Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Proyek Panas Bumi Tidak Akan Habiskan Air Masyarakat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2016
  • print Cetak
Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pengeboran dan keseluruhan rangkaian kegiatan proyek Panas Bumi yang dikerjakan oleh PT. SMGP tidak akan menghabiskan air permukaan, yang biasa digunakan masyarakat.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina, Ir. Ali Mutiara Rangkuti dalam keterangan pers, Kamis (14/1) sebagai bantahan terkait banyaknya isu yang muncul tentang habisnya air permukaan yang diakibatkan kegiatan pengeboran panas bumi.

”Di Indonesia sedikitnya ada 7 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berproduksi sejak tahun 1983. Dalam kurun waktu tersebut hingga sekarang belum ada kita dengar masyarakat sekitar proyek PTLP yang kekurangan air karena kegiatan proyek PLTP tersebut,” katanya dalam keterangan persnya.

“Jika proyek ini membawa dampak negatif tersebut, secara akal sehat, pasti pemerintah tidak mungkin mendorong pembangunan proyek ini. Bahkan LSM tingkat internasional yang berjuang di bidang lingkungan pun, seperti WWF pun mendukung,” imbuhnya.

“Proyek panas bumi di Sorik Marapi Mandailing Natal ini sesungguhnya adalah bagian dari program nasional pemerintah dalam Crash Program (percepatan pembangkit listrik – red) Tahap I dan II 10.000 MW. PT. SMGP hanya merupakan partner pemerintah. Logikanya sebagai berikut, negara punya wilayah dan sumber daya alam, tapi belum punya dana untuk membangun proyek ini, maka dilelang kepada pihak swasta, dan kebetulan yang memenangkan tersebut PT. SMGP. Jika proyek ini berhasil, kedua belah pihak mendapat keuntungan, namun jika gagal produksi, maka kerugian hanya ditanggung pihak swasta,” katanya.

Terkait kebutuhan air dalam kegiatan proyek panas bumi, dijelaskan Ali bahwa di dalam kegiatan pengeboran, air diperlukan hanya untuk mengisi 1 kolam penampungan.

“Apakah dengan mengisi kolam tersebut akan menyebabkan air di sungai akan habis? Tentu tidak,” imbuhnya.

Air diambil sesuai kebutuhan, untuk mengisi kolam tersebut. Pengambilan air diusahakan malam hari saja agar tidak menganggu aktivitas masyarakat.

Pengeboran berlangsung sekitar 40 hari. Tetapi pengambilan air tidak dilakukan setiap hari, hanya untuk mencukupi kebutuhan mengisi kolam penampungan saja.

Menurut Ali, air yang digunakan dalam pengeboran tersebut, bahkan di daur ulang, disaring untuk dipakai kembali guna keperluan pengeboran. Setelah pengeboran selesai, maka tidak ada lagi pengambilan air.

Secara praktis, lanjut Ali, pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan proses pembaharuan energi panas bumi. Dengan proses ini, air dingin sisa pemanfaatan energi panas bumi, dimasukkan kembali ke dalam kerak bumi. Di bawah kerak bumi, air tersebut dipanaskan lagi secara alami yang selanjutnya akan menjadi uap. Uap ini kemudian dinaikkan kembali ke permukaan bumi.

“Jadi sebenarnya yang kita manfaatkan itu adalah uapnya saja, bukan airnya yang kita hisap habis-habisan. Proses yang sangat sederhana inilah sesungguhnya ciri positif kenapa kita harus segera menggunakan panas bumi sebagai sumber energi alternatif, sekaligus membedakan Panas Bumi dengan proyek-proyek pertambangan lainnya, seperti minyak, gas alam, atau mineral batuan lainnya.”

Atas penjelasannya tersebut, Ali berharap, agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan menjadi korban, hanya karena kepentingan sekelompok orang, yang memberikan informasi yang menyesatkan tanpa landasan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Percayalah, proyek ini, kendati proyek juga memiliki dimensi bisnis, namun pemerintah juga pastinya lebih banyak memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Persoalan penggunaan air permukaan ini, diyakini tidak akan menggangu stok persediaan air untuk masyarakat. Perusahaan juga telah memperoleh izin serta membayarkan retribusi atas penggunaan air permukaan tersebut” tegas Ali mengakhiri keterangannya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bintara Polri butuh pendidikan

    Bintara Polri butuh pendidikan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Intimidasi atau teror yang kerap dilakukan oleh anggota kepolisian ditengarai karena kurangnya pendidikan terhadap para bintara Polri. “Padahal para bintara inilah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, bukan para perwira,” terang Koordinator KontraS Sumut, Diah Susilowati, kepada Waspada Online, hari ini. Untuk itu, lanjutnya pihak Polri harus memberikan ilmu yang cukup kepada para bintaranya. […]

  • Jalan Negara di Pasar Lama Panyabungan Kembali Tergenang

    Jalan Negara di Pasar Lama Panyabungan Kembali Tergenang

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Meski pekerja selama 2 hari terakhir ini melakukan pembersihan dan perbaikan drainase jalan negara di pasar lama panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), ternyata tidak menjamin Jalan negara dan sejumlah pertokoan di sekitarnya tidak banjir. pagi ini Selasa 5/9/2023, hujan yang mengguyur wilayah Madina kembali membuat jalan negara itu bagaikan […]

  • Kaum Ibu di Panyabungan Sebut Saipullah-Atika Pemimpin Masa Depan Madina

    Kaum Ibu di Panyabungan Sebut Saipullah-Atika Pemimpin Masa Depan Madina

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan terhadap calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) makin menguat. Kali ini dukungan disampaikan oleh kaum umak-umak (ibu-ibu) di Panyabungan. Mereka sahata (sepakat) menentukan pilihan kepala Saipullah-Atika untuk menjadi bupati dan wakil bupati Madina priode berikutnya. Ada beragam […]

  • Kasus Bibit Padi Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tetap Bertanggungjawab

    Kasus Bibit Padi Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tetap Bertanggungjawab

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah bantuan bibit padi  terduga kadaluarsa yang diterima petani berasal dari Dinas Pertanian Sumut atau Dinas Pertanian Madina.  “Walau begitu, Dinas Pertanian Madina menurut saya tetap di posisi bertanggungjawab, sebab jikapun dari provinsi, tetap saja Dinas Pertanian Madina yang biasanya dihunjuk sebagai penyalur kepada petani […]

  • 3 Tahun Anggaran Dana Desa Untuk Pembangunan Kantor dan Balai Desa Hutabaringin Julu Tak Kelar

    3 Tahun Anggaran Dana Desa Untuk Pembangunan Kantor dan Balai Desa Hutabaringin Julu Tak Kelar

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online )- Selama 3 tahun anggaran sejak tahun 2022 sampai 2024 alokasi anggaran dana desa untuk pembangunan gedung kantor dan balai desa Hutabaringin Julu di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Madina tak kunjung kelar. Data yang didapat, Untuk rehabilitasi atau peningkatan balai desa, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir data Tahun 2024 senilai, Rp. […]

  • Togel dan KIM Kembali Marak

    Togel dan KIM Kembali Marak

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Judi toto gelap (togel) dan KIM kembali marak di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut beberapa sumber METRO, dari berbagai daerah di Tapteng, Senin (25/10), menyebutkan judi togel kian merajalela di Tapteng. Meski tidak secara terang-terangan, namun bukan rahasia umum lagi bahwa judi togel itu tumbuh subur di Tapteng. “Saat ini, hampir setiap warga yang nongkrong […]

expand_less