Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
  • print Cetak

 

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kesulitan hidup ditengah rendahnya harga karet, menyebabkan akan-anak harus ikut mengais rezeki menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Ini di Desa Tombang Bustak, Kotanopan, Mandailing Natal Madina). Kalangan anak-anak, remaja, wanita dan para kepala keluarga, berbaur di antara bongkahan batu dan pasir untuk mencari biji emas di Sungai Batang Gadis.

Selama ini penduduk setempat dan mayoritas warga Madina menggantungkan pendapatan keluarga dari komoditi karet, tetapi akibat harga karet yang jatuh dalam beberapa tahun terkahir menyebabkan mayoritas warga Madina kalang kabut akibat pendapatan dari penjualan karet alam tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Warga Tombang Bustak memperoleh peluang mendapatkan bijih emas dengan cara mendulang pasir di badan Sungai Batang Gadis yang dikeruk alat berat milik PT. Tamiang Karya guna keperluan material bangunan.

Pantuan Mandailing Online, Kamis (21/10), sejak pagi hari saat alat berat mulai beraksi untuk memuat material batu dan pasir ke dalam dump truk, puluhan warga sudah menunggu di sekitar lokasi. Masing-masing di antara mereka  membawa ember, goni plastik tempat manampung pasir. Usai alat berat memuat bahan material ke atas dump truk, sang operator pun mengumpulkan pasir untuk warga.

Tidak berselang lama, wargapun  berebut  mengambil pasir. Pasir itu didulang  untuk memilah biji emas dari biji pasir.

Pendapatan warga bervariasi. Mulai dari 10.000 hingga 300.000 rupiah per hari. Tergantung nasib baik.

Semakin siang, warga yang ikutpun semakin banyak, sebab usai pulang sekolah anak-anak di wilayah ini pun akan ikut mendulang biji emas.

Rusli, salah seorang warga yang ikut mendulang, mengatakan, dirinya sudah hampir dua bulan ikut serta mencari emas di sungai itu.

“Hasil yang didapatkan pun bervariasi, terkadang hanya 50 ribu, bisa 100. Ribu, bahkan pernah 300 ribu, tapi kadang tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Diakuinya, dirinya ikut mencari emas  karena rendahnya harga karet. “Harga karet lagi murah, tidak mencukupi kebutuhan, kita terpaksa mencari pekerjaan alternatif. Keberadaan alat berat ini sangat membantu bagi warga di daerah ini, usai memuat material pasir dan batu ke atas dump truk, si operator mengumpulkan  material pasir dan batu untuk warga,” ucapnya.

Sementara itu, Habibi (12) seorang anak yang ikut mendulang mengatakan ikut mencari emas untuk menambah uang saku dan uang sekolah.

“Untuk menambah uang saku dan uang sekolah, lumayan sehari bisa mencapai  20.000 sampai 50.000.  Setiap pulang sekolah kami datang kemari. Kalau hasilnya banyak, terkadang ditabungkan. Sedangkan orangtua tidak melarang sama sekali,” ujarnya.

Dia harus ikut dengan teman sebayanya mendulang emas, karena orang tua sudah tak mampu memberi uang untuk transportasi dan keperluan sekolah akibat rendahnya pendapatan orang tuanya dari pekerjaan menderes pohon karet.

Peliput    : Lokot Husda Lubis
Editor     : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Periksa Kadis Kesehatan Madina

    Polres Periksa Kadis Kesehatan Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal (Madina) telah periksa Kepala Dinas Kesehatan Madina, Drg.Ismail Lubis kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan tanggal 18 September 2014 di Kantor Dinas Kesehatan. Demikian disampaikan Kapolres Madina, AKBP.Mardiaz K.D,S.Ik,M.Hum kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2014). Drg.Ismail Lubis diperiksa sebagai saksi. Kapolres menjelaskan, kasus dugaan penghinaan terus ditingkatkan dan […]

  • Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Aneh, gelombang demo terkait perkebunan diwilayah  Pantai Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara muncul drastis disaat Bupati Saipullah Nasution menjadi Bupati. Dua pekan trakhir sejumlah aliansi mendatangi Kantor DPRD Madina dan Kantor Bupati. Mulai dari Masyarakat dari Kecamatan Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang gadis serta Rantobaek bahkan kalangan mahasiswa seolah agenda ini […]

  • PDAM Tirta Madina Tambah Jalur Pipa  Untuk Masyarakat Gunung Tua Julu

    PDAM Tirta Madina Tambah Jalur Pipa Untuk Masyarakat Gunung Tua Julu

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Lorong H. Zainuddin, Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan mengucapkan terimaksi kepada PDAM Tirta Madina karena telah menambah jalur baru pemipaan air bersih untuk kebutuhan air minum warga. “Kami sekarang sudah bisa mengambil air bersih untuk kebutuhan air minum keluarga,” kata Hannum seorang ibu rumah tangga kepada wartawan, Kamis (15/9). […]

  • Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak polisi masih melakukan penyelidikan motif pembunuhan terhadap Abdullah, warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal. Jenazah Abdullah (21) ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. […]

  • Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

    Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Labuhanbatu. Puluhan batang tanaman kelapa sawit milik PT Smart Tbk Padang Halaban berlokasi di Desa Kampung Baru Sidomukti, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditebang ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS), Minggu (5/2). Aksi penebangan pohon kelapa sawit ini merupakan bentuk protes warga terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu […]

  • Tapsel, Madina, Paluta, Palas dan Padangsidimpuan Kekurangan Guru Agama

    Tapsel, Madina, Paluta, Palas dan Padangsidimpuan Kekurangan Guru Agama

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel),Mandailing Natal (Madina), Padanglawas Utara (Paluta),Padanglawas (Palas) dan Kota Padangsidimpuan masih kekurangan tenaga guru dan kesehatan. Kondisi tersebut diketahui setelah Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut) mengunjungi kabupaten dan kota di Tabagsel.Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut Rahmiana Pulungan, Senin 16 Mei 2011, mengatakan, umumnya […]

expand_less