Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pungli di Madina Harus Disikat Habis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
  • print Cetak
pungli grafis

pungli grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pungli di Kabupaten Mandailing Natal juga harus disikat habis, seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, karena pungli adalah penyakit yang bikin malu.

“Pungli diperkirakan sudah merajalela di semua lini, semua sektor,” ungkap Partaonan Siregar, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (19/10/2016).

 Di sektor infrastruktur, pungli (pungutan liar) telah menjadi rahasia umum. Para kontraktor yang memborong paket proyek pemerintah daerah selama ini ditengarai selalu diminta sekian persen dari pagu dana proyek oleh pejabat di instansi yang mengelola proyek.

“Sekian  persen untuk pejabat ini, sekian persen untuk pejabat itu, sekian persen untuk pajabat anu. Hingga proses pencairan di Dinas Keuangan pun masih ada sekian persen untuk ini, sekian persen untuk itu,” kata Partaonan.

Akibat banyaknya titik-titik pungli itu menyebabkan kualitas proyek menjadi amburadul karena kontraktor harus mengurangi volume bahan atau kualitas bahan agar mampu menutupi uang keluar untuk pungli-pungli itu.

“Bahkan Dana Desa juga kena pungli. Kepala desa harus pandai-pandai mengatur uang Dana Desa karena para pejabat di atas, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten diduga melakukan pungli. Bahkan oknum penegak hukum, wartawan hingga LSM juga diduga ikut memungli,” katanya.

Di sektor pendidikan juga diduga banyak pungli. Mulai dari guru yang dipungli oleh pejabat di kecamatan hingga kabupaten. Lalu di sekolah, para kepala sekolah dan guru juga memungli murid untuk bayar ini bayar itu. penyakit pungli diduga telah menyebar bagai virus,” ujar Partaonan.

Termasuk di sektor kesehatan, pungli terhadap bidan dalam mengurus dokukmen di tingkat kabupaten hingga kabarnya perekrutan tenaga bidan juga tak luput dari pungli.

Sektor kependudukan konon juga diduga ada pungli. Rakyat yang mengurus KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan lainnya diduga kena pungli oleh calo yang gentayangan dan oknum di instansi.

Oleh karena itu, bupati dan DPRD harus proaktif melakukan rangkaian langkah dalam memberantas pungli.

“Saya perlu peringatkan kepada seluruh lembaga dan instansi mulai sekarang ini stop namanya pungli, terutama pada pelayanan kepada masyarakat,” ucap Jokowi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (11/10/2016) lalu.

Peliput  : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Ponorogo Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FUIB sejauh ini berhasil mengumpul Rp9.045.000 dalam aksi pegumpulan dana untuk korban bencana di Mandailing Natal. Dana tersebut terkumpul dalam satu hari ini Ahad (14/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB s/d 17.30 WIB di jalan raya titik Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Kabupaten Madina itu terdiri […]

  • Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan warga Payabungan, Mandailing Natal (Madina) bukan saja soal PLN yang sering padam, air bersih yang dikelola PDAM Tirta Madina juga dikeluhkan karena airnya keruh dan sering mati. Dalam reses yang dilakukan anggota DPRD Madina, Syahriwan Nasution baru-baru ini banyak menampung keluhan warga soal air bersih di Panyabungan. “Warga mengeluh […]

  • Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    8 Luka-luka, 3 Kritis BINJAI- Bentrok dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sama terjadi di Kota Binjai, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibat kejadian ini, delapan orang luka-luka dan tiga diantaranya kritis. Dari delapan orang yang luka-luka, lima diantaranya kelompok OKP yang diserang yakni, Usman, Syamsul, Joni, Martin Bangun, dan Syahrijal. Sementara, tiga orang […]

  • Tangkap pembakar rumah Ketua KPUD

    Tangkap pembakar rumah Ketua KPUD

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara mendesak aparat kepolisian mengusut hingga tuntas sekaligus menangkap pelaku pembakar rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. “Harus diusut tuntas agar diketahui apa tujuan dari aksi pembakaran itu,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumut, Anang Anas Azhar, tadi malam. Rumah Ketua Komisi […]

  • 10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) : Sepanjang 10 dari 13 Km jalan Muara Sipongi – Pakantan   masih rusak parah. Kondisi ini mengakibatkan biaya transportasi sangat mahal disebabkan mobil angkutan enggan masuk ke kecamatan paling ujung di Mandailing Natal ini. Pantuan Senin (31/10), kerusakan terjadi hampir sepanjang jalan. Batu batu berserakan di badan jalan. Bukan itu saja, di […]

  • Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis meminta bupati Mandailing Natal mengeluarkan lahan seluas 2.542 hektar dari Izin Lokasi KP USU. Ini mengindikasikan, bahwa kebijakan pemerintah di era bupati Amru Daulay yang memberikan izin lokasi kepada KP USU tak berterima di tingkat rakyat di empat desa selaku pemilik lahan. Juga […]

expand_less