Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
  • print Cetak

Catatan : Damra Tua Parlindungan Siregar, SHI
                (wali kelas Aldi Suphandi Hasibuan)

Aldi Suphandi (kiri), Damra Tua Parlindungan Siregar menyerahkan sumbangan MDI kepada orang tua Andi Suphandi, Marwan Hasibuan. Turut menyaksikan wakil ketua Organisasi Pelajar Ma’had Darul Ikhlash, Anwar Syadad dan anggota tim relawan, Muhammad Fahim Nala (19/9/2016)

Aldi Suphandi (kiri), Damra Tua Parlindungan Siregar menyerahkan sumbangan MDI kepada orang tua Andi Suphandi, Marwan Hasibuan. Turut menyaksikan wakil ketua Organisasi Pelajar Ma’had Darul Ikhlash, Anwar Syadad dan anggota tim relawan, Muhammad Fahim Nala (19/9/2016)

Setelah membaca berita utama di Malintang Pos dan Mandailing Online, opini publikpun terbentuk.

Opini itu sangat urgen dalam upaya menggalang infaq bagi biaya perobatan Aldi Sphandi Hasibuan, santri cerdas dari keluarga miskin yang kini membutuhkan biaya agar kakinya tak diamputasi.

Awalnya ustadz Muhammad Ilyas Nasution, S.PdI, merilis balik berita. Ustadz yang terkenal piawai membawa berita ini meletakkan lembaran informasi di meja dan tempat strategis. Dengan mudah beritanya disantap dalam sajian pasar pembaca. Kita sebut saja di warung putri ustadz Hudzaifah, yang merupakan ‘gedung’ parlemennya Ma’had Darul Ikhlash, ‘kantor cabang’ dekat kantor koperasi, dan kantor guru sebagai pusat aktivitas pesantren mendapat bagian kopian berita ini.

Suasana perbincangan hangat tercipta tentang Aldi Suphandi. Sekarang kata sepakat didapatkan : “Apa yang mesti diperbuat untuk membantu santri berprestasi yang terancan diamputasi itu?”

Babak cerita Aldi dimulai akhir pekan Juli lalu. Ketika MDI menggelar penyerahan hadiah kepada para juara kelas. Tepuk tangan sahut menyahut terdengar riuh rendah memberi apresiasi kepada para sang juara. Berderet dan berturut dipanggil nama-nama mereka satu persatu menuju beranda kelas, yang dindingnya didominasi cat warna kuning.

Di antara tiang-tiang penyangga atap sekolah, dengan menghadap ke arah santri, suara berat berwibawa Ustadz Nasrullah dari Mompang Jae, terdengar : “Selamat, ananda adalah anak didik yang unggul di kelas, jadilah orang yang mengabdi kepada nusa, bangsa dan agama,” seraya menggengam erat tangan para juara.

Tapi ada yang terasa hambar dalam acara ini, ibarat sambal kentang pokir tanpa cabe dan garam. Atau gulai patayat berupa bulung gadung tanpa ciak-ciak dan rimbangya. Pengumuman Juara Kelas hari itu tidak dihadiri seorang santri. Dia dikenal di antara teman-temannya, kalem, bersahabat dan berprestasi. Dia adalah Aldi Suphandi Hasibuan.

Tiga karakter Istimewa
Santri yang kalem

Kita sebut kalem karena kata mereka dia selalu bersifat tenang bila ayah guru dan ustadz masuk dan mengajar di ruang kelas, tidak seperti teman-temannya yang masih bersifat kekanak-kanakan.

Sebagian teman-temannya masih sering reseh dan rusuh ketika study berlangsung. Maklum, masih kelas 1, baru tamat SD. Tetapi lain halnya dengan santri Aldi, dia berbeda dengan teman-temannya, lebih bersikap dewasa.

Kenapa kita sebut dia bersahabat? Vicky Wijaya, seorang abang kelas, punya kenangan persahabatan dengannya. Vicky (begitu panggilan akrabnya) pernah satu perjalanan di waktu sore hari menuju seberang jalan lintas Sumatera. Bersama teman lainnya meninggalkan lokasi pemondokan putra.Tujuan mereka sama, menikmati es kelapa sambil menonton kendaraan yang lalu lalang berkeliaran di jalan raya.

Memang diakui, es kelapa di warung ini sedap rasanya. Apalagi harganya cukup familiar untuk kalangan santri. Cukup Rp2000 saja, kita sudah bisa menukmati cairan es yang berkolaborasi kelapa muda, dengan menggunakan pipet putih di gelasnya. Mendengar cerita saja, hampir saja tenggorokan kita hilang rasa dahaganya.

“Tapi itu dulu, waktu dia masih bersama kami. Sekarang rasanya ada yang kurang, dia tidak lagi ikut menikmati es kelapa ustadz..!” kenang Vicky saat membeli gorengan buat tambah menu makanannya di warung Ustadz Parlin.

Berprestasi

Aldi adalah santri yang berasal dari Kampung Al-Qur’an, gagasan Bupati Mandailing Natal, Huraba. Sejak namanya dipanggil dalam acara pengumuman juara, dan tidak bisa langsung menerima hadiahnya, telah menjadi cerita diantara civitas Ma’had Darul Ikhlash. Menjadi juara III diatas 38 orang adalah mengagumkan di saat dia kondisi sakit. Kegigihannya memang luar biasa. Pantang menyerah, aktif hadir selama ujian meski menahan rasa sakit. Dan Alhamdulillah, juara tetap bisa diraihnya. Tambahan lagi, sangat rajin mengikuti program tahfidz al-Qur’an.

Penggalangan Dana Masih Maraton

Secara maraton penggalangan dana diadakan dua kali putaran. Kita sebut maraton karena rentang waktu enam bulan Pesantren Darul Ikhlash baru mampu menyumbangkan sekitar Rp 3.280.000. Dengan rincian, tahap pertama Rp1.340.000, sedangkan tahap kedua Rp1.940.000.

Kita paham, sumbangan ini masih kecil dibanding kebutuhan biaya perobatan Aldi. Tapi kitapun juga mafhum, keadaan ekonomi rumah tangga pesantren. Paduan amal saleh santripun paling mampu rata-rata Rp2.000 persiswa. Tambahan lagi, harga bahan baku penghasilan orangtua pun belum memiliki harga lumayan.

Jadi tidak mungkin maraton ini akan cepat sampai ke tujuan. Syukur! Kabar tentang sakitnya Aldi diketahui para alumni. Dengan diarsiteki Saudara Jamaluddin Siregar, alumni Ma’had Darul Ikhlash yang mempersunting idaman hatinya dari Desa Pagaran Tonga, mulai melanjutkan pembangunan opini di media sosial. Hasilnya, lebih dari Rp 1.000.000 dana terkumpul.

Masih menggunakan jejaring media sosial, gerakan kaki masih berjalan dengan terseok-seok. Tetapi akan tetap tegar berjalan hingga sampai dapat menggalang dana buat adiknya Aldi.

Tersebutlah satu nama, Qariamin Dalimunthe. Dia ini salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di ibu kota Propinsi Sumatera Utara. Berbekal relasi yang baik dengan Ustadz Muhammad Ilyas Nasution, Amin (sapaan akrabnya) mendapat rekomendasi untuk melangkah di laman dan halaman “rumah” para alumni. Dan buah tangan para alumni lain tetap kita nantikan.

Renungan di Oase

Perjalanan menggalang dana yang cukup melelahkan ini, takkan kenal kata mengeluh. Kata Bung Karno : “Jangan mengeluh, keluh adalah tanda kelemahan jiwa”.  Begitu petuah beliau memberi semangat kepada pemuda Indonesia. Ya, kita akan kuatkan langkah kita. Bangun komunikasi yang bagus. Orang tua Aldi memang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Kelak amal yang kita berikan kepada orang lain akan berpulang pada kita. Di sana, di alam akhirat yang kekal adanya, pasti kita dapatkan hasil perjalanannya.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperoleh kategori Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021. Perolehan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002-6-5848 Tahun 2021 tanggal 23 Desember 2021 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021 ditandatangani Mendagri, Tito Karnavian. Pemberian penghargaan berlangsung […]

  • 4 Korban Tewas Di Aek Olbung Ternyata Pencari Emas

    4 Korban Tewas Di Aek Olbung Ternyata Pencari Emas

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ” info yang kita dapatkan mereka melakukan penambangan dengan menggunakan alat tradisional ( mendulang )” kata Muksin. Saat itu jelasnya, ke penambang emas ini sedang beristirahat di camp, tiba tiba pohon besar tumbang dan menimpa camp peristirahatan mereka. Total keseluruhan korban katanya ada 8 orang, nanun yang meninggal dunia 4 orang, luka berat 1 orang […]

  • Istri Moeldoko Kunjungi Kampoeng Kaos

    Istri Moeldoko Kunjungi Kampoeng Kaos

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Istri Kepala Staf Presiden RI, Moeldoko, Ny Koesni Harningsih mengunjungi Kampoeng Kaos Madina, Senin (9/12/2019). Ny Koesni Harningsih didampingi Ny. Ika Desika, istri Dahlan Hasan Nasution (bupati Madina) ke base camp Kampoeng Kaos Madina di Sipolu-polu, Panyabungan, Madina. Rombongan disambut Direktur Utama Kampeng Kaos Madina, Wildan Sorimuda Daulay. Dalam […]

  • Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    LINGGABAYU|| Mandailing Online— Puluhan unit ekskavator diduga bebas beroperasi siang dan malam di lokasi bekas lahan PT M3, Dusun Pulo Padang, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas tersebut diduga kuat merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI. Informasi ini disampaikan warga Kelurahan Tapus kepada wartawan, Jumat (12/9/2026). Menurut warga, aktivitas alat berat sudah berlangsung lama […]

  • Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelintas jalur lintas Sumatera (Jalinsum) bisa memakai jalur alternatif agar tidak terjebak di titik Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut yang masih diblokir warga siang ini Kamis (2/7/2020). Jalur alternatif itu adalah Panyabungan-Huatabargot-Jambur. Berdasar penelusuran Mandailing Online jalur itu hanya dapat dilalui kenderaan roda empat. Kenderaan roda empat […]

  • Wabup Madina Ikuti Rakornas TPID Secara Virtual

    Wabup Madina Ikuti Rakornas TPID Secara Virtual

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui zoom meeting di ruang kerja wakil bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (31/8/2023). Pengendalian Inflasi merupakan pertemuan tahunan tingkat nasional berkaitan dengan koordinasi pengendalian inflasi. Pertemuan […]

expand_less