Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
  • print Cetak

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Otonomi Daerah menuntut setiap kepala daerah untuk lebih visioner dan gesit serta inovatif dalam menggenjot laju pembangunan daerah.

Di sisi lain, memajukan sektor-sektor penting di daerah serta upaya memakmurkan penduduk bukan perkara mudah. Itu membutuhkan kemauan luar biasa dari pemimpin suatu daerah.

Dan, semua orang pasti satu pemahaman bahwa pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih.

Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kekuatan.Mengebut pembangunan pun tak bisa jika hanya bergantung pada APBD, butuh dukungan APBN.

Lantas bagaimana pendapat para kalangan melihat sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah dan terus diupayakan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dalam strategi percepatan pembangunan Mandailing Natal (Madina) untuk menggenjot laju pertumbuhan pembangunan melaui kebijakan yang integratif antara pusat dan daerah?.

Berikut ini catatan saya berdasar hasil wawancara saya dengan tokoh pengusaha propreti Madina yang juga tengah memulai bisnis hulu hilir kopi Mandailing, Irwan H Daulay  Jum’at (31/1/2020) lalu di komplek perumahan Raja Batu Residence, Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal.

Irwan Daulay melihat, semangat Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tergolong luar biasa mensinergikan APBN itu lebih besar lagi turun ke Madina. Baik untuk infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, pasar bahkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Demkian juga dengan sektor pengembangan ekonomi, termasuk upaya-upaya bupati mengkonversi hutan Madina kepada Perhutanan Sosial.

“Nah ini sesuatu yang sebenarnya sangat urgen pada saat ini di saat perekonian perlambatan secara nasional, regional dan daerah. Satu-satunya cara adalah bagaimana memperkuat APBD itu dengan APBN ditambah dengan sektor-sektor swasta,” kata Irwan.

Yang dialukan bupati tidak saja sinergitas APBN dengan APBD atau antara program Kementerian dengan program Pemerintah Daerah, bupati juga gencar mengajak investor berinvestasi di Madina khususnya di sektor perkebunan kopi yang sudah banyak menanamkan modal di Madina, ada yang baru mulai, ada yang sudah jalan, bahkan ada yang sudah berproduksi.

Ini sesuatu langkah yang harus dilakukan seorang bupati dan harus konsisten serta berkesinambungan. Karena kopi ini termasuk komoditi unggulan bagi perekonomian daerah. Apalagi program Perhutanan Sosial untuk komoditas kopi Mandailing.

Menurut Irwan, jika 30 ribu hektar dari 100 hektar itu bisa ditanami, maka dalam rentang 5 hingga 10 tahun ke depan PDRB Madina bisa bertambah sekitar 5 triliun Rupiah dari yang sekarang 12 triliun berdasar harga yang berlaku tahun 2010.

Irwan Daulay saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus Zhenzhen, Cina

Jika itu bisa diwujudkan akan meningkatkan perekonomian, pendapatan perkapita, pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan ekonomi hingga mengurangi jumlah pengangguran.

“Itu masih komoditas kopi, belum termasuk yang dicanangkan bupati seperti pengembangan pisang, nenas dan serai wangi. Inilah yang mesti dilakukan, bagaimana semua kalangan mengelola tanah-tanah terlantar atau tanaman yang tidak efektif kepada komoditi yang bervisi ekspor,” imbuhnya.

Bupati juga terlihat berupaya memudahkan investor masuk dengan kemudahan perizinan-perizinan. Jika ini semua berlaku kepada semua investor, akan mampu mempercepat kebangkitan pertumbuhan ekonomi di saat pertumbuhan ekonomi turun sebagaimana juga trend penurunan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

 

Sektor Urgen Yang Dilobi

Yang pailing urgen diupayakan bupati itu adalah mewujudkan KEK. Berangkat dari perencanaan pembangunan ekonomi semasa Presiden SBY dimana KEK menjadi salah satu pilar dari master plan percepatan perluasan ekonomi Indonesia. Ini yang sedang dipacu, disamping pembangunan jalan-jalan tol secara gencar.

Tetapi, Irwan melihat pemerintah pusat justru kaget melihat pertubuhan yang tetap melambat ditengah gencarnya pemeritah pusat menggelontorkan utang triliunan ke sektor infrastruktur.

Kondisi itu, menurut Irwan karena pusat-pusat perekonomian tak dikembangkan oleh pemerintah pusat. Yang dibanguna hanya infrastrukurnya. Ini semacam logika terbalik. Mestinya pusat-pusat pertumbuhan lebih dahulu dibanguan barulah ke infrastrukturnya.

“Nah, pusat pertumbuhan ekonomi melalui Kawasan Ekonomi Khusus inilah yang gencar diperjuangkan bupati Dahlan Hasan Nasution bersama timnya. Jika KEK ini terwujud maka akan terjadi peningkatan nilai tambah terhadap produk-produk perkebunan dan pertanian Madina,” ujar Irwan.

Industrialisasi di KEK akan menjadikan Madina tak lagi menjual bahan mentah. Kehadiran pelabuhan laut akan menunjang kinerja ekspor secara signifikan yang akan menguntungkan perekonomian Madina.

Meski begitu, Irwan melihat bahwa mewujudkan dan mengembangkan KEK bukanlah pekerjaan mudah dan tidak bersifat instan. Itu membutuhkan rentang waktu 5 sampai 10 tahun ke depan. Contohnya KEK Sei Mangke. Ground breaking Sei Mangke itu pada tahun 2013 tapi sudah mencapai 10 triliun.

Padahal KEK Madina sesungguhnya jauh lebih prospek dari KEK Sei Mangke, karena Sei Mangke hanya punya satu komoditi, yaitu sawit. Sedangkan Madina didukung komoditi sawit, karet, rempah-rempah dan holtikultura.

KEK Madina juga didukung komoditi dari kabupaten tetangga seperti Tabagsel serta dari Air Bangis di Sumatera Barat yang menghasilkan banyak komoditi sawit, karet dan holtikultura.

KEK Madina juga sangat strategis dilihat dari sisi peta geografis. Bahkan KEK Madina bisa menjadikan pelabuhan Palimbungan yang luar biasa sibuknya kelak di pantai barat pulau Sumatera. Inilah yang mungkin dilihat Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan tokoh-tokoh yang memiliki gagasan yang sama terhadap peluang KEK.

Bandara juga memiliki urgensi yang tinggi, dimana perkembangan terakhir Bupati Dahlan Hasan Nasution telah menandatangani Memorandum of Understanding dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Jakarta menandai akan mulai dibangunnya runway bandara di Malintang, Mandailing Natal.

Dari sisi kapasitas, bandara itu sangat prospek untuk menunjang pertumbuhan pariwisata, investasi, dunia bisnis hingga angkutan jamaah haji dan umroh.

Progresitas lobi-lobi bupati ke Jakarta dalam mewujudkan bandara itu merupakan upaya-upaya yang sangat bagus dalam mengejar pertumbuhan ekonomi Madina dari berbagai aspek.

Di sisi perguruan tinggi dalam hal ini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina, sinergitas antara pusat dan daerah yang diupayakan bupati, memperlihatkan konsentrasi bupati bagaimana supaya perguruan tinggi mampu mendukung gagasan-gagasan pertumbuhan ekonomi itu dari sisi sumber daya manusia.

Dengan dibukanya jurusan umum seperti bisnis selain jurusan agama. Dan adanya upaya lanjutan menjadikan STAIN menjadi universitas menggambarkan upaya yang luar biasa dari seorang Dahlan Hasan Nasution.

 

Belum Didukung Tim Yang Kuat

Namun, menurut Irwan, upaya-upaya penguatan sinergitas pusat-daerah yang dijalankan oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution itu belum didukung oleh tim yang kuat dan solid.

“Ini barangkali masukan kepada beliau, kiranya beliau lebih selektif mengangkat OPD yang memiliki visi dan speed yang sama dengan beliau. Karena salah satu masalah yang dihadapi adalah speed dan lemahnya pemahaman OPD dan sisi tanggungjawab,” kata Irwan.

Irwan juga berharap kepada bupati untuk lebih fokus lagi mengajak investor-investor yang mempunyai komitmen betul-betul membangun Madina. Bahkan diberikan “karpet merah”, kemudian diberikan kewenangan penuh untuk menjadi eksekutor-eksekutor dari gagasan-gagasan pembangunan ekonomi itu.

Sebab, ke depan, APBD daerah tak lagi menjadi primadona untuk membangun Madina sesuai dengan potensi-potensinya. Karena Madina sangat layak untuk menjadi daerah industri. Itu bisa dilihat dari laporan BPS tahun 2019 ternyata porsi industri manufaktur, jasa dan perdagangan jauh meningkat dibanding sektor pertanian, perkebunan, perikanan.  Sementara secara nasional industri manufaktur itu menurun sehingga berdampak pada rendahnya pertumbuhan ekonomi dan terjadi defisit transaksi berjalan, lebih banyak impor dibanding eksport.

Itulah yang perlu diamati dan disiasati. Agar kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi di daerah dapat menyokong pertumbuhan nasional serta meningkatkan perekonomian rakyat di daerah.

Dan bagaimanapun, menurut Irwan, upaya-upaya serius dan kerja keras bupati itu tentu menghadapi kendala-kendala dan kelemahan-kelemahan, dan ada juga hal-hal yang menggembirakan. Namun, usaha-usaha bupati tersebut harus terus berjalan dan dilakukan secara konsisten, kemudian tetap memperkuat tim sehingga setiap gagasan-gagasan bupati  dapat berjalan sampai kepada ujung tombak pelaksanaan. (bersambung)

 

Artikel terkait : Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 1)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagi H.Suhdi Tomas Maga Lombang, Harun- Ichwan Paslon yang Tepat untuk Dipilih

    Bagi H.Suhdi Tomas Maga Lombang, Harun- Ichwan Paslon yang Tepat untuk Dipilih

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): berkunjung ke desa maga lombang di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), tim pasangan calon bupati dan wakil bupati madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution disambut tokoh masyarakat setempat. Tim Harun-Ichwan kembali memilih warung kopi sebagai tempat bersosialisasi dan mempertajam visi […]

  • ABK WNI Concordia 4 Kali Selamatkan Penumpang

    ABK WNI Concordia 4 Kali Selamatkan Penumpang

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah seorang anak buah kapal Costa Concordia, Dewa Putu Gede Budiarta, menuturkan detik-detik menjelang peristiwa karamnya kapal pesiar di Pulau Giglio, Italia, Jumat lalu, 13 Januari 2012. Budiarta mengaku sempat bolak-balik dengan sekoci empat kali untuk menolong penumpang dari bangkai kapal. Budiarta merupakan karyawan bagian dapur di Samsara Restaurant, salah satu restoran di kapal pesiar […]

  • Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAYAPURA, (MO)- Kepolisian Jayapura tetap mengawal kegiatan ibadah yang dilakukan sekelompok kecil masyarakat untuk memperingati lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/12/2012). Pengawalan itu dilakukan karena polisi tidak menggeluarkan izin namun mereka tetap ingin melaksanakan ibadah dan berjanji tidak akan ada pengibaran bintang kejora. Hal itu dikatakan Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Sabtu (1/12/2012) pagi. […]

  • Guru Honorer Dapat Insentif

    Guru Honorer Dapat Insentif

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG : Guru honorer yang mengajar pada sekolah negeri di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung diberi insentif sebesar Rp400.000/bulan untuk meningkatkan kesejahteraannya. “Guru honor yang mengajar di sekolah negeri diberi insentif Rp400.000 per bulan, namun insentif bisa dikurangi jika kehadirannya juga kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher di Pangkalpinang, Jumat 26 November […]

  • Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Bisnis.com / Editor : Dahlan Batubara JAKARTA (Mandailing Online) – Jika Anda atau anak Anda bingung memilih jurusan di perguruan tinggi, dan mudah mencari kerja setelah wisuda, maka ini satu solusi. Permintaan terhadap tenaga ahli Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Indonesia mencapai 1.000 per bulan. Tetapi akibat minimnya generasi muda yang menekuni […]

  • Tunjangan PNS Madina dibayar Januari 2011

    Tunjangan PNS Madina dibayar Januari 2011

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, akan membayarkan tunjangan kenaikan beras, tunjangan kenaikan gaji sebesar 5 persen 5 bulan, kekurangan gaji CPNS selama 2 bulan, serta dana rapel tunjangan jabatan pada Januari 2011 nanti. Demikian dikatakan kepala seksi gaji pada Dinas Keuangan dan aset daerah Pemkab Madina, Kamal Rangkuty, malam ini. Keterlambatan pembayaran segala tunjangan bagi Pegawai […]

expand_less