Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Ketika Program Plasma PTPN IV Tak Mensejahterakan di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
  • print Cetak

KUD Pasar Baru Batahan. foto : Syufrin

 

Oleh : Syufrin

2007-2019 rentang waktu yang diberikan kepada PT.Perkebunan Nusantara IV untuk membangun kebun plasma seluas 9.000 Ha kepada 4.500 KK petani plasma yang telah di revitalsasi oleh Dirjen Perkebunan RI.

Dan selama 13 tahun berjalan pembangunan kebun kelapa sawit yang telah dilaksanakan oleh BUMN ini sepatut dan sewajarnya kita pertanyakan: sejauhmana prosfektif kredit investasi Bank Mandiri terserap dan seberapa luas lahan petani plasma ini tertanam serta seberapa banyak petani plasma yang tersesejahterakan dalam program pembangunan inti-plasma oleh PT.Perkebunan Nusantara IV Proyek Madina.

Program Kredit  Perkebunan Nabati – Revitalisasi Perkebunan (KPN-RP) di Kabupaten Mandailin Natal diharapkan dapat mewujudkan peningkatan ekonomi masyarakat  Kabupaten Madailing Natal, khususnya petani plasma kelapa sawit di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batahan, Natal dan Ranto Baek.

Pembangunan kebun plasma kelapa sawit  petani peserta yang didukung kredit investasi perbankan dengan subsidi bunga pemerintah Greas Period secara nasional dimulai ketika presiden Republik Indonesia mencanangkan melalui program Revitasilsai Perkebunan Sub Sektor dari Program Pertanian di Jatiluhur pada bulan Juni 2005, setelah melalui serangkaian pertemuan yang dipimpin oleh wakil Presiden RI, maka disepakati adanya program Revitalisasi Perkebunan.

Untuk pelaksanaan 2 juta hektar program Revitalisasi Perkebunan, telah terbit Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permantan/05/06 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 117/PMK/12/06,  serta penunjukan 5 bank pelaksana, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Bukopin, Bank Sumut dan Bank Nagari.

Pelaksanaan program Revitalisasi Perkebunan di Provinsi Sumatera Utara dimulai sejak awal Tahun 2007 dengan dikeuarkanya Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 525/079/K/Tahun 2007 Tanggal 26 Januari 2007 Tentang Pembentukan Tim Pembina Pengembangan Perkebunan Provinsi (TP3P). Sedangkan di Kabupaten Mandailing Natal telah dibentuk Tim Pembina Pengembangan Perkebunan Kabupaten  (TP3K).

Berdasarkan Surat Direktur Jendral Pekebunan Nomor 08/HK/Rev-bun/04/2007 Tanggal 03 September 2007, menetapkan PTPN IV menjadi Perusahan Pengembang sekaligus Avalis bagi KUD Setia Abadi Kecamatan Batahan seluas 2.400 Ha untuk 1.200 KK.

KUD Pasar Baru Batahan Kecamatan Batahan seluas 3.200 Ha untuk 1.600 KK.

KUD Maju Bersama Kecamatan Natal seluas 1.400 Ha untuk 700 KK. KUD Bangko Jaya Kecamatan Lingga Bayu seluas 2.000 Ha untuk 1.000 KK.

Total keseluruhan seluas 9.000 Ha untuk 4.500 Kepala Keluarga (KK) di Mandailing Natal.

Pada Tanggal 27 September 2007 ditanda tangani MOU (Momerendum Of Undestanding) Kesepahaman Pembangunan Kebun Plasma Kelapa Sawit Antara Bank Mandiri, PTPN IV, dengan 4 KUD Seluas 9.000. Hektar Untuk 4.500, ada banyak harapan dalam acara seremonial ini kebetulan diselenggarakan di Aula Kantor Pusat PTPN IV  Jl.Letda Sujono No.2 Medan , sesuai dengan tujuan Program Revitalisasi Perkebunan adalah, meningkatkan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan, meningkatkan daya saing melalui pengembangan industry hilir berbasis perkebunan, meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha local.

Sejak Tahun 2007 s/d Tahun 2019, satu persatu Kita dengar permasalahan yang mencuat dan tidak ada arah penyelesaianya,  KUD Banko Jaya Kec.Ranto Baik pemilik IUP  No.525.25/141/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi Nomor.525.25/153/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, yang meliputi Desa Sampuran, Desa Ranto Nalinjang,Desa Manisak dan Desa Banjar Maga berakhir dengan mosi tidak percaya masyarakat terhadap PTPN IV sehingga program total dihentikan.

KUD Maju Bersama Kec.Natal Pemilik IUP Nomor.525.25/142/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi izin Nomor.525.25/152/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, yang meliputi Desa Perdamaian Baru, Desa Kampung Sawah dari 1.400.Ha. yang terbangun hanya 733,94.Ha. minus 666,06.Ha  atau untuk -333,03.Kepala Keluarga.

KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat Kec.Batahan pemilik IUP Nomor.525.25/140/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 Dan Izin Lokasi Nomor.525.25/155/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, Yang meliputi Desa Batu Sondat, Desa Muara Pertemuan, Desa Bintungan Bejangkar, Desa Kampung Kapas, dari 2.400.Ha. yang terbangun hanya 159,57.Ha sisanya 2.240,43.Ha. atau untuk 1.120,215.Ha tidak tahu ujung pangkalnya.

KUD Pasar Baru Batahan  Kec.Batahan pemilik IUP dan izin Lokasi yang dilematis pertama IUP atas nama PTPN IV Nomor.525.25/143/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi ATAS Naman PTPN IV Nomor.525.25/151/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007. Seluas 1.200.Ha. berada di Belakang Kantor Kapolsek Batahan yang dikuasai Oleh Sinunukan IV (P4HDR) bermitra dengan PT.Sago Nauli. Kedua  IUP atas nama KUD Pasar Baru Batahan Nomor.525.25/151/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007 dan Izin Lokasi atas nama KUD Pasar Baru Batahan Nomor.525.25/156/K/2007. Meliputi Desa Pasar Baru Batahan, Desa Pasar Batahan, Desa Sari Kenangan Batahan, Desa Kuala Batahan, Desa Kubangan Tompek. Total yang terbangun hanya 1602,51.Ha sisanya 1.597,49.Ha atau untuk 798,745. Kepala Keluarga juga tidak tentu ujung pangkalnya.

Dari uraian diatas hanya tersisa beberapa pertanyaan dan butuh jawaban semua steak holder terkait Program Kredit Perkebunan Nabati ( KPN-RP ) :

  1. Dari Luasan 9.000.Ha untuk 4.500.KK, PTPN IV hanya mampu merealisasikan pembangunan kebun petani plasma seluas 2.496,02.Ha, atau 27 % , Kenapa begitu rendah serapan Kredit yang dilakukan oleh PT.Perkebunan Nusantara IV.
  2. Jika tersisa seluas 6.503,98.Ha. atau 73 %, kemanakah sisa Alokasi Kredit dari Bank Mandiri dialihkan peihal ini harus terang dan jelas, jika ada kebijakan yang melindunginya wajib dipertanyakan karena telah bertentangan denga tujuan Program yang sesungguhnya.
  3. Selama masa tenggang Pembangunan Kebun Petani Plasma ( Greas Periode ) atau masa tanggung subsisdi Bunga dari Pemrintah kapan dan berapa luasan yang diserahkan kepada Petani Plasma.
  4. Masa Pembangunan Kebun yang telah disepakati bersama selama Lima Tahun dan Setelah 12 Tahun masa Pembangunan kebun Petani Plasma kenapa belum ada Profit untuk Petani.

Jadi wajarlah jika Kita semua baik  masyarakat / Petani Peserta Plasma  dan terutama Pemerintah mempertanyakan kenapa Proyek Kebun Plasma Madina yang di kelola oleh PTPN IV tidak profit / SHU bahkan menjadi beban mental bagi Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, karena selalu menimbulkan masalah bukan menimbulkan kesejahteraan. (Penulis adalah petani plasma PT Perkebunan Nusantara IV Proyek Madina)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penemuan Mayat di Sungai Aek Pohon Ternyata Korban Pembunuhan, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

    Penemuan Mayat di Sungai Aek Pohon Ternyata Korban Pembunuhan, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Sadis, Evi ( 19 ) warga desa Sido Jadi Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )  yang ditemukan jasadnya mengambang di sungai aliran pintu air atau aek pohon di desa salam bue ternyata dibunuh pacarnya sendiri. Polisi dari Satuan Reskrim Polres Madina dan Polsek Panyabungan pun Senin 29/4/2024 […]

  • Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

    Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah ibu-ibu di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sepakat memilih perempuan pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten ini. Bagi mereka, perempuan lebih peka dan mengerti keadaan kaum hawa. Hotmaida Hasibuan, salah satu warga Desa Hutapuli, yang diwawancarai seputar pilihan pada Pilkada ini mengaku akan memilih Atika […]

  • 6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk Dapil II (Daerah Pemilihan II) sebanyak 6 parpol memperoeh rata-rata 1 kursi. Dapil II Meliputi Kecamatan Tambangan, Kotanopan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi, Pakantan dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi. […]

  • 2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dua unit rumah semi permanen milik warga Desa Tanggabosi II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hangus terbakar, Jumat (06/05/2011) malam sekitar pukul 21.15 WIB. Satu unit rumah habis total dan satu unit lagi terbakar sebagian. Penyebab kebakaran diduga akibat pemilik rumah meninggalkan sayur yang masih dimasak di dapur rumah. Rumah yang hangus terbakar […]

  • Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Akibat pemberitaan dinilai tak benar, Staf Khusus Wali Kota Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak akan melaporkan media lokal, Harian Siantar Metropolis. Hal ini disampaikan kuasa hukum Eliakim, Martin Simanjuntak, Selasa 27 September 2011 di kantin Pengadilan Negeri (PN) Kota Pematangsiantar. Dihadapan sejumlah wartawan, Martin didampingi Eliakim Simanjuntak menyatakan akan melaporkan media tersebut. Menurut Martin, ini […]

  • Jadi Pelacur di Panyabungan Gara-gara Butuh Biaya Operasi Orang Tua

    Jadi Pelacur di Panyabungan Gara-gara Butuh Biaya Operasi Orang Tua

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seeorang wanita terpaksa jadi pelacur di Panyabungan gara-gara kebutuhan biaya operasi orang tuanya. Wanita dari Kecamatan Panyabungan Barat berumur sekitar 20 tahun ini terjaring razia pelacur di Panyabungan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mandailing Natal, Sabtu malam atau Minggu dinihari (17/04) di satu cafe di Panyabungan. Menjawab wartawan, dia […]

expand_less