Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
  • print Cetak

Prof. Bugaran Saragih

Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT.

Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya.

Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan pertanian,  pemerintah sudah sewajarnya mengandeng dunia usaha.

Itu dukatakan mantan Menteri Pertanian, Prof. Bugaran Saragaih saat mengikuti diskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pakar pertanian lainnya di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Membangun pertanian itu sama dengan membantu petani agar kehidupannya lebih baik lagi. Sehingga, sudah tepat apabila Menteri Pertanian SYL mulai membangun pertanian dari kecamatan yang banyak melibatkan praktisi pertanian, seperti penyuluh, penyuluh swadaya, dan pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S), sampai ke dunia usaha.

Bugaran Saragih yang Menteri Pertanian periode 2001-2004 itu mengatakan bahwa membangun petani atau pertanian dari kecamatan harus diikuti dengan penguatan atau revitalisasi terhadap kelembagaan petani dan penyuluh.

“BPP-nya harus direvitalisasi. Kemudian, penyuluhnya yang  zaman dulu menangani Bimas dan Inmas juga harus direvitalisasi. Karena banyak penyuluh yang sudah tua, perlu peremajaan penyuluh dan mendidik penyuluh yang baru untuk mendampingi petani,” paparnya.

“Dunia usaha juga punya penyuluh. Seperti PT Pupuk Indonesia  juga punya tenaga pemasaran dan penyuluh sampai ke desa-desa yang bisa membimbing petani untuk menggunakan pupuk yang baik dan benar. Nah, tenaga penyuluh dari perusahaan-perusahaan ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membantu petani,” papar Bungaran.

Dia juga mengungkapkan, sejumlah perusahaan pakan seperti  Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa Comfeed  punya teknical service yang bisa dimanfaatkan untuk membantu petani. “Jadi, perusahaan-perusahaan jangan dianggap sebagai lawan, tapi dimanfaatkan. Pemerintah yang mengatur dan memanfaatkan peran mereka ke petani,” ujarnya.

Bungaran juga mengatakan, apa yang dilontarkan Mentan SYL untuk memulai membangun pertanian dari kecamatan itu sudah benar. Sebab, membangun pertanian itu memang ala petani.

“Tentu saja, mereka (petani, red) harus dibantu pemerintah, supaya bisa bekerja efektif dan efisien,” kata Bungaran.

Menurut Bungaran, pemerintah saat ini sudah saatnya mengajak masyarakat atau petani untuk membangun pertanian. Petani difasilitasi dan didorong supaya mendapatkan manfaat yang berlipat. “ Karena itu harus ada penyuluh lokal yang bisa memanfaatkan hal ini,” kata Bungaran.

Sumber : Tabloid Sinar Tani
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • ISIS hanya jadi komoditas politik asing

    ISIS hanya jadi komoditas politik asing

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Isu Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) mulai merebak ditengah kisruh hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Pangi Syarwi Chaniago menilai ada misi tertentu dari pihak asing untuk bisa menyetir dan menguasai Indonesia di tengah situasi politik yang sedang memanas. "Jelas asing menghendaki Indonesia yang […]

  • Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pihak manajemen Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengaskan bahwa tidak menaikkan biaya SPP untuk tahun ajaran baru tahun. Kebijakan itu diputuskan pada rapat pimpinan PDM di Berastagi yang berlangsung di Berastagi Cotage tanggal 13 hingga 16 Juni 2013. Kebijakan tidak menaikkan biaya SPP itu berdasar beberapa factor. Pertama, pertimbangan […]

  • Golkar Tak Masalah Ical Dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi

    Golkar Tak Masalah Ical Dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Golkar membenarkan Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie saat ini tidak menjabat lagi sebagai Ketua Harian Setgab Koalisi. “Memang benar Pak Ical menjadi Wakil Ketua Setgab,” ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin(11/4/2011). Menurut Priyo, pihaknya mengaku tak bermasalah Ical dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi. Mereka […]

  • DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) dari Sumatera Utara dimungkinkan gagal berangkat ke ajang nasional di Pasuruan, Jawa Timur. Kemungkinan gagal itu diakibatkan oleh ketidakseriusan pemerintah daerah menyediakan biaya. Sebanyak 5 orang dalam kontingen yang akan ke tingkat nasional itu berasal dari Mandailing Natal (Madina) yang tampil menjadi […]

  • Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen Karate dari Mandailing Natal berjaya menyabet Juara Umum II Kejurda Shotokai Karate-Do Indonesia Sumatera Utara 2019. Ini menjadi kabar gembira bagi dunia karate di Mandailing Natal. Kontingen yang diketuai Ny. Ika Desika Dahlan Hasan itu juga mengantongi Best Of The Best Junior Putri. Kejuaraan Daerah (Kejurda) ini berlangsung pada 26 […]

  • Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kewajiban membangun Indonesia dari pusat hingga daerah tetap berada di pundak pemerintah, siapapun presidennya. Itu dikatakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis menjawab Mandailing Online, Minggu (3/3/2019) di sekretariat DPC Gerindra Madina, Panggorengan, Panyabungan. Dia menghimbau agar masyarakat objektif memahami pembangunan negara maupun pembangunan daerah. Di sisi […]

expand_less