Kamis, 3 Sep 2026
light_mode

Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Des 2022
  • print Cetak

TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun.

Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22).

Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa Husein Nasution.

Lulusan Pesantren Musthofawiyah tersebar di berbagai penjuru Indonesia dan banyak negara, termasuk di Yaman.

Haul diawali pembacaan ayat suci Al-Quran oleh seluruh anggota KAMUS Yaman, tamu undangan, dan setiap perwakilan pondok pesantren se-Indonesia yang turut menghadiri acara besar ini.

 

Ketua KAMUS Yaman, Muhammad Sufi (tengah); Ketua IPSU (Ikatan Pelajar Sumatera Utara) di Yaman, Ahmad Raja Azani (samping kanan) dan Ketua Tanfidziyah PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Yaman, Gus Muhammad Faruq (sebelah kiri)

 

Selanjutknya khataman Al-Quran, tahlil serta takhtim yang dihadiahkan pahalanya kepada almarhum Syekh Mustafa Husein Nasution dan seluruh pendiri serta dewan guru Pesantren Musthofawiyah yang telahl menghadap Allah swt. Dan diakhiri dengan do’a oleh Habib Sidi Husein bin Yahya.

Dalam sambutannya, Muhammad Sufi selaku Ketua KAMUS Yaman tahun ini, menyampaikan bahwa acara itu dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar pondok pesantren se-Indonesia. Serta meneladani para guru dan masyaikh yang telah banyak berjasa bagi ummat.

Dahulu ketika masih menimba ilmu di kota Mekkah, Syekh Mustafa Husein pernah satu meja dan satu halaqoh keilmuan dengan KH. Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nahdlatul Ulama. Begitu juga dengan Syekh Mustafa Husein yang pertama kali menggaungkan berdirinya Nahdlatul Ulama di kawasan Sumatera Utara.

“Dan sudah pasti juga bahwa hubungan dan silaturahmi diantara Syekh Mustafa Husein dan KH. Hasyim Asy’ari sangat erat ketika itu. Dan inilah juga yang kita harapkan agar dapat mempererat silaturahmi kepada Pengurus PCINU yang ada di Yaman, silaturahmi antar pondok dan antar sesama kita,” ucap Sufi.

Acara kemudian adalah penayangan video dokumenter tentang biografi hidup Syekh Mustafa Husein serta cikal bakal pembangunan pondok pesantren Mustafawiah hingga saat ini. Acara pun diakhiri dengan foto bersama dan makan malam.

Peliput: Ahmad Raja Anjani dari Tarim, Yaman.
Editor: Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpidana Kasus Tambang Ilegal di Madina Tak Kunjung Dieksekusi

    Terpidana Kasus Tambang Ilegal di Madina Tak Kunjung Dieksekusi

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Terdakwa Zulkipli alias Jaopuk berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina), Sumut, nomor 210/ PID.SUS/2022/PNMDL, dovonis 1 bulan 15 hari karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin, namun terpidana tak kunjung dieksekusi jaksa dengan alasan terpidana keadaan sakit. Kasipidum Kejaksaan Negeri Madina Riamor Bangun […]

  • Kuasa Hukum Bupati Madina Siap Hadapi Dakwaan KPK

    Kuasa Hukum Bupati Madina Siap Hadapi Dakwaan KPK

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    MEDAN, – Pengacara Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara menyatakan pihaknya siap menghadapi jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap yang telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Medan. Kuasa hukum Batubara, Refman Basri saat dihubungi, Selasa (24/9/2013), menyatakan kesiapannya. “Silakan saja jaksa mau mendakwa dengan apa saja. Boleh saja pendakwaannya demikian. Tapi bisa nggak […]

  • Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Pada 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangsidimpuan telah mengidentifikasi tiga kasus penyakit mematikan HIV/AIDS. Dua korban telah meninggal, seorang lagi masih menjalani perobatan. “Dua korban meninggal itu sebenarnya bukan terjangkit HIV/AIDS di Padangsidimpuan. Namun keduanya selama ini merantau di Batam dan Surabaya,” kata Kadinkes, Doria Hafni Lubis, tadi pagi. Menurutnya, ketika tingkat penyakitnya […]

  • Film Si Bisuk Naoto Sudah Beredar

    Film Si Bisuk Naoto Sudah Beredar

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Film Mandailing “Si Bisuk Naoto” sudah beredar di Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Sidempuan pasca lebaran ini. Bagi para peminat sudah bisa mendapatkannya di toko-toko kaset terdekat. Film ini bercerita tentang gadis desa diperankan Nila Sari yang jatuh cinta kepada Si Bisuk Naoto diperankan Jul Fikar, pemuda lugu dengan sedikit […]

  • Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Hidayah adalah rahasia Allah, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam. Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah resmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9). Ia mengungkapkan, Islam itu […]

  • Tympanum Garap Film “Lilu”

    Tympanum Garap Film “Lilu”

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Kemajuan sinematografi di Mandailing Natal, Sumatera Utara terus berkibar. Ini tak terlepas dari para sineas Mandailing yang kian banyak melahirkan karya-karya meramaikan kancah perfilman di tanah air. Setelah meraih rangkaian sukses memproduksi films berbasis Mandailing “Biola Na Mabugang”, “Biola Na Mabugang II- Tias Ni Bugang”, lalu “Tias Part II”, Tympanum Novem […]

expand_less