Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
  • print Cetak
Melihat gerhana dengan alat

Melihat gerhana dengan alat

Masyarakat wajib berhati-hati saat melihat Gerhana Matahari Total (GMT) besok, Rabu 9 Maret 2016. Masyarakat diimbau tidak menggunakan mata telanjang saat melihat gerhana. Sebab efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi mata.

Menurut Dokter Spesialis Mata Bayu Sasangko melihat langsung Gerhana Matahari dapat menimbulkan beberapa efek kerusakan pada mata yang disebut solar eclips retinopathy. Gejalanya, adanya titik hitam atau bulatan hitam di tengah di penglihatan.

Kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan permanen atau sementara. Hal ini akan membuat pandangan kabur dan bisa bertahan selama 1 bulan hingga beberapa tahun.

“Matahari itu mengandung spektrum cahaya yang luas. Transfusinya sangat intens dan bisa mengakibatkan reaksi foto kimia pada retina. Terutama banyak pada makula atau bintik kuning,” kata Bayu di Rumah Sakit dr Yap, Yogyakarta, Senin 7 Maret 2016.

Ketika mata melihat langsung ke matahari, kata dia, sel penangkap sinar akan terbakar dan mati. Sehingga mata tak bisa lagi melihat.

“Tidak total tapi terjadi bintik kuning. Jadi hanya mengakibatkan kebutaan pada bagian tengah di samping kita bisa melihat,” ujar dia.

Bayu mengatakan kerusakan pada makula bagian retina bisa terjadi tanpa adanya rasa sakit dan gejala saat muncul beberapa jam setelah kerusakan terjadi. Oleh karena itu ia meminta masyarakat tidak melihat secara langsung. Jika saat itu kondisi mata mulai sakit maka harus segera memalingkan muka dari arah gerhana matahari.

“Kalo langsung lihat nanti harus merem dan memalingkan muka saja,” ujar dia.

Bayu mengatakan pihaknya belum mendapatkan data valid berapa orang yang pernah mengalami kebutaan sementara atau permanen akibat Gerhana Matahari.

“Kasus yang pernah dilaporkan di majalah Eye akibat solar eclips ada 15 pasien. Semua mengalami solar retinopathy,” kata Bayu.

Untuk itu, Bayu menyarankan agar saat melihat Gerhana Matahari, masyarakat menggunakan teleskop atau melalui televisi saja. Selain itu bisa juga dengan pinhole sederhana menggunakan 2 kertas putih. Salah satu kertasnya diberi lubang bagian tengah.

“Pertama kita membelakangi matahari, lalu kertas pertama kita lobangi dengan pensil, lalu kertas yang utuh di depannya. Jadi kita melihat gerhana dari paparan matahari melalui lubang kertas pertama itu,” ujar Bayu.

Selain itu ia juga menyarankan agar masyarakat dapat melakukan rekomendasi dari The National Aeronautics and Space Aministration (NASA) yang menggunakan teleskop atau kamera disertai filter mengandung aluminium chrom. Bisa juga menggunakan klise film hitam putih yang sudah terpapar sinar matahari beberapa waktu.

“Selain itu menggunakan kacamata Welder no 14 yang didisain khusus dari bahaya ultraviolet. Kacamata ini biasa digunakan tukang las. Kalau melihat langsung ya dengan menggunakan  filter aluminium atau dengan kacamata tukang las. Kacamata hitam bisa digunakan, namun tidak direkomendasikan,” jelas dia.

Bayu berpesan kepada orang tua agar menjaga anak-anak mereka saat melihat gerhana matahari.

“Anak lebih rentan mengalami gangguan ini karena karakteristik mata anak yang mememiliki lensa mata lebih jernih, sehinga radiasi cahaya yang masuk ke mata lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa,” ujar Bayu.

Sumber            : Liputan 6

Editor               : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati, namun belakangan ini mulai hilang. Itak Poul-Poul terdiri dari dua kata, Itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi, Itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya di-poul-poul (dikepal-kepal/digenggam) sehingga menimbulkan bekas jari tangan di […]

  • Foto Pasar Panyabungan Tahun 1926

    Foto Pasar Panyabungan Tahun 1926

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Foto ini dicopy Mandailing Online dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Straatgezicht_bij_de_markt_en_het_busstation_in_Panjaboengan.jpg Dari sumber Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen Diberi judul “Straatgezicht bij de markt en het busstation in Panjaboengan” Berdasar keterangan yang tertera di website tersbut foto ini diabadikan pada tahun 1926. Dalam keterangan yang disertakan, dijelaskan bahwa yang ada di dalam foto itu adalah stasiun bus di […]

  • Poken Bante

    Poken Bante

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Poken bante itu bahasa Mandailing. Jika di Indonesiakan berarti pasar daging. Poken (pasar), bante (daging). Belum diperoleh penjelasan mengapa bukan juhut (daging), mangapa harus bante. Sebab, orang Mandailing lebih sering menyebut juhut ketimbang bante dalam membahasakan daging. Misalnya : juhut ni orbo, juhut ni lombu, juhut ni ambeng, juhut ni manuk, […]

  • Harga Manggis Di Madina 15.000

    Harga Manggis Di Madina 15.000

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa minggu terakhir harga manggis di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencapai Rp.15.000/kg. Kenaikan ini membuat petani bergembira, apalagi saat ini pohon-pohon manggis lagi musim berbuah. Aswin Rangkuti seorang petani manggis di Kecamatan Panyabungan Timur kepada wartawan, Kamis (26/12/2013) mengatakan, harga manggis memang berpariasi mulai dari Rp.8.000 hingga Rp.15.000/ kg tergantung […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

  • Atika Bawa Tim, Terobos Medan Banjir

    Atika Bawa Tim, Terobos Medan Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menerobos medan banjir membutuhkan nyali kuat, apalagi bagi seorang gadis muda. Itu yang dilakukan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (20/12/2021) ketika harus bisa sesegera waktu dapat memasuki desa-desa yang diterjang banjir di Pantai Barat zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin atau dua hari setelah banjir melanda masih […]

expand_less