Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

UU 23 Tahun 2014 Mulai Menimbulkan Masalah di Sektor Investasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelambanan penerbitan Peratutan Pemerintah untuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mulai menimbulkan masalah, terutama terkendalanya penerbitan dan perpanjangan izin-izin terkait investasi di bidang kelautan, kehutanan serta energi dan sumber daya mineral.

Itu diungkapkan tokoh masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal, Ir.Ali Mutiara Rangkuti kepada wartawan, Selasa (07/07).

“UU 23 tahun 2014 menyebabkan berubahnya beberapa kewenangan daerah dalam urusan-urusan tertentu, khususnya dibidang investasi dan perizinan-perizinan yang menyertainya. Hal tersebut menuntut reaksi cepat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, demi menjaga stabilitas iklim investasi,” katanya.

“Dalam UU tersebut, penyelengaraan urusan pemerintahan bidang kelautan, kehutanan serta energi dan sumber daya mineral menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah propinsi. Sementara regulasi teknis terkait pemberian maupun perpanjangan izin di bidang-bidang itu, menurut UU tersebut belum juga terbit, karena memang rentang waktu yang diberikan UU tersebut paling lambat dua tahun” imb uhnya.

Masalah yang muncul, lanjut Ali, bukan hanya menghambat rencana investasi di daerah dikarenakan belum dapatnya menerbitkan izin baru sesuai UU tersebut, namun juga berpotensi menghentikan kegiatan investasi yang izinnya habis dalam kurun waktu 2 tahun ini.

 

Efek Domino Kekosongan Regulasi

Dalam wawancara tersebut, Ali juga memaparkan bahwa dampak dari kekosongan regulasi tersebut bukan hanya akan terwujud dalam bentuk kerugian maupun penurunan pendapatan pemerintah, namun juga berdampak pada ekonomi mikro di tingkat masyarakat.

“Sebagai contoh, dalam kasus izin kapal penangkapan ikan yang belum dapat diperpanjang, efek langsungnya adalah bahwa masyarakat yang bekerja di kapal tersebut tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Dan di daerah-daerah tertentu, hal ini bisa saja berdampak semakin mengecilnya produksi ikan tangkapan, dan memicu lonjakan harga ikan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ini semua bukan kerugian yang sedikit bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

 

Terbitkan Pergub Sebagai Alternatif

Menyimpulkan pembicaraanya, pengusaha yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal ini mengharapkan kepada pemerintah provinsi tidak berdiam diri menghadapi hal ini. Harus ada sebuah terobosan alternative untuk menyelesaikannya.

“Karena PP-nya baru terbit 2 tahun kemudian, maka sembari menunggu peratutan pemerintah itu, kita mendorong agar pemerintah propinsi dapat menyusun dan menerbitkan regulasi yang bersifat temporal sebagai antisipasi dalam bentuk peraturan gubernur sesegera mungkin, dengan tetap membangunan komunikasi yang cukup dengan pemerintah pusat. Saya optimis proses penyusunan dan penerbitan peraturan gubernur tersebut akan berjalan dengan cepat, dan kegelisahan di kalangan investor akan teratasi dengan baik,” kata Ali.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pesan Atika Azmi Saat Menghadiri Pengajian BKMT

    Ini Pesan Atika Azmi Saat Menghadiri Pengajian BKMT

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengingatkan para orangtua untuk lebih aktif mengawasi anak, terutama penggunaan handphone dan pergaulannya. Atika menyampaikan hal itu saat menghadiri pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Madina, Minggu (24/11/2024). Menurut Atika, pada era yang makin canggih […]

  • Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution

    Brigjend TNI Sofwat Nasution Nyatakan Maju di Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Menyusul banyanya dorongan dan dukungan, akhirnya Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution menyatakan siap maju sebagai bakal calon bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut. Dihadapan sejumlah tokoh Mandailing Julu di Kotanopan, Senin sore (15/7), dia menyatakan siap bertarung pada Pilkada Madina 2020. “Jika masyarakat menghendaki,  saya siap maju menjadi calon bupati Madina,” kata […]

  • Ahli Hukum Tata Negara : KPU Madina Sudah Harus Putuskan Rekomendasi Bawaslu Sebelum Pencoblosan

    Ahli Hukum Tata Negara : KPU Madina Sudah Harus Putuskan Rekomendasi Bawaslu Sebelum Pencoblosan

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu Mandailing Natal (Madina), sesegera mungkin harus diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Keputusan ini sebaiknya diambil sebelum masa pencoblosan, hal ini dikarenakan akan memberikan kepastian hukum atas rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu Madina. Hal ini dikatakan oleh Ahli Hukum Tata Negara, DR. Mirza […]

  • Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa Masdoelhak? Masdoelhak adalah anak Padang Sidempoean kelahiran Siboga. Nama lengkapnya Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan, cucu dari Soetan Abdoel Azis dari Goenoeng Toea, Mandailing. Ayah Masdoelhak bernama Nazar Samad Nasoetion gelar Mangaradja Hamonangan (lahir di Padang Sidempoean) dan ibunya bernama Namora Siti Aboer br Siregar (lahir di Padang Sidempoean). Masdoelhak, anak keenam dari tujuh […]

  • Tambang Pasir Resahkan Warga Pidoli

    Tambang Pasir Resahkan Warga Pidoli

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kegiatan penambangan pasir di Pidoli Lombang meresahkan warga. Pasalnya warga belum mengetahui apakah aktivitas itu sudah memperoleh izin eksploitasi atau belum. Penambangan pasir itu berlokasi di sungai Aek Pohon, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Informasi yang dihimpun Mandailing Online, Selasa (2/8/2022) perusahaan yang melakukan penambangan itu berjenis […]

  • Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai 29.000 MW. Namun kapasitas terpasang hanya sekitar 1.300 MW. Wakil Presiden Budiono mengatakan minimnya kapasitas terpasang pembangkitan terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara para pemangku kepentingan. Untuk itu, instansi pemerintah harus bekerja sama dengan para pihak menghilangkan berbagai hambatan agar proyek […]

expand_less