegia.

"Kesan awal publik adalah, oh itu satu miliar dolar untuk Aceh. Tapi, jika Anda membedah itu, setengahnya adalah pinjaman lunak yang dapat diambil atau tidak diambil kembali oleh pemerintah Australia," kata Leitman.

Sementara sisanya diberikan dalam bentuk hibah. "Kurang dari seperempat (dari hibah) yang akan sampai ke Aceh, sisanya akan digunakan untuk mengejar kepentingan strategis pemerintah Indonesia dan Australia di seluruh Indonesia," tambahnya.

Sehingga jumlah sesungguhnya yang dapat sampai ke Aceh, paling hanya hanya seperdelapan. Komentar Leitman itu telah membuat organisasi Aidwatch mendesak pemerintah Australia untuk transparan.

Tim O`Connor dari Aidwatch, mengatakan pemerintah Australia tidak pernah transparan, tentang berapa sebenarnya dana yang dialokasikan untuk bantuan tsunami di Aceh dan Sumatera Barat. Dana tsunami Australia digunakan di luar Aceh.

"Proyek-proyek pemerintahan, beasiswa, tanggap bencana, mungkin dibutuhkan. Kami tidak memperdebatkan itu," kata O`Connor.

"Tapi, itu bukan dana tsunami dan itu semua semestinya tidak didanai, dari apa yang dikira publik Australia untuk bantuan bencana tsunami," ujar O`Connor.

Sumber : waspada
 

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENUJU TAPSEL YANG LEBIH TANGGUH (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

    MENUJU TAPSEL YANG LEBIH TANGGUH (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Meloncat dengan Carbon Credit Membaca Gagasan Gus Irawan tentang Ekonomi Hijau Batangtoru   Oleh: Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum Ada satu bagian dari pernyataan Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang layak diberi perhatian lebih jauh. Gus Irawan tidak ingin konservasi Batang Toru berhenti pada urusan menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati. Ia menyebut sejumlah […]

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    • calendar_month Senin, 7 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KPU Mandailing Natal, Agus Salam Nasution menegaskan, KPU Madina tidak berwenang dan tidak dapat membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus bagi warga binaan yang berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kotanopan. Hal itu disampaikannya untuk menyahuti permintaan Kepala Cabang Rutan Kotanopan perihal permohonan pengadaan TPS khusus di Cabang Rutan Kotanopan. […]

  • Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mangantisipasi peningkatan arus mudik tahun ini, sejumlah perbaikan titik jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sidempuan dan Mandailing Natal (Madina) sudah selesai pengaspalannya. Titik yang digasak mulai dari titik Tugu Siborang, Kota Padangsidimpuan hingga Ranjo Batu, Muara Sipongi di batas Sumatera Barat sepanjang 120 km. Di Desa Lumban […]

  • Manindo Mart di Kayujati Menjadi Perhatian Menko Perekonomian RI

    Manindo Mart di Kayujati Menjadi Perhatian Menko Perekonomian RI

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Minimarket Manindo Mart yang terletak di Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menjadi perhatian Menteri Kordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution. Darmin Nasution melakukan tinjauan ke Manindo Mart, Jum’at (11/5/2018). Keberadaan Manindo Mart bukan karena sisi minimarketnya, tetapi eksistensi Koperasi Mitra Madindo yang mendirikan Manindo Mart. Koperasi Mitra Manindo sendiri adalah koperasi […]

  • PIPANISASI DISTRIBUSI BBM MENYUSURI JALAN TOL

    PIPANISASI DISTRIBUSI BBM MENYUSURI JALAN TOL

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI DISTRIBUSI BBM   Oleh: Rahmad Daulay*   PROLOG Antrian BBM pasca banjir bandang di Sumatra kembali memperlihatkan rapuhnya rantai distribusi BBM ketika daerah dilanda bencana alam. Banjir yang merendam jalan utama merusak jembatan dan menghambat mobilitas membuat suplai BBM dari terminal ke SPBU tersendat. Situasi ini menyebabkan masyarakat terpaksa mengantri berjam-jam hanya […]

expand_less