Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Hanya Dengan Islam Kebangkitan Pribumi Dapat Diraih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
  • print Cetak

Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

 

Ketua Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP) mengatakan telah terjadi pengusiran TKA China di beberapa daerah.

Hal tersebut indikasi kebangkitan pribumi karena telah berani memperjuangkan haknya.

KGP berpendapat, rakyat akan terus mengusir TKA Cina karena menganggap kedatangan mereka sebagai penjajahan terhadap bumi pertiwi.

KGP menilai, pribumi akan terus melawan terhadap TKA Cina dan itu tidak termasuk rasis. Sebab menurutnya yang ingin dipertahankan pribumi adalah kedaulatan bangsa Indonesia dan menikmati kekayaan negeri sendiri.

KGP mendesak pemerintah untuk mengutamakan pribumi dalam setiap kebijakan. Ia juga menandaskan bahwa TKA China selalu berlindung di balik aturan yang ada. Dan pemerintah harus segera menghilangkan peraturan yang menguntungkan TKA China.(idtoday.co. 06/05/2020).

Pernyataan Ki Gendeng Pamungkas tersebut layak diapresiasi. Sebab ia telah berani mengoreksi kebijakan pemerintah yang menurutnya merampas hak pribumi dan menjamin TKA China. Tidak semua pimpinan ormas berani seperti Ki Gendeng mengkritik pemerintah sebab takut akan masuk buih.

Meskipun demikian, pernyataan Ki Gendeng masih perlu diluruskan agar masyarakat memahami dengan benar makna kedaulatan dan kebangkitan yang shahih bukan sekedar kebangkitan emotional yang sifatnya sementara.

Pertama, aksi pengusiran TKA China yang terus berdatangan ke Nusantara layak diberikan apresiasi sebab perasaan memiliki tanah air dan menjaganya dari rongrongan penjajah adalah sesuatu yang diharuskan.

Selayaknya memang seperti itulah sikap yang benar ketika menghadapi penjajah yang datang untuk merampas dan menguasai aset bangsa. Apalagi banyak kabar beredar bahwa TKA China yang berdatangan tidak sembarang warga biasa. Bukankah baru-baru ini mereka diketahui membawa bahan persenjataan? Untuk apa warga biasa membawa benda-benda tersebut ke negara orang?

Kedua, hal yang sangat disayangkan ketika hanya rakyat biasa dan ormas tertentu yang tidak punya kekuatan dana jabatan yang peduli pada nasib bangsa ini dari penjajah China. Sementara para penguasa duduk diam dan membiarkan mereka masuk hingga melindungi dengan kebijakan yang diterbitkan.

Entah pemikiran apa yang membuat penguasa dan rezim ini begitu menganakemaskan TKA dan imigran Cina. Tetapi apalah daya, sebagian pejabat negeri ini duduk di kursi kekuasaan karena bantuan dukungan dan modal cukong kapitalis China. Ditambah utang luar negeri yang sangat besar membuat politik saling sandera terus berlajut.

Ketiga, sangat mungkin sekali kedaulatan negeri ini akan hilang jika para imigran dan TKA asing maupun China berbondong-bondong masuk ke Nusantara dan dilindungi serta dipenuhi kebutuhannya oleh pemerintah. Sementara pribumi terus gigit jari. Mereka kelak akan mendapatkan keistimewaan undang – undang untuk berpartisipasi terlibat dalam urusan politik dalam negeri. Kenapa tidak? Bukankah mereka punya modal untuk membeli idealisme siapapun yang harus materi agar menggadaikan tanah airnya?

Keempat, kebangkitan pribumi yang disampaikan oleh Ki Gendeng Pamungkas karena berani mengusir TKA China sebenarnya belumlah bisa menjadi indikator kebangkitan yang shahih untuk negeri ini. Sebab, masih bersifat untuk kepentingan parsial. Faktanya, begitu banyak imigran yang masuk ke negara ini misalnya dari kapitalis Barat, tetapi rakyat tidak merasa terusik sebagaimana China hadir belakangan ini. Padahal baik pendatang Barat maupun China keduanya sama-sama bengis dan punya tujuan yang sama, yakni menjajah.

Jika berbicara tentang kebangkitan, maka kebangkitan yang shahih adalah kebangkitan dari dasar keyakinan. Sebagai bangsa yang mayoritas muslim, maka aqidah Islam harus dijadikan sebagai dasar kebangkitan. Sebab dengan aqidah Islam, masyarakat Indonesia akan memiliki kesadaran penuh bahwa yang mampu melawan penjajah kapitalis adalah ideologi Islam. Ideologi tandingannya haruslah ideologi juga.

Islam bukan hanya sekedar agama ritual yang mengatur urusan manusia dengan Penciptanya secara vertikal. Namun Islam juga agama yang mengatur bagaimana cara membawa kebangkitan ditengah-tengah ummat hingga membawa pada kemenangan hakiki. Islam mengajarkan untuk merajut kekuatan dengan ukhuwah Islamiah dan menjadikan syariah sebagai hukum yang harus diterapkan dalam negara.

Islam adalah agama yang khas dan unik. Selain sebagai agama yang mengatur urusan ibadah, Islam adalah sebuah ideologi yang mampu membawa kebangkitan manusia juga suatu negara menuju kejayaan dan kedigdayaan. Oleh karena itu, kebangkitan menuju perubahan Indonesia yang berdaulat dimata dunia hanya bisa diraih dan dapat diwujudkan dengan Islam.

Tentu semua rakyat Indonesia menginginkan kemerdekaan hakiki tanpa dintervensi oleh negara asing. Harapan yang begitu besar agar para TKA China dan imigran Barat segera angkat kaki dari tanah tercinta ini menjadi impian bersama.

Oleh karena itu, agar semua tidak sebatas impian dan khayalan, agar pribumi dapat meraih kebangkitan hakiki, maka jadikanlah Islam sebagai modal untuk berjuang membebaskan negeri ini dari cengkraman kaum kolonialisme dan Neo imprealisme modern.

Kebangkitan yang didasarkan dari aqidah Islam dan kesadaran penuh oleh masyarakat, akan kembali membawa Indonesia meraih kedaulatannya dmata dunia. Indonesia akan menjadi negara yang disegani dan mandiri mengelola urusan dalam negeri tanpa campur tangan asing serta bebas utang luar negeri dengan menerapkan syariat Islam. Wallahu a’lam bissawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonom Faisal Basri: Percepatan Pembangunan Madina Harus Melalui FGD

    Ekonom Faisal Basri: Percepatan Pembangunan Madina Harus Melalui FGD

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) –  Ekonom Faisal Basri menyebut sejumlah gagasan para tokoh Madina secara grafik sudah lengkap dalam skema percepatan pembangunan Mandailing Natal (Madina), Sumut. Poin-poin gagasan antara lain persoalan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, perkebunan, pertanian, transportasi dan perkotaan. Hanya saja, seluruh proposal itu harus ditindaklanjuti dengan membentuk Forum Group Discussion (FGD). “Ini tidak mungkin bisa […]

  • DCS Dapil 1 Hanura Madina

    DCS Dapil 1 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 Hanura

  • 490 Calhaj Madina ikuti manasik akbar

    490 Calhaj Madina ikuti manasik akbar

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sebanyak 490 calon jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal, hari ini, mengikuti manasik haji akbar. Kegiatan untuk calhaj itu diawali dari Masjid Thariqul Jinan di Kelurahan Dalan Lidang menuju Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang, Panyabungan atau berjarak sekira 2 kilometer lebih. Rangkaian manasik akbar diselenggarakan Pemkab Madina bekerjasama dengan Kantor Urusan […]

  • Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berjanji membongkar kasus ada atau tidaknya kasus dugaan money politic pada Pilkada Madina 2015. Demikian dikatakan Kasat Reskrim Kapolres Mandailing Natal AKBP Andry Setiawan Sik melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Hendro S,SH ketika menerima unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Madina Peduli Pilkada Bersih (AMMPPB) di halaman […]

  • Wali Kota Pekanbaru Kecam Pungutan Liar Aparatnya

    Wali Kota Pekanbaru Kecam Pungutan Liar Aparatnya

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEKANBARU-: Wali Kota Pekanbaru mengecam aparatur tingkat kecamatan dan kelurahan yang masih saja melakukan pungutan liar di luar ketentuan dalam pengurusan administrasi bagi masyarakat. “Masih adanya pungutan di luar ketentuan yang dilakukan oleh aparatur di tingkat bawah menandakan ada perilaku korupsi di bidang pelayanan publik,” ungkap Wali Kota Herman Abdullah, Kamis (11/11). Itu mendapat sorotan […]

  • Karikatur Jajak Pendapat di Pilkada

    Karikatur Jajak Pendapat di Pilkada

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karikatur jajak pendapat petugas survey di desa-desa soal pilihan rakyat di Pilkada Desain : JPNN/Dahlan Batubara

expand_less