Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN-Tingginya angka penderita HIV/AIDS saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh pihak, termasuk Kemendiknas. Hal ini disikapi Kemendiknas dengan memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS melalui kampanye di sekolah.

Penyampaian informasi tentang HIV/AIDS ini sangat penting, sehingga Kemendiknas saat ini sedang mengkaji kurikulum untuk disinergikan dalam mata pelajaran di sekolah.

Namun, Kepala Disdik Medan Hasan Basri tak sependapat jika pelajaran HIV/AIDS dimasukkan dalam kurikulum, sebab akan menimbulkan beban lebih banyak lagi bagi para siswa. “Pembelajaran tentang proteksi anak terhadap pendidikan seks sudah termasuk dalam pendidikan biologi, olahraga, kesehatan dan agama. Jadi tak mungkin dimasukkan lagi secara spesifik ke dalam kurikulum. Selain membutuhkan biaya, beban siswa juga makin bertambah,” ungkap Hasan kepada wartawan, Senin (6/12).

Lebih lanjut Hasan mengatakan, informasi tentang HIV/AIDS ini telah terintegrasi ke dalam beberapa mata pelajaran. “Apalagi kekhawatiran terhadap penyakit ini berawal dari seks bebas, itu bisa dicegah dengan pendidikan agama,” terangnya.

Terlepas dari hal tersebut, menurut Hasan, pihaknya sering melakukan kerjasama dengan berbagai mitra terkait dalam mensosialisasikan tentang bahaya hubungan di luar nikah dan gonta-ganti pasangan. “
Kita tak mungkin memasukkan pelajaran tersebut ke dalam kurikulum khusus, tapi dengan melakukan sosialisasi anti HIV/AIDS. Jika kita sampaikan tentang hal ini kepada siswa, malah mereka belumsiap. Bahkan secara psikologi hal itu sebagai sesuatu yang harus dihindari dan itu harus diuji coba terlebih dahulu,” katanya.

Namun, Hasan mengaku pendidikan seks bagi siswa itu penting. “Tapi bukan dalam mata pelajaran seks, melainkan dalam mata pelajaran biologi dan olahraga yang menjelaskan fungsi-fungsi alat genetika dan reproduksi,” tuturnya.
Hasan berpendapat, pengetahuan tentang HIV/AIDS belum bisa dimasukkan ke dalam kurikulum.
“Karena memang belum sesuai dengan perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Perlu diketahui bersama, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu hingga 130 ribu orang. Data ini berasal dari National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS. (saz)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

  • Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kader harus bersama bekerja dalam mensinergiskan program partai. Itu ditekankan Ketua DPTD PKS Kabupaten Mandailing Natal, H. Wahiddin Arjun, Lc, Senin (22/2/2021) dalam sambutannya pada reses TS II 2020-2021 anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar,ST.MT di Panyabungan. Bekerja bersama atau bersama bekerja merupakan kekuatan […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi II) Hari : Jumat, Pukul : 13.30 s/d 15.30 wib Tanggal : 12 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000373 WENNY KHOLILAH 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. Dahlan Hasan Nasution menyatakan perlu dilakukan pengkajian kembali komposisi pejabat di jajaran Pemkab Madina. Sebab, menurutnya hampir 60 persen putra asli Madina sudah non job, dan diisi oleh pejabat yang didatangkan dari luar daerah. Dia juga menghimbau diadakan tobat missal dalam rangka membela kepentingan rakyat […]

  • Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) -Kepala Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bantah dugaan pengancaman yang ia lakukan kepada beberapa anggota Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia Profesional Jaringan Mitra Negara (LPAKNRI Projamin) Bantahan tersebut dikatakan langsung Kades Desa Sale Baru Cahyono Surya Bin Mustamar di Rumah Makan Dapur […]

  • Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pihak Distributor sepatu dan sandal Merk Kickers langsung menarik barang dagangannya yang dijual di salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan. Hal tersebut lantaran adanya laporan masyarakat yang menemukan label halal dengan tanda ‘pig skin lining’. “Dari keterangan distributor, mereka sudah menarik semua barang yang berlabel seperti itu,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, […]

expand_less