Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 12 Okt 2016
  • print Cetak

Catatan Ringkas : Askolani Nasution
Ketua Pendiri Gerep Institute

Reruntuhan Candi Siwa di Simangambat

Reruntuhan Candi Siwa di Simangambat

Candi Simangambat diyakini telah ada sejak abad ke-9 masehi dari masa Hindu-Budha klasik. Lebih tua dari candi-candi lainnya di kawasan Mandailing, misalnya Candi Bahal atau Candi Portibi yang selama ini lebih populer di wilayah bekas kabupaten Tapanuli Bagian Selatan. Kawasan candi di Padang Lawas baru dibangun pada abad 11 masehi. Jadi ada rentang waktu 200 tahun setelah candi kawasan Simangambat dibangun.

Candi Simangambat menguatkan deskripsi tentang kawasan kebudayaan Mandailing yang tertera dalam Kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca tahun 1365 masehi. Candi ini juga membuktikan bahwa penduduk sudah ada yang menatap di kawasan Mandailing yang usianya jauh lebih tua dari klaim tarombo (legenda silsilah) dari etnik Toba. Candi ini juga mementahkan anggapan yang diyakini selama ini bahwa penduduk Mandailing terbentuk dari sebaran penduduk dari Utara yang katanya terjadi pada abad ke-15 masehi.

Berdasarkan penelitian Arie Sudewo dari Balai Arkeologi beberapa tahun lalu, Candi Simangambat memiliki konstruksi yang sama dengan candi Sewu di Jawa Tengah. Candi Sewu sendiri dibangun pada abad delapan masehi. Adanya kesamaan konstruksi itu menimbulkan asumsi berpikir bahwa kebudayaan (dengan tujuh unsurnya) penduduk di sekitar candi Sewu setara dengan kebudayaan penduduk di kawasan Mandailing pada abad yang sama. Dengan begitu, abad ke delapan masehi, Mandailing sudah memiliki peradaban yang tinggi.

Asumsi lainnya, jika candi Sewu memiliki ratusan candi, (sewu sendiri berarti seribu), maka di sekitar Candi Simangambat juga terdapat “banyak” candi lainnya yang belum ditemukan. Asumsi terakhir ini semakin kuat dengan adanya candi “Saba Siabu” dan rangkaian candi yang diyakini tertimbun di sekitar Aek Milas Siabu hingga sepanjang aliran sungai Aek Siancing – Aek Badan – dan Aek Sipuruk yang mengalir di bawah jembatan Bonandolok.

Dari konstruksinya dan patahan arca “kepala kala”, Candi Simangambat, juga diyakini merupakan pintu gerbang sebelah Barat dari sebuah kerajaan besar. Klaim itu juga menimbulkan asumsi baru bahwa sebelah Timur Candi Simangambat merupakan sebuah kawasan kerajaan besar yang membentang sekurang-kurangnya hingga sepanjang aliran Sungai Aek Siancing – Aek Badan – dan Aek Sipuruk.

Selain itu, beberapa catatan tentang adanya jejak peradaban yang membentang dari Candi Simangambat hingga ke daerah aliran sungai Barumun juga menimbulkan asumsi baru bahwa kawasan antara Candi Simangambat-aliran Sungai Aek Badan hingga ke arah Utara pernah menjadi pusat peradan besar.

Candi ini pada awalnya dipublikasikan oleh peneliti Belanda, Bosch dan Schintger, tahun 1920. Tahun 2008 dilakukan penelitian oleh tim peneliti Universitas Sumatera Utara. Tahun 2009 kembali dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi Medan. Hasil-hasil penelitian itu dipublikasikan dalam berbagai laporan, termasuk laporan yang amat mendetail dari Arie Sudewo.

Struktur Candi Simangambat masih ditemukan dengan jelas dari susunan batu bata merah di bagian dalam dan batu pasir di bagian luar. Ditemukan juga struktur batu berhias dan patung kepala kala. Pembangunan candi ini dengan bentangan yang luas menimbulkan asumsi besarnya jumlah penduduk kawasan ini pada saat itu. Selain itu, candi dengan ornamen yang khas, menunjukkan tingginya ilmu arsitektur masyarakat sekitar.

Semua asumsi itu tentu saja memerlukan kajian arkeologi dan entografi yang mendalam terutama peran pemerintah daerah dan lembaga pelestarian kebudayaan Mandailing. Sekurang-kurangnya dengan sebuah studi yang mendalam, plus pelestarian, akan mampu menjelaskan secara komprehensif tentang manusia Mandailing di masa lalu, itu yang menjadi kita hari ini. Bukan macam sekarang, semua serba mengambang. Seolah-olah kita yang sekarang ada begitu saja tanpa sejarah yang lengkap.

Lebih buruk lagi lagi kita menganggap bahwa pelestarian budaya itu yang sampai pada tahap menuliskan nilai-nilai adat dan budaya saja, yang implementasinya hanya sebatas pemberian marga, gelar kehormatan, dan prosesi adat lainnya. Tanggung jawab kita hari ini adalah bagaimana mewariskan sejarah dan kebudayaan itu kepada generasi setelah kita, selagi semuanya masih membekas.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidayat Batubara Dituntut 8 Tahun

    Hidayat Batubara Dituntut 8 Tahun

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara dituntut 8 tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider 5 bulan oleh jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (8/1/2013). Demikian dilansir TRIBUN MEDAN.com. Menurut jaksa, Bupati Hidayat Batubara memerintahkan anak buahnya mencari kontraktor proyek pembangunan RSUD Panyabungan yang bersedia membayarkan fee sebesar […]

  • Sobir Lubis Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Sobir Lubis Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Sobir Lubis menyalurkan bantuan kepada para keluarga korban kebakaran di Kotasiantar, Panyabungan, Rabu (13/11/2019). Penyerahan bantuan ini diwakili adiknya Hanapi Lubis di lokasi kebakaran kepada perwakilan korban Amiruddin Hasibuan. Bantuan berupa 10 kodi seng dan 2 kubik kayu. Pada Selasa kemarin atau beberapa jam pasca kebakaran Sobir […]

  • Pengerjaan Bahu Jalinsum di Madina

    Pengerjaan Bahu Jalinsum di Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Satu unit beko dan pekerja melakukan pekerjaan di bahu jalan raya jalur Lintas Tengah Sumatera di titik Dalan Lidang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Selasa (1/11/2022). Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan pemeliharaan jalan raya (preservasi) jalur Lintas Tengah Sumatera (jalinsum) di lintasan wilayah Mandailing Natal (Madina) yang dikerjakan PT Jaya Konstruksi. Menteri PUPR Basuki […]

  • Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Permasalahan kelangkaan pupuk yang sering terjadi di Sumut tampaknya akan mulai berkurang tahun ini seiring dengan beroperasinya pabrik pupuk yang diperkirakan memproduksi 10.000 ton pupuk per tahun. Direktur PT Agro Tani Marisi Tulus P Sitorus mengatakan, pabrik yang mereka bangun tersebut merupakan salah satu wujud mencapai ketahanan pangan nasional. “Kehadiran industri kompleks pupuk terpadu, […]

  • Gerindra belum ada kesepakatan koalisi

    Gerindra belum ada kesepakatan koalisi

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sudah melakukan komunikasi politik dengan partai lain dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, 2013 mendatang. Namun, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut belum ada melakukan kesepatakan. Ketua Tim Penjaringan dan Pendaftaran Cagubsu/Cawagubsu Partai Gerindra Sumut, Yantoni Purba mengatakan, sejauh ini Gerindra sudah membuka pembicaraan koalisi dengan hampir semua partai […]

  • Jelang Muscab PP Madina, Peluang Arjun Nasution Cukup Besar

    Jelang Muscab PP Madina, Peluang Arjun Nasution Cukup Besar

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peluang Arjun Nasution sangat besar untuk memimpin MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Organisasi ini akan menggelar Muscab dalam waktu dekat memilih ketua MPC pengganti almarhum Syahriwan Nasution. Gambaran peluang Arjun itu terlihat dari antusias sejumlah kader PP di 12 Kecamatan kepada mantan anggota DPRD Mandailing Natal ini. Kader […]

expand_less