Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

 Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta

 

Ketika dialog tentang Pilkada Madina 2016 di media sosial, mengemuka pra-wacana tentang kriteria Calon Bupati Madina. Salah satu dan yang pertama saya tawarkan adalah kriteria Marga Mandailing. Banyak juga komentar yang masuk.

Salah satu tanggapan bernada proters terhadap gagasan kriteria itu datang dari teman fb bernama @Zul Mardongan Fikar. Sayang, saya tidak sempat memberikan argumentasi yang cukup. Dalam kesempatan itu saya sampaikan, sekilas kriteria yang saya tawarkan hanya menguntungkan tokoh-tokoh ber-marga Mandailing.

Maka saya tuliskan di situ: "Tapi, sama sekali ini bukan primordialisme. Sebenarnya kita meminta pertanggungjawaban sosio-kultural dari setiap mereka yang mewarisi marga. Jadi, jangan cuma enaknya memakai marga."

Lebih dari itu, saya juga tegaskan dalam media sosial itu, bahwa menjadi bupati/wakil bupati itu bukanlah pekerjaan yang enak, apalagi berlaku seenaknya. Maka, di sini juga saya tanyakan: apakah argumentasi saya logis, masuk akal dan bisa diterima?

Bukan Primordialisme

Sekali lagi, saya tandaskan, kriteria marga ini bukan primordialisme, etnosentrisme atau agoisme kultural. Jadi, mohon maaf, yang kebetulan tak bermarga Mandailing sebaiknya tahan diri dulu atau ambil sikap 'tau diri' dulu. Biarkan mereka yang hari ini mewarisi marga secara genetik (darah) tampil dengan sikap bertanggungjawab untuk memperbaiki (pature) Madina ini.

Santabi sapulu maradopkon mora, kahanggi, anak boru umumna koum sasudena di group fb #Merbas Batang Gadis pembaca Malintang Pos dan umumnya masyarakat Mandailing Natal, baik yang berdomisi di dalam maupun di luar Madina.

Manjelang detik-detik menegangkan dan mendebarkan Pilkada Madina 2015 ini, kami meminta sedikit perhatian. Get memangkal argumentasi, yang nantinya mungkin saja bisa diterima atau ditolak, tentang relevansi marga dalam kriteria figur ideal Calon Bupati Madina periode 2016-2021.

Dalam kalkulasi antropologis, mengedepankan persyaratan Marga Mandailing sebagai satu dari sekian kriteria figur yang dimiliki Calon Bupati atau Wakil Bupati merupakan patokan yang sangat signifikan. Malah, anggo adong halakna, dungi antong anggo bisa, itu termasuk tokoh na marasal sian kalangan harajaon, keturunan ni raja-raja Mandailing Godang do.

Mengapa? Mengapa harus yang berkualifikasi marga/harajaon? Ini pertanyaan mutlak. Mamang harus ada dasar dan alur logika yang sehat di balik tesis yang terkesan sangat-sangat konservatif dan ortodok ini.

Apa pun definisinya, konsep marga merujuk pada pengertian marga dalam bahasa ibu masyarakat Mandailing.

Dalih Konservatif

Tentu saja, ada alur cerita dan logika dari tesis ini. Beberapa dalih berikut dapat menguraikannya, yaitu:

1. Wujud Madina saat ini, setelah berusia 16 tahun, sangat absurd. Selain karena banyak pihak yang bersikap seolah tak mampu lagi memperbaiki keadaan, sebahagian kalangan justeru seperti sepakat untuk memancing di air keruh, menggunting dalam lipatan, karena menganggap Madina kini seperti benang kusut, sudah tak dapat diperbaiki lagi, sudah seperti menegakkan benang basah dan merasa lebih baik paoto-otohon ketimbang dipaoto-oto.

2. Banyak pihak yang terlibat langsung dalam pergumulan ide, obsesi dan emosi hingga Madina saat ini memiliki karakteristik yang mengerikan, rancak di labu tapi di dalamnya seperti benang kusut. Sebut saja beberap pihak di antaranya: kepala daerah, partai politik (parpol), birokrasi, pengusaha, ormas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan dan lain-lain yang secara signifikan dan formal punya peran dalam geliat glamor perjalanan 16 tahun Madina ini. (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Pejabat Ikuti Seleksi Calon Sekda Madina

    4 Pejabat Ikuti Seleksi Calon Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Total empat pejabat yang tertarik menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejak pengumuman seleksi calon sekda Madina tanggal 25 Juni 2019 hingga batas akhir penerimaan berkas 2 Agustus 2019, tercatat empat calon yang mengajukan berkas yang diterima panitia seleksi. Keempat pejabat itu, Alamulhaq Daulay (saat ini menjabat Asissten […]

  • TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TABUYUNG (Mandailing Online) –  Tim Percepatan Pembangunan Desa Tabuyung (TPP-DT) bersama ratusan warga Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal menggelar aksi unjuk rasa, Selasa, (17/06/25) menuntut realisasi kebun plasma sawit. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap PT. Tri Bahtera Srikandi (PT. TBS) yang dinilai belum merealisasikan kewajiban membangun kebun plasma seluas 20% dari lahan […]

  • Penyebar Spanduk Pungli Harusnya Buktikan Secara Hukum, Bukan Opini

    Penyebar Spanduk Pungli Harusnya Buktikan Secara Hukum, Bukan Opini

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penasehat Hukum Pemkab Mandailing Natal (Madina) Nur Miswari, SH mengingatkan bahwa ruang publik tidak seharusnya digunakan untuk membangun opini tanpa landasan fakta yang valid. Itu dinyatakan Miswari mewakili Pemkab Madina menanggapi fenomena munculnya spanduk-spanduk bernada tudingan pungutan liar (pungli) dan desakan mundur terhadap kepala daerah di sejumlah titik strategis. Pemkab […]

  • Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa keberatan. Pasalnya, biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) disebut mencapai Rp20.000 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rp50.000. Mahalnya biaya pembuatan KK dan KTP tersebut terungkap saat puluhan massa tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (Madina) terdiri dari PC PMII Madina, Madina Institute, Pantai Barat Mandailing Foundation, PMP Madina, IMA […]

  • Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menerima 350 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terdiri dari 130 tenaga guru, 95 tenaga kesehatan dan 125 tenaga teknis. Demikian Kepala BKD Pemkab Sergai Drs H Ahmad Zaki MAP melalui Plt.Kabag Humasy Sergai Drs Rachmad Karo-Karo kepada wartawan, Senin (15/11) di ruang kerjanya. Jumlah tenaga guru yang diterima meliputi guru […]

  • Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : FAUZAN HELMI RANGKUTI, M.Si Sekretaris MD Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Madina  Sumber daya manusia dalam organisasi sangat penting karena sebagai motor penggerak dari seluruh kegiatan atau aktivitas dalam mencapai tujuan organisasi maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi. Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mempertahankan eksistensi organisasi diawali dari mengelola sumber daya manusia, khususnya […]

expand_less