Senin, 7 Sep 2026
light_mode

Demo Sidimpuan Sempat Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Luka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
  • print Cetak

Satu mahasiswa mendapatkan pertolongan dari rekan sejawatnya pasca kericuhan massa aksi di depan kantor DPRD Kota Padangsidimpuan. foto : ANTARA/Khairul Arief

 

PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Demonstrasi mahasiswa di Padangsidempuan, Sumut, Jum’at (27/9/2019) ricuh. Sejumlah mahasiswa dan polisi luka.

Aksi penolakan RUU KPK dan KUHP oleh seribuan mahasiswa itu awalnya berlangsung damai. Namun berubah kericuhan ketika demonstran mencoba menerobos ke gedung dewan melalui pintu gerbang yang dijaga polisi.

Faseberita.id melaporkan, personil polisi yang menahan aksi dorong pintu gerbang ditengarai mengayunkan pentungan yang dibalas dengan lemparan batu oleh demonstran ke arah gedung dewan.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata.

Akibat kericuhan itu, setidaknya tiga demonstran mengalami luka. Sedangkan dari pihak polisi setidaknya dua mengalami luka.

Unjukrasa kembali damai.

Pimpinan dan anggota DPRD Padangsidempuan melakukan dialog dengan demonstran terkait penolakan RUU KPK dan KUHP yang juga disuarakan aksi-aksi unjukrasa mahasiswa di berbagai belahan Indonesia dan DPR RI.

Ribuan mahasiswa demonstrasi di Padangsidimpuan tolak RUU KUHP

Sebelum ke DPRD, mahasiswa lebih dulu melakukan orasi di Halaman Bolak, Jl. Merdeka Padangsidempuan.

Berdasar laporan Antara, demontrasi itu berjumlah seribuan massa dari mahasiswa yang tergabung dari IMM, HMI, PMII, BEM Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, BEM IAIN Padangsidimpuan, GMKI, IMA Tabagsel, dan beberapa mahasiswa sejumlah kampus yang ada di Kota Padangsidimpuan termasuk sekolah kesehatan.

“Terpantau ribuan personel kepolisian dari Polres Padangsidimpuan, Polres Tapanuli Selatan, dan Brimob Polda Sumatera Utara melakukan pengamanan yang ketat di kantor DPRD Kota Padangsidimpuan,” tulis Antara .

Sementara itu, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya telah membesuk mahasiswa korban luka di rumah sakit.

“Tiga mahasiswa itu sudah saya jenguk di rumah sakit, mungkin akibat benturan dan kena gas air mata di depan DPRD Padangsidimpuan,” ungkap Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Jumat (27/9) yang dilansir Antara.

 

Sumber :  Faseberita.id / Antara – Khairul Arief

editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 triliun untuk pembangunan sarana jalan di seluruh Sumut. Untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan mendapat jatah Rp65,57 miliar. “Dana APBD 2014 PU dialokasi Rp1,1 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan. Di antaranya Rp65,57 miliar untuk Tapsel dan Psp,” kata Gubernur Sumatera Utara Gatot […]

  • Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan, Dimana Peran Negara?

    Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan, Dimana Peran Negara?

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nuraty, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Meroketnya harga pangan bukan sesuatu yang tabu di tengah-tengah masyarakat. Karena kejadian ini setiap tahunnya berulang terjadi menjelang dan di tengah bulan Ramadhan. Hal ini terjadi dikarenakan permintaan terhadap barang tersebut cukup tinggi di pasar, jadi seolah-olah hal yang dimaklumi apabila terjadi kenaikan harga. Deputi Kajian dan Advokasi […]

  • Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Tympanum Novem dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Prof. Uli Kozok, ahli tata bahasa dan budaya Tapanuli berkebangsaan Jerman. Berawal dari software “Latin to Mandailing” yang dikembangkan Tympanum Novem dan di publikasikan melalui situs 4shared.com beberapa waktu yang lalu. Software dimaksud diyakini menarik perhatian peneliti senior Etnologi Asia Pasifik di Universitas […]

  • Permintaan Katering di Panyabungan Meningkat

    Permintaan Katering di Panyabungan Meningkat

    • calendar_month Rabu, 5 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Permintan katering jenis kue-kuean dan nasi meningkat dalam sebulan terakhir di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Peningkatan permintaan umumnya berasal dari organisasi masyarakat, organisasi partai politik dan sekolah-sekolah yang melakukan kegiatan maupun acara internal. Kondisi ini menggambarkan meningkatnya tren katering serta sebagai gambaran makin menggeliatnya sektor sosial politik dan sosial kemasyarakatan […]

  • Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp MEDAN; Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010. “Tindakan korupsi tersebut […]

  • Penggundulan Hutan di Sumut Luar Biasa Parah

    Penggundulan Hutan di Sumut Luar Biasa Parah

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Wakil Ketua DPRD Sumut, Ir H Kamaluddin Harahap MSi menilai, penggundulan atau penebangan hutan secara liar di Sumut saat ini sangat luar biasa dan makin parah. Untuk itu, aparat penegak hukum harus menindak oknum yang terbukti melakukan penebangan hutan secara liar. Dan harus proaktif mencari pelakunya. Hal itu disampaikan Kamaluddin setelah membuka dan […]

expand_less