Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
  • print Cetak


Bulan Agustus tahun 2011 merupakan bulan yang sangat istemewa. Bulan Agustus
yang merupakan bulan keramat dan penuh cerita perjuangan bagi rakyat
Indonesia, tahun ini bersamaan pula ritual umat Islam masuk ramadhan. Bila
kita sejenak kembali pada sejarah bangsa Indonesia, kondisi tersebut hampir
sama dengan bulan Agustus 1945, di mana saat di Proklamasikanya kemerdekaan
Indonesia, waktu umat Islam Indonesia juga sedang memasuki bulan Ramadhan.

Dalam rangka peringatan 66 tahun Revolusi Kemerdekaan Indonesia itulah, kami
dari Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (*FAM Unair*), Serikat
Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (*SBK-KP KSN*),
Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (*SKMR*), dan Ikatan Keluarga
Orang Hilang Indonesia (*IKOHI*) Jatim berinisiatif mengadakan pagelaran
seni rupa sederhana. Kegiatan pagelaran seni rupa ini kami gelar sore hingga
waktu buka puasa pada tanggal 1 Agustus 2011 di depan gedung Grahadi
Surabaya.

Dalam pagelaran ini kami menggelar dan memajang 45 gambar seni rupa yang
bertemakan tentang kemerdekaan, dan tempat untuk menggambarnya kami
mengggunakan kardus-kardus berkas. Dalam gambar-gambar sederhana ini
menceritakan bagaimana mulai awal masuknya kolonialisme Belanda karena
terbuai dengan kekayaan alam nusantara akan hasil rempah-rempah. Selanjutnya
menceritakan bagaimana kejamnya penghisapan Kolonial Belanda pada waktu di
berlakukanya sistem tanam paksa, masa bangkitnya pergerakan nasional
Indonesia, masa perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan, masa
rezim Orde baru yang menggandeng IMF dan Bank Dunia hingga penggambaran
kondisi masa pemerintahan SBY-Boediono yang penuh dengan korupsi, pendidikan
dan kesehatan semakin. Gambar sejumlaj 45 sendiri merupakan simbolisasi
terhadap tahun di proklamasikanya kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun
1945..

Melalui gambar-gambar sederhana inilah kami hanya sekedar ingin mengingatkan
kembali kepada rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan yang dulu dengan gigih di
perjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan dengan berkorban darah dan nyawa
telah semakin kehilangan arah. Bangsa Indonesia saat ini nyata bukan menjadi
bangsa yang berdaulat lagi baik dalam bidang ekonomi, politik dan budaya.
Merajalelanya perilaku korupsi, perampasan tanah rakyat oleh kaum pemodal,
pendidikan dan kesehatan mahal, perbuadakan modern terhadap buruh dengan
politik upah murah, kerja kontrak dan Outsoourcing serta berbagai persoalan
lainnya adalah gambaran bagamaina kemerdekaan saat ini semu. Neoliberalisme
(Penjajahan Gaya Baru) saat ini nyata telah hadir dan mencengkeram bumi
Indonesia.
Sumber: Fam Unair

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Bagai Dua Bilah Mata Pisau

    Investasi Bagai Dua Bilah Mata Pisau

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani S.Pd.I Guru tinggal di Medan Kran investasi asing kian terbuka lebar, agaknya memberi peluang baru dunia perekonomian Indonesia, namun tentu perlu ditelisik ulang, karena investasi asing bisa jadi dua bilah mata pisau. Butuh siaga ketat dalam menerima investasi asing, jangan sampai rakyat dirugikan, karena sejatinya semua kebijakan negara harus ditujukan untuk kepentingan rakyat. […]

  • Buang Sampah Sembarangan Bakal Kena Denda Rp 500 Ribu Berlaku Tahun Depan.

    Buang Sampah Sembarangan Bakal Kena Denda Rp 500 Ribu Berlaku Tahun Depan.

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perusahaan Pelanggar Didenda Rp 50 Juta JAKARTA – Sanksi denda maksimal yang berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di wilayah Jakarta tak hanya akan diberlakukan bagi kendaraan yang menerobos jalur Transjakarta (busway) dan parkir sembarangan (liar atau di tempat terlarang). Sanksi yang sama juga akan diberlakukan bagi warga yang suka membuang sampah sembarangan. […]

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

  • Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH : Besok, Pilkada Madina Digelar

    Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH : Besok, Pilkada Madina Digelar

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pelaksanaan pemilihan suara ulang Pilkada Mandaling Natal siap digelar besok, Minggu (24/4). Seluruh penyaluran logistik sudah selesai, bahkan sampai ke daerah-daerah terisolir sekalipun. Perangkat pelaksana Pilkada juga sudah siap menggelar pesta demokrasi. Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal Jefri Antoni, SH kepada Analisa, Jumat (22/4). Jefri mengatakan, hingga minus dua […]

  • Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Setelah sempat tertunda sejak 28 Februari lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akhirnya melantik Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur defenitif untuk sisa periode 2008-2013. Prosesi pelantikan Gatot digelar di depan rapat paripurna DPRD Sumut, Kamis (14/3). dalam sambutannya, Gamawan meminta agar Gatot dapat lebih efektif menjalani sisa pemerintahan […]

  • Pemda Bisa Ambil Alih Otorita Asahan

    Pemda Bisa Ambil Alih Otorita Asahan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) 100 persen menjadi milik pemerintah RI, maka Otorita Asahan ke depan sudah tidak punya peran lagi. Dulunya, Otorita Asahan dibentuk sebagai badan yang mewakili pemerintah RI dalam pengelolaan Inalum, sedangkan pihak Jepang membentuk Nippon Asahan Aluminium (NAA). Lantas mau diapakan Otorita Asahan ke depan? Apakah langsung dibubarkan? […]

expand_less