Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
  • print Cetak

Seorang pria berdiri di antara rumpunan padi raksasa

BLITAR (Mandailing Online) – Padi setinggi hampir dua meter yang ditanam warga Blitar jadi fenomena. Banyak orang datang ke rumah Mohammad Diaudin Aridowi (24).

Udin, sapaan akrab Diaudin Aridowi, adalah warga Dusun Bebekan Desa Combong Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang menanam padi itu.

Selain penasaran, mereka juga ingin mencoba menanam padi varietas baru yang diberi nama PIM1 itu. Menanam padi jenis ini selain lebih menguntungkan, rasanya juga enak. Apakah PIM1?

“PIM itu kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat,” jelas Udin kepada detikcom di rumahnya, Minggu (25/3/2018).

Pencipta varietas padi ini, tambah Udin, ingin petani Indonesia lebih makmur. Karena banyak regulasi di bidang pertanian yang dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

“Bibit padi ini sengaja tidak disertifikasi. Padahal dari balai benih pernah menawar Rp 600 juta, tapi ditolak. Sampai Rp 1 miliar juga tetap ditolak,” ungkap Udin.

Kalau disertifikasi, lanjut Udin, dikhawatirkan bibit PIM1 jadi mahal. Padahal tujuan penciptaan varietas ini agar petani bisa meraup keuntungan lebih.

Adalah sosok Boing Kristiawan, petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ikut melakukan uji coba padi PIM1. Boing membenarkan semua cerita yang disampaikan Udin.

“PIM1 itu hasil riset sejak 2002 – 2012. Kemudian 2012 – 2014 mulai ditanam di greenhouse. Tahun 2015 mulai ditanam oleh petani. Bagi saya yang juga petani, produktivitas dan rasa adalah 2 hal yang menjadi visi,” tulisnya dalam pesan di WhatsApp, Senin (26/3/2018).

Walaupun uji coba PIM1 telah berhasil panen dan rasa padinya enak, Boing menyatakan uji coba ini belum selesai. “Belum selesai, prosesnya masih panjang. Ini saya juga mulai uji coba PIM2 dan PIM3. Risetnya lama dan dengan dana swadaya murni, menurut Anda, apakah sesuatu yang logis?” jelas Boing.

Memang, proses uji coba sebuah varietas padi baru sangat lama. Juga butuh biaya tak sedikit. Karena itu, tim memanfaatkan alat seadanya. Misalnya untuk memisahkan DNA, tim menggunakan cara manual.

Padi PIM1 ditanam Udin awal Januari 2018. Pekan lalu, padi dipanen. Hasilnya menggembirakan, 2 kali lipat dibanding varietas lain. Berasnya juga pulen.

Sumber : Detik com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Intansi Pemerintah di Madina Tak Berlakukan Bendera Stengah Tiang Peringati G30S/PKI

    Sejumlah Intansi Pemerintah di Madina Tak Berlakukan Bendera Stengah Tiang Peringati G30S/PKI

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta seluruh kantor instansi pemerintah tingkat pusat dan daerah, satuan pendidikan serta seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada 30 September. Instruksi itu tertuang dalam surat Mendikbud Nomor. 31328/MPK.F/TU.02.03/2023 tertanggal 15 September 2023. Namun di Kabupaten Mandailing Natal, intruksi tersebut ternyata tidak […]

  • Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution akan segera mencopot Andi Bugis dari jabatan Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina. Pasalnya, warga Panyabungan menilai kinerja Andi Bugis buruk dan enggan bersosialisasi dengan warganya, terutama saat acara-acara keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. “Insya Allah, akan ditindak-lanjuti aspirasi warga Panyabungan III,” […]

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

  • Judi Togel Marak di Tapsel

    Judi Togel Marak di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Judi togel kian marak di Kabupaten Tapanuli Selatan sehingga diperkirakan dapat meningkatkan tindak kriminal, merusak sendi keagamaan, hukum, dan tatanan hidup bahkan berpotensi menghancurkan generasi. Menyikapi hal tersebut sejumlah tokoh ulama yang tergabung dalam Badan Silahturahmi Pondok Pesantren se Kabupaten Tapanuli Selatan mendatangi DPRD setempat untuk mendesak agar memberantas togel yang kian mewabah hingga […]

  • Gelar Uji Coba Sistem CAT Tes CPNS

    Gelar Uji Coba Sistem CAT Tes CPNS

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) siap menguji coba penerapan sistem computer assisted test (CAT). Sistem ini digadang-gadang akan diterapkan dalam tes CPNS 2013 menggantikan model pengisian lembar jawaban komputer (LJK). Kepala Biro Hukum dan humas (Karo Hukmas) Kemen PAN-RB M. Imanuddin mengatakan, uji coba ini bakal dilangsung pada sebuah […]

  • Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah-Muara Soma, Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun selalu porak poranda. Warga pun akhirnya menuding Pemprovsu sebagai penanggungjawab pemeliharaan jalan ini dituding pilih kasih. Selain kucuran dana yang dinilai minim dalam pemeliharaan jalan, Pemprovsu melalui Dinas Perhubungan Sumut juga dinilai tak becus mengontrol truk-truk bermuatan […]

expand_less