Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Proyek Panas Bumi Tidak Akan Habiskan Air Masyarakat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2016
  • print Cetak
Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

Kolam penampungan air untuk pengeboran PT.SMGP dan Ali Mutiara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pengeboran dan keseluruhan rangkaian kegiatan proyek Panas Bumi yang dikerjakan oleh PT. SMGP tidak akan menghabiskan air permukaan, yang biasa digunakan masyarakat.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina, Ir. Ali Mutiara Rangkuti dalam keterangan pers, Kamis (14/1) sebagai bantahan terkait banyaknya isu yang muncul tentang habisnya air permukaan yang diakibatkan kegiatan pengeboran panas bumi.

”Di Indonesia sedikitnya ada 7 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berproduksi sejak tahun 1983. Dalam kurun waktu tersebut hingga sekarang belum ada kita dengar masyarakat sekitar proyek PTLP yang kekurangan air karena kegiatan proyek PLTP tersebut,” katanya dalam keterangan persnya.

“Jika proyek ini membawa dampak negatif tersebut, secara akal sehat, pasti pemerintah tidak mungkin mendorong pembangunan proyek ini. Bahkan LSM tingkat internasional yang berjuang di bidang lingkungan pun, seperti WWF pun mendukung,” imbuhnya.

“Proyek panas bumi di Sorik Marapi Mandailing Natal ini sesungguhnya adalah bagian dari program nasional pemerintah dalam Crash Program (percepatan pembangkit listrik – red) Tahap I dan II 10.000 MW. PT. SMGP hanya merupakan partner pemerintah. Logikanya sebagai berikut, negara punya wilayah dan sumber daya alam, tapi belum punya dana untuk membangun proyek ini, maka dilelang kepada pihak swasta, dan kebetulan yang memenangkan tersebut PT. SMGP. Jika proyek ini berhasil, kedua belah pihak mendapat keuntungan, namun jika gagal produksi, maka kerugian hanya ditanggung pihak swasta,” katanya.

Terkait kebutuhan air dalam kegiatan proyek panas bumi, dijelaskan Ali bahwa di dalam kegiatan pengeboran, air diperlukan hanya untuk mengisi 1 kolam penampungan.

“Apakah dengan mengisi kolam tersebut akan menyebabkan air di sungai akan habis? Tentu tidak,” imbuhnya.

Air diambil sesuai kebutuhan, untuk mengisi kolam tersebut. Pengambilan air diusahakan malam hari saja agar tidak menganggu aktivitas masyarakat.

Pengeboran berlangsung sekitar 40 hari. Tetapi pengambilan air tidak dilakukan setiap hari, hanya untuk mencukupi kebutuhan mengisi kolam penampungan saja.

Menurut Ali, air yang digunakan dalam pengeboran tersebut, bahkan di daur ulang, disaring untuk dipakai kembali guna keperluan pengeboran. Setelah pengeboran selesai, maka tidak ada lagi pengambilan air.

Secara praktis, lanjut Ali, pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan proses pembaharuan energi panas bumi. Dengan proses ini, air dingin sisa pemanfaatan energi panas bumi, dimasukkan kembali ke dalam kerak bumi. Di bawah kerak bumi, air tersebut dipanaskan lagi secara alami yang selanjutnya akan menjadi uap. Uap ini kemudian dinaikkan kembali ke permukaan bumi.

“Jadi sebenarnya yang kita manfaatkan itu adalah uapnya saja, bukan airnya yang kita hisap habis-habisan. Proses yang sangat sederhana inilah sesungguhnya ciri positif kenapa kita harus segera menggunakan panas bumi sebagai sumber energi alternatif, sekaligus membedakan Panas Bumi dengan proyek-proyek pertambangan lainnya, seperti minyak, gas alam, atau mineral batuan lainnya.”

Atas penjelasannya tersebut, Ali berharap, agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan menjadi korban, hanya karena kepentingan sekelompok orang, yang memberikan informasi yang menyesatkan tanpa landasan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Percayalah, proyek ini, kendati proyek juga memiliki dimensi bisnis, namun pemerintah juga pastinya lebih banyak memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Persoalan penggunaan air permukaan ini, diyakini tidak akan menggangu stok persediaan air untuk masyarakat. Perusahaan juga telah memperoleh izin serta membayarkan retribusi atas penggunaan air permukaan tersebut” tegas Ali mengakhiri keterangannya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Siswa SMA di Sumut Tak Lulus UN

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 4.564 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun 2013. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar merinci dari 4.564 peserta UN yang tidak lulus tersebut, 1.616 orang (1,96%) merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan 2.948 orang (2,51%) adalah siswa SMA dan Madrasah Aliyah. Peserta […]

  • Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menyebut D-Hasil dari 23 kecamatan dalam rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina sudah sesuai dengan rekapitulasi tingkat kecamatan. Ikhsan menyampaikan hal itu pasca rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten selesai dilaksanakan di Kantor […]

  • Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Konsumen Tirta Madina di kawasan Parbangunan, Panyabungan, Madina, kecewa karena sudah 5 hari suplai air tak mengalir alias mati. “Sudah 5 hari,” ungkap Nasution kepada Mandailing Online di samping masjid Al-Muhajirin Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Jum’at (8/4/2022). Warga tak tahu mengapa aliran air mati. Mereka tidak memperoleh pemberitahuan dari […]

  • Rahmad Rangkuti Pulang dari Rantau untuk Menangkan SAHATA

    Rahmad Rangkuti Pulang dari Rantau untuk Menangkan SAHATA

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Rahmad Rangkuti, perantau di Jakarta asal Desa Hutatinggi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sengaja pulang ke kampung untuk bergabung dalam upaya memenangkan Paslon Saipullah‐Atika (SAHATA) di Pilkada 2024. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Rahmad saat membuka acara Mancing Sahabat SAHATA, perlombaan yang dia inisiasi […]

  • Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

    Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Anwar Lubis Sejak 2017 silam, ketika saya masih semester tujuh di UIN Jakarta, saya aktif sebagai ketua seksi sosial-keagamaan dalam sebuah perhimpunan mahasiswa Mandailing Natal Jakarta, himpunan itu bernama HM Madina (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal). Saya terlibat banyak obrolan dengan teman-teman HM Madina, terutama soal kemandailingan: sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama. […]

  • DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GERINDRA Madina

expand_less