Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
  • print Cetak

Catatan : Damra Tua Parlindungan Siregar, SHI
                (wali kelas Aldi Suphandi Hasibuan)

Aldi Suphandi (kiri), Damra Tua Parlindungan Siregar menyerahkan sumbangan MDI kepada orang tua Andi Suphandi, Marwan Hasibuan. Turut menyaksikan wakil ketua Organisasi Pelajar Ma’had Darul Ikhlash, Anwar Syadad dan anggota tim relawan, Muhammad Fahim Nala (19/9/2016)

Aldi Suphandi (kiri), Damra Tua Parlindungan Siregar menyerahkan sumbangan MDI kepada orang tua Andi Suphandi, Marwan Hasibuan. Turut menyaksikan wakil ketua Organisasi Pelajar Ma’had Darul Ikhlash, Anwar Syadad dan anggota tim relawan, Muhammad Fahim Nala (19/9/2016)

Setelah membaca berita utama di Malintang Pos dan Mandailing Online, opini publikpun terbentuk.

Opini itu sangat urgen dalam upaya menggalang infaq bagi biaya perobatan Aldi Sphandi Hasibuan, santri cerdas dari keluarga miskin yang kini membutuhkan biaya agar kakinya tak diamputasi.

Awalnya ustadz Muhammad Ilyas Nasution, S.PdI, merilis balik berita. Ustadz yang terkenal piawai membawa berita ini meletakkan lembaran informasi di meja dan tempat strategis. Dengan mudah beritanya disantap dalam sajian pasar pembaca. Kita sebut saja di warung putri ustadz Hudzaifah, yang merupakan ‘gedung’ parlemennya Ma’had Darul Ikhlash, ‘kantor cabang’ dekat kantor koperasi, dan kantor guru sebagai pusat aktivitas pesantren mendapat bagian kopian berita ini.

Suasana perbincangan hangat tercipta tentang Aldi Suphandi. Sekarang kata sepakat didapatkan : “Apa yang mesti diperbuat untuk membantu santri berprestasi yang terancan diamputasi itu?”

Babak cerita Aldi dimulai akhir pekan Juli lalu. Ketika MDI menggelar penyerahan hadiah kepada para juara kelas. Tepuk tangan sahut menyahut terdengar riuh rendah memberi apresiasi kepada para sang juara. Berderet dan berturut dipanggil nama-nama mereka satu persatu menuju beranda kelas, yang dindingnya didominasi cat warna kuning.

Di antara tiang-tiang penyangga atap sekolah, dengan menghadap ke arah santri, suara berat berwibawa Ustadz Nasrullah dari Mompang Jae, terdengar : “Selamat, ananda adalah anak didik yang unggul di kelas, jadilah orang yang mengabdi kepada nusa, bangsa dan agama,” seraya menggengam erat tangan para juara.

Tapi ada yang terasa hambar dalam acara ini, ibarat sambal kentang pokir tanpa cabe dan garam. Atau gulai patayat berupa bulung gadung tanpa ciak-ciak dan rimbangya. Pengumuman Juara Kelas hari itu tidak dihadiri seorang santri. Dia dikenal di antara teman-temannya, kalem, bersahabat dan berprestasi. Dia adalah Aldi Suphandi Hasibuan.

Tiga karakter Istimewa
Santri yang kalem

Kita sebut kalem karena kata mereka dia selalu bersifat tenang bila ayah guru dan ustadz masuk dan mengajar di ruang kelas, tidak seperti teman-temannya yang masih bersifat kekanak-kanakan.

Sebagian teman-temannya masih sering reseh dan rusuh ketika study berlangsung. Maklum, masih kelas 1, baru tamat SD. Tetapi lain halnya dengan santri Aldi, dia berbeda dengan teman-temannya, lebih bersikap dewasa.

Kenapa kita sebut dia bersahabat? Vicky Wijaya, seorang abang kelas, punya kenangan persahabatan dengannya. Vicky (begitu panggilan akrabnya) pernah satu perjalanan di waktu sore hari menuju seberang jalan lintas Sumatera. Bersama teman lainnya meninggalkan lokasi pemondokan putra.Tujuan mereka sama, menikmati es kelapa sambil menonton kendaraan yang lalu lalang berkeliaran di jalan raya.

Memang diakui, es kelapa di warung ini sedap rasanya. Apalagi harganya cukup familiar untuk kalangan santri. Cukup Rp2000 saja, kita sudah bisa menukmati cairan es yang berkolaborasi kelapa muda, dengan menggunakan pipet putih di gelasnya. Mendengar cerita saja, hampir saja tenggorokan kita hilang rasa dahaganya.

“Tapi itu dulu, waktu dia masih bersama kami. Sekarang rasanya ada yang kurang, dia tidak lagi ikut menikmati es kelapa ustadz..!” kenang Vicky saat membeli gorengan buat tambah menu makanannya di warung Ustadz Parlin.

Berprestasi

Aldi adalah santri yang berasal dari Kampung Al-Qur’an, gagasan Bupati Mandailing Natal, Huraba. Sejak namanya dipanggil dalam acara pengumuman juara, dan tidak bisa langsung menerima hadiahnya, telah menjadi cerita diantara civitas Ma’had Darul Ikhlash. Menjadi juara III diatas 38 orang adalah mengagumkan di saat dia kondisi sakit. Kegigihannya memang luar biasa. Pantang menyerah, aktif hadir selama ujian meski menahan rasa sakit. Dan Alhamdulillah, juara tetap bisa diraihnya. Tambahan lagi, sangat rajin mengikuti program tahfidz al-Qur’an.

Penggalangan Dana Masih Maraton

Secara maraton penggalangan dana diadakan dua kali putaran. Kita sebut maraton karena rentang waktu enam bulan Pesantren Darul Ikhlash baru mampu menyumbangkan sekitar Rp 3.280.000. Dengan rincian, tahap pertama Rp1.340.000, sedangkan tahap kedua Rp1.940.000.

Kita paham, sumbangan ini masih kecil dibanding kebutuhan biaya perobatan Aldi. Tapi kitapun juga mafhum, keadaan ekonomi rumah tangga pesantren. Paduan amal saleh santripun paling mampu rata-rata Rp2.000 persiswa. Tambahan lagi, harga bahan baku penghasilan orangtua pun belum memiliki harga lumayan.

Jadi tidak mungkin maraton ini akan cepat sampai ke tujuan. Syukur! Kabar tentang sakitnya Aldi diketahui para alumni. Dengan diarsiteki Saudara Jamaluddin Siregar, alumni Ma’had Darul Ikhlash yang mempersunting idaman hatinya dari Desa Pagaran Tonga, mulai melanjutkan pembangunan opini di media sosial. Hasilnya, lebih dari Rp 1.000.000 dana terkumpul.

Masih menggunakan jejaring media sosial, gerakan kaki masih berjalan dengan terseok-seok. Tetapi akan tetap tegar berjalan hingga sampai dapat menggalang dana buat adiknya Aldi.

Tersebutlah satu nama, Qariamin Dalimunthe. Dia ini salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di ibu kota Propinsi Sumatera Utara. Berbekal relasi yang baik dengan Ustadz Muhammad Ilyas Nasution, Amin (sapaan akrabnya) mendapat rekomendasi untuk melangkah di laman dan halaman “rumah” para alumni. Dan buah tangan para alumni lain tetap kita nantikan.

Renungan di Oase

Perjalanan menggalang dana yang cukup melelahkan ini, takkan kenal kata mengeluh. Kata Bung Karno : “Jangan mengeluh, keluh adalah tanda kelemahan jiwa”.  Begitu petuah beliau memberi semangat kepada pemuda Indonesia. Ya, kita akan kuatkan langkah kita. Bangun komunikasi yang bagus. Orang tua Aldi memang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Kelak amal yang kita berikan kepada orang lain akan berpulang pada kita. Di sana, di alam akhirat yang kekal adanya, pasti kita dapatkan hasil perjalanannya.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Opsnal Satreskrim Polres Mandailing Natal menangkap lima orang pelaku perjudian jenis dadu di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Senin, (27/6). Kelima orang tersangka tersebut adalah, SP (31 tahun), AAP (36 tahun), EN (31 Tahun), JN (21 Tahun) dan HN (45 Tahun). Mereka tertangkap tangan oleh polisi saat […]

  • Kaum Mandailing akan Mengadakan Malam Mandailing Malaysia

    Kaum Mandailing akan Mengadakan Malam Mandailing Malaysia

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SHAH ALAM, MALAYSIA (Mandailing Online) – Etnis Mandailing di Malaysia direncanakan menggelar acara “Malam Mandailing Malaysia” berupa pagelaran kesenian Mandailing pada 30 Juli mendatang. Malam kebudayaan Mandailing ini digagas oleh Persatuan Saroha Malaysia, satu perkumpulan kaum Mandailing di Malaysia. Selain, mempegelarkan kesenian Mandailing, malam kebudayaan ini juga ditujukan bagi mempererat tali persatuan etnis Mandailing yang […]

  • Kasus Kepala Babi di Musolla Harus Menjadi Evaluasi Pemkab Madina

    Kasus Kepala Babi di Musolla Harus Menjadi Evaluasi Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus peletakan kepala babi di musolla Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal harus menjadi evaluasi bagi Pemkab Mandailing Natal. Evaluasi dalam tataran sosio cultural di kawasan Pantai Barat Mandailing. Penduduk di kawasan itu kian heterogen sebagai dampak dari gerak investasi perkebunan. Penduduk yang berragam suku, agama dan perbedaan tingkat […]

  • CPNS tak Harus Putra Daerah

    CPNS tak Harus Putra Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Banyaknya protes dari daerah lantaran yang lolos tes CPNS bukan putra asli daerah, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang juga Ketia Panselnas Pengadaan CPNS 2013, Eko Sutrisno. Dikatakan, sebagai abdi masyarakat, seorang pegawai negeri harus bersedia ditempatkan di mana saja. Selain itu, lanjutnya, pegawai negeri juga menjalankan peran sebagai penyatu […]

  • Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Menjelang hari raya Idhul Adha Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban khususnya yang didatangkan dari luar daerah. “Tindakan itu kita lakukan, untuk mensterilisasi hewan kurban diperjual-belikan di kota Salak, “ujar Sekretaris Daerah (Sekda) P.Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan kepada Analisa di Kantor Walikota setempat, Senin (8/11). Dikatakan, hewan ternak yang masuk ke […]

  • Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, tidak ada peningkatan gelar kekuatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia. “Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai peningkatan (gelar kekuatan) di perbatasan RI-Malaysia pascainsiden kemarin,” katanya seusai menghadiri buka bersama jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat (27/8/2010). Ia mengatakan, berdasarkan pantauan di Nipah, […]

expand_less