Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pekan Budaya Memalukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
  • print Cetak

 

Pekan Kebudayaan Mandailing Natal di gedung Serbaguna, Panyabungan, 18/11/2019.

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Nama kegiatannya : Pekan Kebudayaan Mandailing Natal 2019.

Lazimnya pekan budaya itu lamanya sepekan atau hampir sepekan atau lebih dari sepekan.

Tapi hanya 1 hari.

Sewajibnya pekan budaya itu diisi ragam kegiatan : festival, pagelaran, pameran, forum kajian hingga ragam perlombaan.

Ternyata kegiatan-kegiatan itu tak ada.

Alhasil acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Panyabungan, Senin (18/11/2019) itu bukan pekan budaya.

Entah apa nama yang tepat.

“Seremoni Sehari Budaya Madina” mungkin nama yang tepat.

Agar tak memalukan lagi.

Karena Madina sudah terlanjur malu akibat kasus Taman Raja Batu. Atau “Program Nenas” yang disindir-sindir rakyat itu.

Pekan Budaya itu kabarnya hanya meneguhkan 3 standar budaya Mandailing :

Ornamen Bindu, Surat Tulaktulak dan Standar Gordang Sambilan.

Hasil capaian Sosialisasi dan Konsolidasi organisasi FPPAB Madina tanggal 14 September 2019 di Aula Hotel Madina Sejahtera.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pekan Kebudayaan diartikan sebagai pameran kegiatan kebudayaan selama sepekan.

Suatu perhelatan budaya akbar yang menampilkan ragam budaya setempat dalam perspektif modern atau ‘kekinian’.

Pekan Kebudayaan dalam upaya Pemajuan Kebudayaan dalam Pasal 5 UU 5 tahun 2017 juga menekankan untuk pengembangan tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Dari sisi kebijakan nasional, Pekan Kebudayaan merupakan salah satu Resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 sebagai platform aksi bersama yang memastikan peningkatan interaksi kreatif antar budaya.

Pekan Kebudayaan juga menjadi ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Pekan Kebudayaan pun harus menjadi ruang pencerahan publik yang bertujuan mempersiapkan perencanaan pembangunan yang berbasis kebudayaan, serta menghidupkan wacana inovasi di bidang Pemajuan Kebudayaan.

Sehingga even tersebut juga harus juga menghadirkan ragam kegiatan, seperti kuliah umum, seminar, lokakarya, pidato kebudayaan, peluncuran buku, dan lain-lain.

Maka, Pekan Kebudayaan sejatinya bukan satu hari. Dan bukan seremoni saja.

Dia harus berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat vestival, pagelaran, pameran, forum kajian hingga ragam perlombaan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minum Kopi Mandailing 2.500 Gelas Akan Meriahkan HUT Madina

    Minum Kopi Mandailing 2.500 Gelas Akan Meriahkan HUT Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi minum kopi mandailing secara missal akan memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke 18. Pihak panitia menarget aksi minum missal itu akan menghabiskan sebanyak 2.500 gelas, dilangsungkan di Tapian Sirisiri, Panyabungan tanggal 6 Maret 2017. Demikian rilis pers pihak Humas Pemkab Madina, HUT Madina sendiri jatuh pada tanggal 9 […]

  • Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

    Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    17 Rumah Masih Terendam Air Setinggi 1 Meter TAPSEL-METRO; Korban banjir di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, membutuhkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan pakaian yang layak. Sebab, dari Sabtu (2/10) malam hingga Senin (4/10) warga masih bertahan di loteng. Mereka tidak berani turun ke bawah untuk mencari makan dan minum. […]

  • PERANAN GORDANG SAMBILAN  DALAM KEGIATAN UPACARA HORJA GODANG  DI KOTANOPAN  (Bagian 1)

    PERANAN GORDANG SAMBILAN DALAM KEGIATAN UPACARA HORJA GODANG DI KOTANOPAN (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Abdul Majid (Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang) Nursyirwan   (Dosen Jurusan Seni Musik dan Pascasarjana ISI Padangpanjang) Febri Yulika  (Dosen Jurusan Seni Musik dan Pascasarjana ISI Padangpanjang)     ABSTRAK Upacara Horja godang merupakan upacara adat perkawinan pada etnik Mandailing, dilaksanakan setelah seminggu acara akad nikah. Upacara Horja Godang dilaksanakan oleh masyarakat keturunan raja-raja di […]

  • Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Pasca penembakan terhadap 5 warga Desa Ranto Natas, pihak keamanan berjaga di dua desa Panyabungan Timur. Pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Madina dan Polsek Panyabungan serta Koramil berjaga-jaga dengan senjata lengkap di Desa Ranto Natas dan Desa Pardomuan. Selain itu, pihak Muspika yang melibatkan Pemerintahan Kecamatan Panyabungn Timur, […]

  • Ridwan Rangkuti : Ketua DPRD Madina Tidak Terlibat Diseleksi PPPK

    Ridwan Rangkuti : Ketua DPRD Madina Tidak Terlibat Diseleksi PPPK

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )– Muhammad Ridwan Rangkuti, SH, MH, mengatakan kliennya, Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024 Erwin Efendi Lubis, tidak terlibat kasus pemerasan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023. Ridwan menyampaikan hal itu untuk menanggapi maraknya desakan penahanan terhadap Ketua DPC Partai Gerindra Madina itu. “Belakangan ini […]

  • Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Markas Besar TNI menyatakan serangkaian tindak kekerasan bersenjata api di Provinsi Aceh tidak menggunakan senjata selundupan dari luar Aceh. Jurubicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Senin mengatakan senjata-senjata yang marak di Aceh, merupakan sisa konflik di wilayah tersebut beberapa tahun silam. Meski begitu, Iskandar mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pula […]

expand_less