Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kasus Bibit Padi Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tetap Bertanggungjawab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
  • print Cetak

Mandailing Online ketika memeriksa salah satu sawah petani di Gunung Tua Julu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah bantuan bibit padi  terduga kadaluarsa yang diterima petani berasal dari Dinas Pertanian Sumut atau Dinas Pertanian Madina.

 “Walau begitu, Dinas Pertanian Madina menurut saya tetap di posisi bertanggungjawab, sebab jikapun dari provinsi, tetap saja Dinas Pertanian Madina yang biasanya dihunjuk sebagai penyalur kepada petani di daerahnya, dan biasanya Dinas pertanian Madina pun akan menggandeng BP3K di kecamatan menyalurkannya kepada kelompok tani,” ujar pamerhati pertanian, Arman Daulay kepada Mandailing Online, Rabu (8/2/2017) via telefon seluler.

Menurutnya, jika bibit itu kadaluarsa atau bukan kadaluarsa, bisa diketahui dari tulisan di bungkusan pembungkus bibit. Selain itu, jika Dinas Pertanian Madina dihunjuk menyalurkan di daerahnya, tentu pejabat di Dinas Pertanian sudah bisa mengatahui cirri-ciri bibit yang baik dan bukan baik.

“Sebab, pemastian bibit itu masih baik atau tidak wajib dilakukan agar bibit yang sampai di tangan petani penerima bantuan terpastikan sebagai benih yang masih baik,” katanya.

Sekedar diketahui, petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh pemerintah daerah . Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa.

Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) banyak ditemukan bibit tak berkecambah dengan baik, sehingga petani menggantinya dengan bibit lain.

“Banyak yang kecewa, bibit tidak muncul kecambah. Banyak yang kecambahnya Cuma 30 persen. Ya, terpaksa diktukar dengan bibit lain,” kata Lubis di Gunung Tua Julu.

“Bibit yang kuterima banyak yang ‘bur-buron’,” ungkap Nasution petani di Gunung Tua Iparbondar. “Bur-buron” adalah kondisi padi yang berlobang akibat banyak factor termasuk serangan kutu beras.

Mandailing Online tak berhasil menemui Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhandra Ritonga, ketika Mandailing Online mendatangi kantornya, Rabu (8/2/2016). Kepala Bidang Holtikultura, Juli juga tak ditemukan di kantor itu.

Berdasar pengakuan seorang pegawai wanita, bahwa bibit yang disalurkan dalam bentuk bantuan kepada petani di kawasan Gunung Tua Raya itu merupakan bantuan Dinas Pertanian Sumatera Utara.

 

Editor    : Dahlan Batubara

 

    

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangke Kabupaten Simalungun merupakan ide brilian dari putra Sumatera Utara dan telah masuk dalam program nasional yaitu Master Plan Pembangunan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sebentar lagi Simalungun akan menjadi sebuah kabupaten kayaraya dan terkaya di antara seluruh kabupaten yang ada di Sumut. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan […]

  • Butuh Inovasi Baru, Sektor Peternakan Belum Digarap Maksimal

    Butuh Inovasi Baru, Sektor Peternakan Belum Digarap Maksimal

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan untuk mencapai kemakmuran dibutuhkan inovasi dan keberanian melirik sektor baru yang potensial mendorong peningkatan ekonomi. Hal itu ditulisakan Atika Azmi dalam akun Instagram @atikaazmiutammi pada Selasa (8/10/2024) dikutip Kamis (10/10/2024). Dalam foto penyerta unggahan itu, dia memaparkan […]

  • Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte. Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta. Berikut ini hasil catatannya : Pada tanggal 18 Agustus […]

  • Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing Sebenarnya gagasan untuk mendirikan Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sudah muncul 14 tahun yang lalu ketika kami mendirikan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) dengan mengumpulkan kurang lebih 90 orang mahasiswa Mandailing dan didukung oleh beberapa orang donator yang benar-benar mencintai kebudayaan Mandailing dan ingin mengangkatnya kembali ke permukaan […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Kejatisu belum layak terbaik

    Kejatisu belum layak terbaik

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung. Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan. “Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar […]

expand_less