Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (4-Selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

Basyral Hamidi Harahap

 

 

Haji Muhammad Siddiq Nasution (1925-1982) lahir pada tanggal 11 Februari 1925 d Gunung Tua, ia adalah putera tertua Sutan Parimpunan dari Gunung Tua, Mandailing. Ibunya Rukiyah Dalimunthe dari Sigalangan. Belum lagi menamatkan HIS ia berangkat bersama kakek dan neneknya, Syekh Haji  Hasan dan Ramlah Dalimunthe, untuk belajar di Mekkah pd tahun 1938. Mereka mukim di Mekkah selama 12 tahun. Muhammad Siddiq belajar di Madrasah Darul Ulum di Mekkah samapi memperoleh ijazah. Ia menguasai tiga bahasa asing , iyalah Arab, Inggris dan Belanda.

Kakeknya, Syekh Haji Hasan mengajaknya kembali ke Tanah Air pada tahun 1949. Neneknya sendiri telah wafat di Mekkah. Muhammad Siddiq menikah dengan boru Siregar dari Batangtoru. Ia adalah seorang orator yang tutr katanya sangat mengena di hati jamaahnya. Ia menyelenggarakan pengajian di Gunung Tua dan desa-desa lain di Mandailing. Pada tahun 1967, ahli fiqh ini mendirikan perguruan Muhammdiyah di Gunung Tua mulai dari SD, Tsaniwayah dan Aliyah. Perguruan ini berkemabng di Tambah lagi dengan Bustanul Athlifal Taman Kanak-kanak Aisyyiah.

Penulis pernah mewawancarai Haji Muhammad Siddiq di kediamannya pada tahun 1979 dan 1981 dalam rangka penelitian lapangan tentang pergerakan politik dan islam di Tapanuli Selatan. Kesan yang paling mendalam dalam berdialog dengan H. Muhammad Shiddiq adalah tutur katnya yang lembut kahs diale Mandailing yang kental, pilihan kata-katnya yang tepat dan wajahnya yag senyum baik dalam keadaan mendengarkan maupun ketika berbicara. Koleksi bukunya yang kaya tentang Islam menyakinkan bahwa ia benar-benar seorang anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang handal. H. Muhammad Siddiq ikut memberi sumbangan dalam berbagai pembahasan dan keputusan Majelis tarjih PP Muhamadiyah.

Ketika wafat pada tahun 1918, H. Muhammad Siddiq meninggalkan seorang isteri dan delapan orang puteri diantaranya ada yang kembar dan seorang cucu laki-laki.

Inilah sosok ulama yang luas pengetahuannya sampai saat kini belum ada gantinya.

Wafatnya para ulama Madina menimbulkan ke prihatinan yang mendalam. Ini merupakan pertanda akan terjadi berbagai kesulitan dalam kehidupan masyarakat. Tak ada lagi ulama sebesar mereka yang mampu menggantikan peranan mereka dalam mengajrkan segala seluk beluk agama Islam.  Ketekunan, kegigihan, keberanian, kesabaran, kejujuran, kearifan, kesederhanaan, semangat kepeloporan, kemampuan menderita dalam mencari ilmu, kesulitan ilmu yang di miliki para ulama itu tidak lagi memiliki para ulama yang tampil setelah mereka.  (dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabel Listrik Menjalar di Tanah

    Kabel Listrik Menjalar di Tanah

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Kabel listrik di sekitar Kantor Kehutanan Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjalar di tanah dan ujung kabelnya yang telanjang berada di rerumputan. Kondisi ini dikhawatirkan mengundang bahaya. Pantauan METRO, Senin (22/11), di lokasi perkantoran Kehutanan di wilayah Aek Latong, satu unit gedung terlihat rata dengan tanah akibat terbakar beberapa bulan lalu, […]

  • Organda Sumut Minta Tuntaskan Jalan Lingkar Kotanopan

    Organda Sumut Minta Tuntaskan Jalan Lingkar Kotanopan

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (MO) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) didesak agar segera menuntaskan pembangunan jalan Lingkar Barat Kotanopan sepanjang lebih kurang 7 Km yang sampai saat ini masih terbengkalai. Desakan ini di keluarkan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di pusat Pasar Kotanopan. Desakan ini dinyatakan Ketua I DPD Organda Sumut, H. Ikhwan Efendi Lubis di […]

  • Antri Beli BBM

    Antri Beli BBM

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Belum stabilnya bensin dan mahalnya bensin eceran di Mandailing Natal mengakibatkan antrean para pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kota Panyabungan. Yang mengantri ini didominasi pemilik kendaraan roda dua, becak motor, dan angkutan umum lainnya. (metro)

  • Surung Panjaitan Divonis 2,5 Tahun

    Surung Panjaitan Divonis 2,5 Tahun

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Pengusaha Surung Panjaitan divonis 2,5 tahun penjara oleh majelis hakim Tipikor Medan, Senin (21/1). Sekretaris Umum Gapensi Sumut ini terbukti menyuap Bupati Madina Hidayat Batubara Rp 1 miliar untuk mendapatkan proyek pembangunan RSUD Panyabungan. “Menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan kepada terdakwa Surung Panjaitan. Mewajibkan terdakwa membayar denda Rp50 […]

  • Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perwakilan PT Agincourt Resources Batang Toru, Agus Hutabarat menyerahkan bantuan kemanusiaan, Senin (4/10). Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang TAPSEL-METRO; Hingga Selasa (5/10), 17 rumah warga di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan masih direndam air setinggi 1 meter. Sebab, hujan masih terus mengguyur daerah tersebut sehingga […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

expand_less