Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
  • print Cetak


Bulan Agustus tahun 2011 merupakan bulan yang sangat istemewa. Bulan Agustus
yang merupakan bulan keramat dan penuh cerita perjuangan bagi rakyat
Indonesia, tahun ini bersamaan pula ritual umat Islam masuk ramadhan. Bila
kita sejenak kembali pada sejarah bangsa Indonesia, kondisi tersebut hampir
sama dengan bulan Agustus 1945, di mana saat di Proklamasikanya kemerdekaan
Indonesia, waktu umat Islam Indonesia juga sedang memasuki bulan Ramadhan.

Dalam rangka peringatan 66 tahun Revolusi Kemerdekaan Indonesia itulah, kami
dari Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (*FAM Unair*), Serikat
Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (*SBK-KP KSN*),
Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (*SKMR*), dan Ikatan Keluarga
Orang Hilang Indonesia (*IKOHI*) Jatim berinisiatif mengadakan pagelaran
seni rupa sederhana. Kegiatan pagelaran seni rupa ini kami gelar sore hingga
waktu buka puasa pada tanggal 1 Agustus 2011 di depan gedung Grahadi
Surabaya.

Dalam pagelaran ini kami menggelar dan memajang 45 gambar seni rupa yang
bertemakan tentang kemerdekaan, dan tempat untuk menggambarnya kami
mengggunakan kardus-kardus berkas. Dalam gambar-gambar sederhana ini
menceritakan bagaimana mulai awal masuknya kolonialisme Belanda karena
terbuai dengan kekayaan alam nusantara akan hasil rempah-rempah. Selanjutnya
menceritakan bagaimana kejamnya penghisapan Kolonial Belanda pada waktu di
berlakukanya sistem tanam paksa, masa bangkitnya pergerakan nasional
Indonesia, masa perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan, masa
rezim Orde baru yang menggandeng IMF dan Bank Dunia hingga penggambaran
kondisi masa pemerintahan SBY-Boediono yang penuh dengan korupsi, pendidikan
dan kesehatan semakin. Gambar sejumlaj 45 sendiri merupakan simbolisasi
terhadap tahun di proklamasikanya kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun
1945..

Melalui gambar-gambar sederhana inilah kami hanya sekedar ingin mengingatkan
kembali kepada rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan yang dulu dengan gigih di
perjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan dengan berkorban darah dan nyawa
telah semakin kehilangan arah. Bangsa Indonesia saat ini nyata bukan menjadi
bangsa yang berdaulat lagi baik dalam bidang ekonomi, politik dan budaya.
Merajalelanya perilaku korupsi, perampasan tanah rakyat oleh kaum pemodal,
pendidikan dan kesehatan mahal, perbuadakan modern terhadap buruh dengan
politik upah murah, kerja kontrak dan Outsoourcing serta berbagai persoalan
lainnya adalah gambaran bagamaina kemerdekaan saat ini semu. Neoliberalisme
(Penjajahan Gaya Baru) saat ini nyata telah hadir dan mencengkeram bumi
Indonesia.
Sumber: Fam Unair

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Tim Pengawas Peredaran Barang dan Makanan (TPPBM) Padangsidimpuan merazia sejumlah toko makanan dan minuman, Kamis (4/8). Dalam razia tersebut, tim menemukan sejumlah produk susu yang rusak kemasannya. Sementara di Madina, Disperindagkop UKM dan Pasar menemukan makan kedaluwarsa yang masih dijual. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Padangsidimpuan (Psp) Islahuddin Nasution melalui Kabid Perdagangan […]

  • Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – Sejatinya wilayah Mandailing sangat luas, mulai dari garis Gunung Opir di Pasaman (Sumatera Barat) di arah tenggara, kemudian perbatasan Riau arah Timur, serta ujung Batang Toru (batas dengan Tapanuli Tengah). Hanya saja, oleh kepentingan administrasi pemerintahan, wilayah Mandailing itu lama-lama menjadi ciut. Itu diungkapkan Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution pada pembukaan acara […]

  • Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Diva kontroversial ini tengah mempelajari kitab suci Al Quran. Ketertarikannya kepada Al Quran, didasari karena Madonna penasaran dengan kehidupan pribadi sang kekasih, Brahim Zaibat, yang merupakan seorang Muslim. Dilansir dari Nation, Madonna yang berlatar belakang dari keluarga Katolik, diketahui saat ini menganut Kabbahlah (aliran Yahudi). Janda Guy Ritchie itu hanya tahu sedikit tentang sejarah Islam […]

  • Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Musibah penambang tertimbun material tambang emas ilegal di desa simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal dibenarkan Camat Batangnatal Wahyu Siregar. “Benar ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong, 2 Orang meninggal dunia, 1 dalam perawatan,” kata Wahyu Siregar Rabu malam 18/3/2026. Info yang diperoleh, ke 3 korban adalah warga sekitar. 2 dinyatakan […]

  • Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JOGJA – Kemiskinan menjadi faktor yang harus dituntaskan oleh pemerintah demi menciptakan negara maju yang se-jahtera. Pernyataan ini dilontarkan Ilham Akbar Habibie, putera Presiden RI keempat BJ Habibie, dalam Seminar Nasional Teknoin 2014 di Fakutas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII),  Sabtu (22/11). Selain meminimalisasi kemiskinan, ada tiga hal penting lain yang harus jadi perhatian […]

  • Mobil Esemka lolos uji emisi

    Mobil Esemka lolos uji emisi

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Solo, (MO) – Mobil Esemka buatan pelajar SMK kini telah lolos dari uji emisi yang dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulis (BTMP) di Serpong, Tangerang. Dalam waktu dekat, mobil Esemka akan dibawa pulang ke Solo Technopark (STP). “Mobil Esemka yang menjalani uji emisi memang telah lolos, tetapi dengan catatan harus menurunkan berat mobil tersebut […]

expand_less