Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

——————————————————————————-

Dulu ada istilah “Jakarta puk” – “Medan M majolo”. Satu istilah di Mandailing yang memandang Jakarta dan Medan sebagai tujuan merantau. Apapun itu, tetap saja bisa disudutpandangi sebagai urbanisasi : merantau ke kota dan bekerja di setor industri atau jasa atau perdagangan, meninggalkan sektor pertanian (marsaba).

Kenapa Jakarta atau Medan? Menagapa tak Sidimpuan atau Panyabungan atau Kotanopan atau Sibuhuan atau Gunungtua? : karena industri/jasa/perdagangan tumbuh lambat seperti jalan keong atau malah stagnan di Tapanuli Bagian Selatan. Faktornya menurut para pelaku usaha : infrastruktur (jalan/jembatan/energi,air bersih) dan regulasi yang parah menyebabkan investasi rendah sehingga industri/jasa/perdagangan tak tumbuh.

Gubernur atau bupati jangan bicara petani sejahtera jika lahan masih 1 bunbun/KK. Minimal 2 hektar (12 bunbun) baru diizinkan bicara sejahetera. Lalu bagaimana agar 2 hektar per KK? Menurut pakar : jumlah petani harus dikurangi, sehingga sisa petani yang ada akan memiliki lahan antara 1 hingga 2 hektar per KK. Bagaimana mengurangi petani? : Tumbuhkan industri/jasa/perdagangan/perkebunan agar petani sawah keluar dari sawah. Tentu jalan tol merupakan awal mulanya.

Jika jalan tol ada, bukan saja industri, perdagangan dan jasa yang berkembang menggeliat hiruk pikuk, tetapi industry yang bersifat agro (perkebunan, peternakan, perladangan, perikanan dll) akan menggeliat luar biasa karena seluruh jaringan distribusi sudah lancar.

Di Malaysia, belasan tahun Mahathir Muhammad focus di 2 sektor : infrastruktur dan pendidikan. Hasilnya : industry/jasa/perdagangan tumbuh, SDM tumbuh. Akhirnya, jumlah petani sawah berkurang. petani sawah meninggalkan sawah (hanya di Kedah yang ada parsaba), mereka beralih ke sektor industry/jasa/perdagangan. Sawah itu disewakan kepada perusahaan yang bergerak di pertanian.

Pemerintah Amerika Serikat berhasil mengurangi jumlah petani melalui penumbuhan industri/jasa/perdagangan. Jumlah petani menurun dari 25% pada tahun 1930an menjadi kurang dari 2% pada era 2010, saat ini hanya 0,1% penduduk AS yang bekerja secara penuh sebagai petani.

Apakah bandara Aek Godang di Padang Lawas, Bandara Bukit Malintang di Madina mampu menggenjot pertumbuhan industri/jasa/perdagangan? Tidak!!. Pesawat terbang tak mampu membawa CPO sawit dari Natal ke Medan; pesawat terbang tak mampu memperlancar arus barang indutri, arus barang perkebunan, arus barang peternakan, karena pesawat terbang hanya mampu membawa orang dari Kuala Namu ke Bukit Malintang atau ke Aek Godang.

Industri/jasa/perdagangan hanya akan tumbuh jika jalan lebar (tiap jalur memiliki 4 lajur) dari Palas ke pelabuhan/dari Madina ke pelabuhan/dari Tapsel ke pelabuhan/dari Paluta ke pelabuhan/dari Sidimpuan ke pelabuhan sebagi jalur utama. Lalu jalur Kotanopan/Morsip ke Panyabungan terhubung ke Natal/Batahan/ Singkuang. Jalur Sorkam ke Sibuhuan terkoneksi ke Gunung Tua-Sidimpuan-Angkola-Sipirok dan jalur-jalur interkoneksi lainnya yang lebar-lebar.

Si pengusaha pasti menghitung distribusi barang sebelum memutuskan berinvestasi di satu kawasan. Soal angkutan manusia toh sudah ada bandara di Piangsori yang mampu didarati Garuda jenis Boening, dan si pengusaha akan lebih cepat menempuh Pinangsori-Muara Sipongi, Pianangsori-Sibuhuan, Piangsori-Angkola, Pinangsori-Tabuyung via Batangtoru dengan jalan 4 lajur sambil melihat dari jendela mobil ke arah truk teronton membawa bahan baku industri yang melintas dengan kecepatan maksimal di jalan 4 lajur yang lebar. Hilir mudik turuk-truk besar yang ramai pertanda pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Batubara Unjukrasa

    Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Batubara Unjukrasa

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Limapuluh, Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Batubara menggelar unjukrasa damai di Kantor DPRD Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh Selasa (1/2). Sebagian besar massa berasal dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), di antaranya Pemuda Pancasila (PP), Generasi Muda FKPPI, Ikatan Pemuda Karya dan masyarakat lainnya. Massa menyampaikan tuntutan melalui orasi yang disampaikan secara bergantian oleh juru […]

  • General Manager KP.USU Tak Bisa Masuk Ke Perkebunan KP.USU

    General Manager KP.USU Tak Bisa Masuk Ke Perkebunan KP.USU

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Koperasi Maju Bersama Jaya, Parwis Batubara yang merupakan mitra KP.USU, Senin (27/10) mengatakan bahwa PT. ALN dinilai sangat arogan. Sejak 9 September 2014, General Manager KP.USU, Hotri Pulungan tidak bisa masuk ke lokasi KP.USU untuk melakukan tugasnya sebab dilarang oleh manajemen PT.ALN melewati portal yang diklaim PT.ALN sebagai jalan […]

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • Dinilai Gagal Bina Anggota, Syamsir Alam Minta Bupati Copot Jabatan Kasatpol PP Madina

    Dinilai Gagal Bina Anggota, Syamsir Alam Minta Bupati Copot Jabatan Kasatpol PP Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasat Pol PP ) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Yuri Andry dinilai gagal dalam membina anggota nya pasca keterlibatan oknum pegawai honor satpol dalam kasus pemerasan dan perkosaan terhadap inisial SN ( 20 ) warga Pidoli  yang terjadi pada rabu lewat dan […]

  • PERAN SERTA PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MADINA

    PERAN SERTA PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN MADINA

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Pembangunan merupakan suatu peroses menuju kearah yang lebih baik. Jika berbicara tentang pembangunan secara umum tentulah orang-orang mengidentikkannya dengan pembangunan gedung, jalan atau insfrastruktur lainnya. Namun ternyata tidak hanya itu saja, pembangunan yang  dimaksud diatas adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan semua bidang dan aspek kehidupan baik pribadi maupun pemerintah, hal […]

  • BNN: Akil Mochtar Tidak Terbukti Sebagai Pengguna Narkoba

    BNN: Akil Mochtar Tidak Terbukti Sebagai Pengguna Narkoba

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Badan Narkotika Nasional (BNN) mengumumkan hasil pemeriksaan narkoba pada urine dan rambut Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar. “Secara laborarotium dinyatakan negatif di urine maupun rambut. Yang ada adalah narkotika jenis ganja dan methamphetamine di ruangan kerja AM,” kata juru bicara BNN, Sumirat Dwiyanto, dalam konferensi pers di kantor BNN, Jakarta, Selasa (8/10). Dia nyatakan, […]

expand_less