Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Tapsel alami defisit Rp92 M

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
  • print Cetak


PADANGSIDIMPUAN – Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, diminta untuk berpikir jernih melihat kondisi anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengalami defisit Rp92 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu. Dijelaskan, persoalan defisit Rp92 miliar ini merupakan masalah pelik yang penyelesaiannya butuh waktu panjang, pikiran dan tenaga.

“Karenanya dibutuhkan kesadaran dan kebersamaan seluruh elemen untuk menyelesaikannya. Sejak resmi dilantik menjadi Bupati Tapsel, saya terus melakukan upaya komunikasi dan loby ke tingkat provinsi hingga pusat. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi defisit keuangan daerah,” jelas bupati, pagi ini.

Bupati mengatakan, membangun Tapsel butuh kerja ekstra. Tidak boleh terpaku pada anggaran di APBD, tapi harus terus berusaha mendapatakan kucuran anggaran di tingkat provinsi dan pusat.

“Mari tinggalkan paradigma lama yang hanya mengandalkan APBD. Anggaran untuk daerah di provinsi dan pusat itu banyak. Karenanya kita akan mengusahakan sambil berusaha menyelesaikan masalah defisit anggaran daerah,” pungkasnya.

Ditambahkan, dalam rangka mengatasi defisit, Pemkab Tapsel telah berkoordinasi dengan BPKP perwakilanSumatera Utara di Medan. Hasilnya, BPKP menyarankan beberapa hal untuk dilakukan Pemkab Tapsel.

Seperti penghematan habis-habisan, menunda proyek yang belum ditenderkan, penjualan aset dan peminjaman dari pihak ketiga. Sekarang ini Pemkab Tapsel sedang berupaya untuk melakukan salah satu di antara solusi tersbeut.

“Saran BPKP itu sedang kita lakukan. Namun, untuk saran peminjaman dari pihak ketiga belum dilakukan. Karena masih dikaji dan pertimbangkan tentang baik dan buruknya,” terang Syahrul.

Lebih lanjut bupati mengatakan, defisit ini bukan sepenuhnya akibat adanya korupsi anggaran. Namun lebih banyak karena sikap terlalu percaya diri dari pemerintahan sebelumnya yang merasa yakin bantuan anggaran pusat seperti DAU itu bakal didapatkan, tapi malah tidak dapat.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

  • Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Tim Basarnas menyatakan, Rabu (13/2) menghentikan kegiatan pencarian korban di reruntuhan tambang rakyat Huta Bargot, Mandailing Natal. Pernyataan penghentian ini dinyatakan Ketua Tim Basarnas, Andi Pandawa kepada wartawan di Panyabungan. Dengan demikian, tim Basarnas tersebut akan meninggalkan Mandailing Natal dan pulang ke pangkalannya di Sibolga. Alasan penghentian ini, tim tak mampu mengeluarkan […]

  • Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah. Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar. Peristiwa Anatra meneyeruduk […]

  • Harga Manggis Di Madina 15.000

    Harga Manggis Di Madina 15.000

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa minggu terakhir harga manggis di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencapai Rp.15.000/kg. Kenaikan ini membuat petani bergembira, apalagi saat ini pohon-pohon manggis lagi musim berbuah. Aswin Rangkuti seorang petani manggis di Kecamatan Panyabungan Timur kepada wartawan, Kamis (26/12/2013) mengatakan, harga manggis memang berpariasi mulai dari Rp.8.000 hingga Rp.15.000/ kg tergantung […]

  • Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami membantah bahwa mobil jenis Pajero yang di kontrak oleh Badan Keuangan dan aset Daerah bukan diperuntukkan khusu sebagai mobil kendaraan Dinas nya, melainkan hanya dipakai sementara. ” mobil ini dirental jauh jauh sebelum mobil palisade rusak, bukan dianggarkan untuk dipakai Wakil Bupati, tapi […]

expand_less