Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
  • print Cetak

SIPIROK- Sejarah telah mencatat tewasnya Jenderal Spoor sangat berkaitan dengan upaya penembakan atau pembunuhan yang dilakukan tentera Belanda terhadap salah seorang pejuang asal Sipirok, Sahala Muda Pakpahan yang merupakan dalang utama dalam menghadang konvoi tentara Belanda di Jembatan Aek Kamibiri Simagomago.
“Jenderal Spoor merupakan panglima Belanda di Indonesia. Berdasarkan laporan, wilayah Sumut ketika itu sepenuhnya telah dikuasai Belanda, maka Jenderal Spoor ingin memastikan dengan menggunakan jalan darat. Namun, kenyataannnya, rakyat yang mengetauinya berupaya mengahadang dan terjadilah pertmpuran di jembatan itu lantas salah seorang petinggi yakni Jenderal Spoor terkena tembakan, dan akhirnya tewas,” katanya.
Hal ini dikatakan Ketua Umum pantia Seminar tentang tewasnya Jenderal Spoor di Aek Kambiri, Simago-mago, Sipirok, DR Fhilosopi Dharma Indra Siregar gelar Beginda Raja Gorga Pinayungan Jasomalap Sipirok Godang, Jumat (17/2) di Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Tapsel.
Katanya, tujuan seminar untuk mengenang jiwa patriotisme para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mematrikannnya kembali dalam semangat generasi muda untuk menyongsong hidup ke depan. Juga sekaligus menggugah berbagai pihak untuk pentingnya mengenang sejarah perlawanan rakyat ketika itu dan setidaknya dijadikan bukti sejarah untuk anak cucu kelak.
“Duta besar Belanda untuk RI mendukung sepenuhnya pelaksanaan Seminar ini dan rencana yang setelah seminar ini,” kata Dharma Indra.
Seminar dibuka oleh tokoh masyarakat asal Tabagsel yang juga anggota DPR RI Chairuman Harahap. “Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, seminar ini saya buka. Kiranya ide seminar strategis dalam mengungkap sejarah atas perlawanan rakyat terhadapa kolonialis ketika itu,”akatanya.
C hairuman juga berharap melalui seminar, kiranya memberikan arti dan makna perjuangan para pahlawan, agar sejarah mencatat dengan tinta emas perlawanan rakyat Sipirok dalam menghadang konvoi bersenjata lengkap sebagai bentuk perlawanan atas penjajah.
Direncanakan Seminar akan berlangsung selama 2 hari dengan nara sumber antara lain, DR Fhilosopi Dharma Indra Siregar, Drs H Muhammad TWH LVRI Sumut, Wara Sinuhaji Dosen Fakultas Ilmu Budaya USU, Sopyan Pakpahan (adik Kandung Sahala Muda Pakpahan).
Hadir dalam seminar itu utusan Hayono Isman dari Kosgoroi Pusat, Sekretaris Daerah Pemkab Tapsel, Legium Veteran, Dosen, Mahasiswa, TNI, Kepolisian dan masyarakat. (ran/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKM Serahkan Zakat Rp 5 juta ke Korban Kebakaran di Siabu

    KKM Serahkan Zakat Rp 5 juta ke Korban Kebakaran di Siabu

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) kemarin sore menyerahkan langsung dana zakat dengan total sebesar Rp 5 juta kepada Rohayati. Dia merupakan salah satu korban kebakaran rumah beberapa hari lalu di Kelurahan V Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina, Sumut. Suaminya adalah Nasti Nasution. Rohayati adalah anggota Poken perkumpulan anggota KMM di Kelurahan […]

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja mengaku belum memperoleh gaji bulan ini dari kontraktor pembangunan Pasar Baru Panyabungan. Para pekerja yang berasal dari kawasan Kecamatan Panyabungan, yakni Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga dan Gunungtua Panggorengan kepada wartawan menyatakan sangat gelisah karena gaji yang tak pasti itu. “Sudah sebulan ini kami tak terima gaji. Sudah terus […]

  • Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta memeriksa pelaksanaan pembanguan dek penahan banjir Sungai Rantopuran di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, terjadi perbedaan pandang antara pihak kontraktor dengan pihak UPT SDA Batang Gadis Batang Natal soal bahan material untuk cor dek. Itu dikatakan Muhammad Rusdi Batubara dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) […]

  • Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum
    Tak Berkategori

    Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Pemerintah Kab. Mandailing Natal diharapkan jangan membedakan pendidikan Pesantren dan Umum. Sebab, Pesantren juga di akui sebagai pendidikan formal yang ijazahnya bisa dipergunakan untuk lapangan kerja di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Aliyah Pondok Pesantren Subulussalam Kotanopan, Esmin Pulungan,S.Ag terkait tidak dapatnya Santri Pondok Pesantren jatah pendidikan gratis di Madina untuk tahun […]

  • Dugaan Pencatutan Nama Organisasi, PC PMII Madina Angkat Bicara

    Dugaan Pencatutan Nama Organisasi, PC PMII Madina Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online)- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyoal tentang legitimasi kegiatan dan angkat suara terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh Cipayung Plus di Aula Ballroom Ladang Sari, Gunung Tua Panggorengan, Senin 10 Juli 2023 lalu. Hal itu disampaikan Ahmad Rizal Nasution selaku Ketua PC PMII Madina kepada awak media […]

  • SISTEM HUKUM MANDAILING (1)

    SISTEM HUKUM MANDAILING (1)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Entitas dan Kontekstualitas Sejarah Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara Pada awalnya semua suku bangsa memiliki sistem aturan tersendiri yang mengatur pola tingkah laku antar-individu masyarakatnya. Mandailing, sebagai satu suku bangsa, bukan sebatas etnik dalam pengertian sempit, juga memiliki sistem aturan tersebut. Saya tentu tak berkompetensi untuk menjelaskan berbagai pengertian hukum, baik dari segi hukum adat, […]

expand_less