Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
  • print Cetak

Lubuk Larangan Laru Lombang. (foto : Yaser Lubis)

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual.

Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat.

Di Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu, misalnya, untuk orang luar desa biasanya dipatok Rp.50.000 per tiket. Untuk penduduk desa setempat Rp.25.000.

Variasi harga tiket juga berbeda antara Lubuk Larangan di satu desa dengan Lubuk Laragan desa lain.

Ada yang mematok tiket seharga Rp.60.000, ada yang Rp. 50.000 hingga ada yang Rp. 30.000. Tergantung potensi ikan di masing-masing aliran sungai.

Yang ikannya selalu lumayan banyak, panitia berani mematok 60.000 per tiket.

Tetapi potensi ikan sering juga berpluktuasi. Bisa-bisa tahun lalu ikannya melimpah, tahun ini justru sedikit. Pluktuasi itu tak mempengaruhi harga tiket. Karena secara umum, melimpah tidaknya potensi ikan akan diketahui saat panen berlangsung.

Lubuk Larangan banyak ditemukan di Mandailing Godang hingga Mandailing Julu, termasuk Batang Natal.

Di Mandailing Godang sebut saja : Laru Lombang, Tambangen Jae, Lumban Pasir, Gunung Baringin, Parmompang, Padang Laru, Salambue, Pidoli Dolok, Pidoli Lombang, Sipapaga, Lubuk Sibegu, Aek Galoga/Vinago, Barbaran, Hutatonga, Longat, Gunungtua Julu, Gunungtua Lumban Pasir, Gunungtua Tonga, Hutasiantar.

Mandailing Julu lebih banyak, mulai dari Kotanopan Ulupungkut hingga Muara Sipongi, diantaranya : Singegu, Hutabaringin, Simangambat, Tamiang, Usor Tolang, Hutapungkut Jae, Hutapungkut Julu, (dan lain-lain, saya lupa nama-nama desanya).

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, anak dan luar ruangan

Peserta memperlihatkan hasil tangkapan di Lubuk Larangan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Madina

 

Aliran sungai yang dijadikan lubuk larangan, mulai dari Sungai Batang Gadis, Batang Natal, Aek Pohon, Rantopuran, Aek Sarir, Aek Mata, Batang Pungkut dan lain-lain.

Ada juga yang memanfaatkan saluran irigasi Batang Gadis sebagi titik Lubuk Larangan. Misalnya Gunungtua Iparbondar dan Panyabungan III (atau panyabungan II? Saya lupa).

Di dua lubuk larangan ini peserta bukan menjala, tetapi mandehe (menangkap ikan dengan tangan). Panitia menaruh bibit ikan mas sebagai komoditasnya. Ada juga ikan nila dan lele jumbo yang mebiak sendiri.

Di Barbaran juga ikan mas dan nila. Peserta hanya boleh mandehe dan mandurung. Jumlah ikannya jarang berpluktuasi. Selalu banyak. Cobalah datang ke Barbaran saat membuka (panen) Lubuk Larangan. Anda akan melihat banyak peserta yang sumringah membawa ikan nila besar-besar sebanyak karung raskin.  (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • AL-QURAN DAN POLITIK

    AL-QURAN DAN POLITIK

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan al-Quran. Pada bulan inilah al-Quran diturunkan. Allah SWT berfirman: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS al-Baqarah [2]: 185). Al-Quran […]

  • Pemprovsu Diminta Ganti Jembatan Pulo Padang

    Pemprovsu Diminta Ganti Jembatan Pulo Padang

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta mengganti jembatan Pulo Padang yang menghubungkan Kecamatan Lingga Bayu dengan Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Jalur ini juga berpungsi sebagai jalan lintas menghubungkan Kecamatan Lingga Bayu dengan Kecamatan Sinunukan serta Kecamatan Batahan. Jembatan yang terbuat dari bahan kayu itu kondisinya sudah lapuk dan membahayakan […]

  • 3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Walaupun pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melangsungkan proses fit and proper test (uji kelayakan, red) terhadap 3 calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), namun hingga saat ini Sumatera Utara (Sumut) masih minus akan keberadaan Sekdaprovsu definitif. Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri menuturkan, tidak tertutup kemungkinan ketiga nama calon Sekdaprovsu […]

  • Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pengumuman rencana pelaksanaan turmamen Mobile Legends Bang Bang akan dilangsungkan di Mandailing Natal melalui Bupati Cup 1 beredar di Facebook. Turnamen ini berlangsung secara elektronik sport (e-sport). Mobile Legends merupakan aplikasi permainan daring  (game online) berbasis digital yang bisa dimainkan melalui ponsel android dan IOS. Mobile Legends Bang Bang adalah sebuah permainan […]

  • Pembersihan Pemukiman Bencana Bandang
    Tak Berkategori

    Pembersihan Pemukiman Bencana Bandang

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkendala Lorong Pemukiman Sempit PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Hidayat Batubara yang meninjau lokasi bencana banjir bandang Aek Mata, Selasa (30/4) menyatakan Pemkab Madina akan terus berupaya membersihkan pemukiman penduduk dari endapan Lumpur yang tergolong tebal di sejumlah titik pemukiman. Bupati menyatakan, sejauh ini kendala yang dihadapi petugas dari Pemkab Madina adalah sempitnya lorong-lorong […]

  • Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution   Deli Serdang belakangan terasa berbeda. Ada desas-desus. Merambat di kalangan birokrat. Di kantor-kantor pemerintahan, suasananya lebih tegang. Di ruang guru sekolah, orang mulai bicara pelan. Di lorong dinas, ASN saling mengingatkan: “Hati-hati ngomong…!” “Hati-hati tanda tangan…!” “Hati-hati, bisa dicopot… atau sipecat, Wak” Dan di atas semua suasana itu, berdiri […]

expand_less